Home / Berita

Selasa, 11 Mei 2021 - 19:18 WIB

Kisah Dermawan Tambunan, Pemuda Loper Koran yang Tangguh dan Gigih

Viewer: 699
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 54 Detik

Kompas Nasional l SIANTAR – Tidak semua orang mau menjadi seorang Loper Koran, Panas, Hujan yang sangat terasa menyakitkan menjadi lawan sehari-hari yang harus ditaklukkan.

Tapi semua itu  tidak menjadi hambatan, bahkan itu semua sesuatu yang biasa bagi seorang Dermawan Tambunan. Keringat dan dingin yang menyentuh masuk ke tubuh, tidak menjadi sesuatu halangan. Bagi Dia, mencari sesuap nasi, jauh lebih penting, dibanding harus harus menahan lapar dalam kehidupan.

Pemuda yang akrab dipanggil ucok atau aliang dalam sehari-harinya, sudah bertahun-tahun menggeluti propesi sebagai loper koran di Kota Pematangsiantar, jumlah koran yang dijajakan ataupun diantar tidak tanggung-tanggung bisa mencapai 300 eksemplar.

Pelanggan demi pelanggan Ia jajaki, keringat sebesar biji jagung pun tidak diperdulikan,Ucok berjuang dengan gigih ,tangguh dan tekat yang begitu keras demi menyambung hidup.

Baca Juga  Sekjen Kemenkes RI Kunjungi Mempawah, Erlina Berharap RSUD dr Rubini Didukung Dana APBN

Saat awak media berbincang-bicang disalah satu warung kopi Selasa,(11/5/21) sekitar pukul 7.30 WIB, Ucok alias Aliang berbagi pengalamannya, awak mediapun menawarkan segelas kopi dan rokok. Sambil menyalakan rokoknya Ia pun memulai ceritanya.

Ucok mengatakan, propesi Loper koran ini sudah Ia geluti selama bertahun-tahun, baginya tidak ada rasa gengsi, karena pekerjaan sebagai loper koran ada pekerjaan halal, yang penting kita jangan malu, kalau kita malu atau gengsi kita pasti mati kelaparan. Kata Ucok mengawali pembicaraanya.

Ucok juga menceritakan, Pagi jam 05.00 Wib dia sudah harus bangun untuk mempersiapkan koran yang mau diantar, dengan berjalan kaki dia membawa koran mengelilingi kota Pematangsiantar.

Baca Juga  Waspadai Penularan Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Sumut Siapkan Berbagai Langkah Antisipasi

“Jam 5 pagi saya sudah bangun, sudah mulai keliling dengan berjalan kaki sambil membawa koran, mengelilingi kota Siantar ini” Kata Ucok.

Sambil menyirup kopi dan mengisap rokoknya, Ucok mengatakan, setiap hari dia berjalan kaki kalau dihitung- hitung perjalananya bisa mencapai 30 KM per harinya, tetapi semuanya itu dia lakukan memulai dengan doa.

“Saya kuat begini bukan karena aku hebat, ini semua karena anugrah Tuhan, saya gak hebat yang hebat itu Tuhan” Tutur Ucok Tambunan.

Saat ditanya berapa banyak koran yang dibawa tiap harinya, Ucok mengatakan, kalau dulu sebelum pandemi Covid-19 ini bisa mencapai 300 eksemplar, sekarang bisa cuman 150 aja, juga karena sudah banyak media-media online jadi agak berkuranglah pendapatan. Sebutnya.

Sambil melihat jam ditangannya ucok pun bergegas mau melanjutkan perjalananya. “Udah lah dulu ya bang, aku mau jalan dulu, koranku belum habis ini” kata Ucok menutup pembicaraannya.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bundaran HI hingga Jalan Sudirman Lengang di Cuti Hari Pertama Lebaran

Berita

Pasca Ledakan Bom Di Makasar, Kapolres Kubu Raya Datangi Gereja-Gereja

Berita

Ketua Bidang dan Kaderisasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Apresiasi KPU Tapteng

Berita

Polwan Goes To School Dalam Rangka Hari Jadi Ke-74 Polisi Wanita Republik Indonesia.

Berita

Edi Benah Infrastruktur mencari Lahan Terbuka Untuk Ruang Publik Di Pontianak Timur Dan Utara

Berita

Bupati Simalungun Lakukan Kunjungan Kerja ke Kementerian Perhubungan RI

Berita

Kapolda Kalbar Gelar Kunjungan Kerja di Polsek Tayan Hilir

Berita

Tingkatkan Semangat Belajar, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Berikan Tas Sekolah Kepada Anak SD Perbatasan.