Home / Berita / Nasional

Rabu, 15 Mei 2019 - 12:23 WIB

Khamenei: Iran Tak Ingin Berperang dengan Amerika

Ayatullah Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Foto: REUTERS/Morteza Nikoubazl

Ayatullah Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Foto: REUTERS/Morteza Nikoubazl

Viewer: 671
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 23 Detik

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengatakan negaranya tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat. Komentar ini disampaikan menyusul situasi yang kian tegang antara AS dan Iran.

Diberitakan Reuters, pernyataan ini disampaikan Khamenei di televisi Iran pada Selasa (14/5). Dia menegaskan bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan AS dalam kesepakatan nuklir apapun, namun mereka akan menahan diri untuk tidak berperang.

“Tidak akan ada perang. Iran telah memilih jalan perlawanan. Kami tidak ingin berperang, dan mereka juga tidak mau. Mereka tahu itu bukan kepentingan mereka,” kata Khamenei.

Komentar Khamenei disampaikan selang sepekan setelah AS kembali menjatuhkan sanksi untuk Iran. Dalam sanksi terbaru, Presiden AS Donald Trump mengincar produk non-minyak yakni besi, baja, alumunium, dan tembaga dari Iran. Menurut Gedung Putih, sektor ini menyumbang 10 persen dari ekspor negara itu.

Baca Juga  Warga Desa Bahenap laksanakan upacara 17 Agustus bersama Satgas TMMD

Sanksi baru ini menandai kian buruknya hubungan dengan Iran setelah tahun lalu Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran atau Rencana Aksi Gabungan Komprehensif (JCPOA). Menurut Trump, JCPOA yang diteken Barack Obama dan pemimpin Iran, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman, pada 2015 tidak membuahkan hasil.

Trump menganggap JCPOA cacat karena tidak mengatasi masalah rudal balistik Iran dan tidak menghukum negara itu atas perang proksi di Timur Tengah. Dia menginginkan kesepakatan baru untuk bisa mengendalikan senjata Iran.

Baca Juga  Jadi Tersangka Pencabulan, Wanita Pedofil di Jambi Malah Ngaku Diperkosa

“Negosiasi seperti itu adalah racun,” kata Khamenei.

Trump dalam pernyataannya juga mengatakan AS tidak ingin berperang dengan Iran. Ini disampaikannya dalam membantah laporan media New York Times bahwa AS berencana mengirim 120 ribu tentara ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran.

“Itu berita palsu, oke? Sekarang, apakah saya akan melakukannya? Tentu saja. Tapi kami tidak berencana untuk itu. Tapi jika iya, kami akan mengirim jauh lebih banyak tentara,” kata Trump.(Kumparan/AW)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Edi Kamtono Berpesan : Ruang Terbuka Jangan Biarkan Tanpa Pepohon

Berita

Laka Lantas, Tengki BBM Timpa 2 Rumah Warga di Sibolga

Berita

Polres Ketapang Sampaikan Keberhasilan Ungkap Kasus Illegal Mining dan Narkoba

Berita

Polisi: Crane di Matraman Jatuh karena Faktor Kelalaian

Berita

Pak Babinsa Kodim 1203/Ktp Bersama Warga Bersihkan Mushola Al-Umar

Berita

Bupati Taput Panen Perdana Padi Gogo di Sosor Napa Sabungan Ni Huta IV Sipahutar.

Berita

Usai Penggalangan, Hipmabol Halsel Salurkan Bantuan di Posko Bencana Galela – Halut

Berita

Dengan Kesabaran Babinsa Koramil 1206-06/Psb, Sertu Suhardi Mendampingi Vaksinasi Anak Sekolah