Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Kepala cabang dinas (Kacabdis) Siantar, James Andohar Siahaan, S.STP bersama tim cabang dinas monitoring dan evaluasi pelaksanaan ujian sekolah (US) tingkat sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA-SMK) wilayah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Ujian Sekolah tahun pelajaran 2021-2022 yang gelar serentak dari 18 April sampai 25 April 2022 untuk tingkat SMA dan 18 April sampai 23 April 2022 untuk tingkat SMK.
“Kegiatan ujian sekolah tahun pelajaran 2021-2022 adalah proses evaluasi untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik dalam bidang akademik”.kata James Andohar Siahaan. Rabu,(20/4/22).
Adapun mekanis pelaksanaan ujian sekolah tahun pelajaran 2021-2022 diserahkan pada satuan pendidikan masing-masing sesuai prosedur operasional standrad (POS) atau sesuai kemampuan masing-masing sekolah. Untuk SMA yang fasilitasnya lengkap maupun memadai ujian dilaksanakan secara online atau berbasis computer based test (CBT) maupun android , namun untuk tingkat SMK diwajibkan untuk melaksanakan ujian berbasis CBT maupun android.
“Untuk pelaksanaannya kita serahkan pada satuan pendidikan masing-masing sesuai prosedur operasional standrad sekolah, jika fasilitasnya memadai digelar secara online atau berbasis android tapi jika fasilotasnya tidak memadai ujian di gelar secara tertulis atau manual. Tapi untuk tingkat SMK diwajibkan melaksanakan ujian secara online berbadis CBT ataupun android”. sebutnya.
Lebih lanjut, James mengatakan, bahwa pelaksanaan ujian akhir SMA dan SMK pada hari ketiga hingga saat ini masih berjalan lancar namun dalam pelaksanaan secara online masih ada beberapa sekolah yang fasilitasnya kurang memadai untuk itu kita serahkan pada kesatuan pendidikan masing-masing bagaimana cara kerja teknik dalam melaksanakan ujian disekolah masing-masing.
“Kita akan tetap memonitoring setiap sekolah untuk melakukan pemetaan, bagaimana pihak sekolah dan bagaimana memfasilitasi kebutuhan siswa. Untuk ujian secara android, apabila ada anak-anak tidak mempunyai Android kita telah menghimbau supaya pihak sekolah memfasilitasinya dan memakai fasilitas sekolah seperti komputer sekolah dan wifi yang sudah disediakan pihak sekolah”. ujar James.
Juga kata James, saat timnya memonitoring pelaksanaan ujian pada hari kedua di salah satu SMK di Pematangsiantar jaringan internetnya belum memadai atau jaringan servernya tidak kuat.
“Saat kita memonitoring kesetiap ruangan kelas, masih ada sekolah yang jaringan internetnya belum memadai dan sudah kita tekankan agar diperbaiki segera, kita langsung membuat pemetaan ulang dengan tujuan agar anak-anak peserta ujian tidak kecewa”.ucap James.
James berharap anak-anak bisa menyelesaikan ujian sekolah secara baik dan akurat, juga untuk pihak sekolah dalam pelaksanaan ujian ni agar transparan tidak ada diskriminasi atau bantuan-bantuan yang bisa melakukan pembodahan pada anak-anak.
‘Untuk itu kita membuat tim untuk pengawasan dan keliling. Saat ini saya monitoring di simalungun atas dan semalam di simalungun bawah jadi kita bagi-bagi tim untuk melakukan pengawasan pelaksanaan ujian sekolah kita”.tutupnya.
Toni Tambunan.






