Home / Berita

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kemhan Sebut 5 Peserta SPPI Meninggal karena Sakit, Heat Stroke hingga TBC

Konferensi Pers Kemhan Soal Lima Peserta SPPI Meninggal Dunia

Konferensi Pers Kemhan Soal Lima Peserta SPPI Meninggal Dunia

Viewer: 46
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 48 Detik

Jakarta, JejakNasional – Kementerian Pertahanan menyebut ada lima peserta sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia. Kemhan menjelaskan mereka meninggal karena sakit.

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan menjelaskan, para peserta mengalami gangguan kesehatan. Seluruhnya telah memperoleh penanganan oleh tenaga kesehatan, baik di satuan pendidikan hingga dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan,” kata Ketut saat jumpa pers di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Adapun kelima peserta yang meninggal yakni Yonanda Muhammad Taufiq; Anisa Muyassaroh; Novia Rahmadhani Sihotang; Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari.

Ketut menjelaskan, seluruh peserta ini sebelumnya telah melalui pemeriksaan kesehatan. Mereka menjalani pemeriksaan di laboratorium darah, urine, tes kehamilan, rontgen toraks, EKG, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur, dan kesehatan jiwa.

“Kejadian berdasarkan laporan resmi dari satuan pendidikan dan rumah sakit,” tuturnya.

Ketut pun menjelaskan kronologi dari kelima peserta yang meninggal dunia pelatihan ini.Berikut papan Kemhan:

1. Yonanda Muhammad Taufiq

Ketut menjelaskan, Yonanda menjalani pelatih dari Satdik Pusdiklatpur Kodiklatad Baturaja. Pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 16.00 WIB, Yonanda mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan di daerah latihan Pusdiklatpur Baturaja dengan berjalan kaki bersama peserta lainnya.

Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan Yonanda mengalami penurunan kesadaran. Tim kesehatan satuan segera dipanggil. Pada pukul 17.22 WIB, Yonanda dibawa menggunakan ambulans menuju pos kesehatan satuan pendidikan.

Baca Juga  Diduga Bom Meledak di Kota Sibolga Dan Merusak Sejumlah Rumah Warga

“Meskipun telah dilakukan tindakan medis secara intensif, pada pukul 18.33 WIB, dokter menyatakan almarhum meninggal dunia dengan diagnosis cardiac arrest atau henti jantung,” ujarnya.

2. Anisa Muyassaroh

Anisya dilatih oleh Satdik Dodik Kejuruan Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Pada Kamis, 18 Juni 2026, Anisa mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana jadwal pendidikan sekitar pukul 13.35 WITA.

Sebelum kegiatan dimulai, Anisa mengeluhkan sesak napas disertai mual hingga segera dievakuasi ke Pos Kesehatan Dodikjur.Pada pukul 14.00 WITA, dilakukan pemeriksaan oleh dokter satuan, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. R. Hardjanto Balikpapan.

“Kondisi terus memburuk hingga pukul 18.51 WITA, hasil EKG menunjukkan flat asystole. Pada pukul 19.00 WITA, dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan medis, penyebab kematian adalah heat stroke,” jelas Ketut.

3. Novia Rahmadhani Sihotang

Novia sendiri dilatih oleh Satdik Pusbahasa Kodiklat Angkatan Udara. Pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 14.30 WIB, Novia datang ke unit kesehatan dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diberikan terapi dan dipantau oleh tim kesehatan.

Keesokan harinya, Selasa 23 Juni 2026, pukul 06.10 WIB, kondisi Novia semakin lemah sehingga langsung dirujuk ke Rumah Sakit Utama dr. Esnawan Antariksa.Setelah dilakan pemeriksaan termasuk foto toraks, menunjukkan tuberkulosis paru aktif.

“Pada pukul 15.00 WIB, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran. Tim medis segera melakukan resusitasi jantung paru, namun pada pukul 15.13 WIB, dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah meninggal dunia akibat tuberkulosis,” tuturnya.

4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan

Ketut menjelaskan, Rifki dilatih di Satuan Pendidikan Yon Parako 465 Halim Perdanakusuma. Pada Kamis, 25 Juni 2026, pukul 14.30 WIB, Rifki datang ke ruang kesehatan Satdik dengan keluhan sesak napas dan lemas.

Baca Juga  HUT TNI ke- 75, Gubernur Kalbar Bersama TNI- Polri dan Masyarakat Sinergi Untuk Membangun Kalbar

Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi umum masih stabil sehingga diberikan terapi oksigen dan kembali mengikuti kegiatan setelah kondisi membaik. Namun pada pukul 18.00 WIB, keluhan sesak napas kembali muncul hingga dirujuk ke IGD Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa.

“Pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 00.28 WIB, dokter menyatakan almarhum meninggal dunia. Berdasarkan resume medis dan laporan khusus, penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia atau infeksi paru-paru yang disertai komplikasi medis. Dalam riwayat kesehatan juga terdapat informasi mengenai hipertensi dan obesitas yang menjadi bagian dari evaluasi medis,” jelasnya.

5. Nola Dya Sari

Nola dilatih di Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan. Pada Jumat, 26 Juni 2026, Nola mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan tanpa keluhan kesehatan.

Sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang.Nola kembali dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

“Dalam proses penanganan terjadi henti jantung, sehingga dilakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi. Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia,” kata Ketut.

“Sebelum mengikuti pendidikan, yang bersangkutan telah melalui tahapan seleksi kesehatan, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan catatan kelebihan berat badan,” imbuhnya.

(YA?JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Buka Rakernis Gabungan, Kapolri Harapkan Polri Presisi jadi Lompatan Jauh

Berita

Danrem 121/Abw pimpin Sertijab pejabat gol IV dan V jajaran Korem 121/Abw

Berita

Jokowi Beri Bantuan Rp 50 Juta ke Istri Ajudan Sukarno yang Sakit

Berita

Komjen Listyo Sigit Prabowo: Kalau Tidak Sanggup, Saya Minta Mundu

Berita

Tingkatkan Kerjasama TNI dan BUMN, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan GM PT. PLN Wilayah Kalbar

Berita

Pemko Psp Galakkan Petani Untuk Menanam Bawang Merah

Berita

Polres Kapuas Hulu Gencar Laksanakan Vaksin Dalam Memperingati 20 Tahun Berbakti Untuk Negeri AKABRI 2021

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 24/07/2021