Home / Berita / Daerah / Nasional / Reviews

Selasa, 9 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Kemendikbud Guru Fresh Graduate Pacca Gempa dan Tsunami Palu

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Viewer: 597
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 16 Detik

KompasNasional.com – Kendati masih dalam kondisi darurat, proses belajar mengajar di Palu dan sekitarnya mulai berjalan kemarin. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menambah jumlah tenaga pendidik. Sebab, tidak sedikit guru yang menjadi korban bencana.

Berdasar laporan sementara BNPB, 22 guru meninggal saat terjadi gempa dan tsunami. Kemudian, 14 guru dinyatakan hilang dan 1 orang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, ada beberapa guru yang eksodus keluar Palu. Karena itu, Kemendikbud kini mencari guru pengganti. “Mungkin diambil dari sarjana pendidikan yang baru lulus,” tuturnya. Menurut dia, penanganan pascabencana di Sulteng bakal jauh lebih lama bila dibandingkan dengan di Lombok.

Baca Juga  ‍‍‍Dilaporkan Pungli Bansos COVID-19 Pangulu Nagori Silakkidir Sesumbar: "Laporan Kertas Bungkus Ikan Rebus Itu"

Kurikulum bencana, menurut dia, belum perlu dibuat secara khusus. Namun, jika ada yang mengusulkan program mitigasi bencana, bisa dilakukan pembahasan. Pelatihan mitigasi bencana bisa dilakukan saat jam ekstrakurikuler. Tidak menjadi bagian dari kurikulum. Muatan atau pengetahuan kebencanaan bisa tetap dimasukkan materi pelajaran oleh para guru.

Kemenkes menyiapkan tujuh subklaster pelayanan kesehatan untuk korban terdampak gempa dan tsunami Sulteng. Subklaster tersebut dibuat untuk mengefektifkan penanganan kesehatan pascagempa. Di antaranya, subklaster layanan kesehatan, pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, gizi, serta kesehatan jiwa. Juga ada tim pengolah data dan subklaster informasi.

Baca Juga  Operasi PETI 2021 Polda Kalbar Amankan 62 Orang Kasus Penambang Emas Tanpa Izin

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan, skema subklaster akan mempercepat pemulihan. Setelah masa tanggap darurat dua minggu, pemerintah bakal menerapkan skema pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Untuk masa tanggap darurat, peran layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas akan dikembalikan. “Per hari ini (kemarin, Red) petugas kesehatan sudah kembali aktif,” jelasnya. (JPC/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sidak Lapas dan Rutan Tanjung Gusta, Ditemukan Uang Puluhan Juta

Berita

NAPARIN MINTA GANTI RUGI PEMBUATAN JALAN SEPANJANG 60 KM KEPADA PT. SNA, PT. BSS, PT. KPAM DAN PT. BMJ.

Berita

Antisipasi Peningkatan Penyebaran Covid-19, Wabup Taput Himbau Masyarakat Tetap Waspada dan Instruksikan Jajarannya Makin Gigih Mengedukasi Masyarakat.

Berita

Sambas Zona Merah dan Stok Vaksin Covid- 19 Tahap 1 Sangat Kurang.

Arsip

Pemkab Labusel Peringati Hari Pahlawan Tahun 2017

Berita

Sambut HUT ke-76 TNI, Pangdam XII/Tpr Pimpin Ziarah ke TMP Dharma Patria Jaya

Berita

Edi Kamtono Sambut Kedatangan Jenazah Khasanah dan Makrufatul

Berita

Bupati Tapsel Serahkan BLT DD ke 70 Warga Paran Dolok Mardomu