Home / Berita / Daerah / Nasional / Reviews

Selasa, 9 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Kemendikbud Guru Fresh Graduate Pacca Gempa dan Tsunami Palu

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Viewer: 563
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 16 Detik

KompasNasional.com – Kendati masih dalam kondisi darurat, proses belajar mengajar di Palu dan sekitarnya mulai berjalan kemarin. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menambah jumlah tenaga pendidik. Sebab, tidak sedikit guru yang menjadi korban bencana.

Berdasar laporan sementara BNPB, 22 guru meninggal saat terjadi gempa dan tsunami. Kemudian, 14 guru dinyatakan hilang dan 1 orang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, ada beberapa guru yang eksodus keluar Palu. Karena itu, Kemendikbud kini mencari guru pengganti. “Mungkin diambil dari sarjana pendidikan yang baru lulus,” tuturnya. Menurut dia, penanganan pascabencana di Sulteng bakal jauh lebih lama bila dibandingkan dengan di Lombok.

Baca Juga  Menjabat Kepala BNN Siantar Sejak 13 Juli 2020, Tuangkus Harianja Silaturahmi dengan Walikota

Kurikulum bencana, menurut dia, belum perlu dibuat secara khusus. Namun, jika ada yang mengusulkan program mitigasi bencana, bisa dilakukan pembahasan. Pelatihan mitigasi bencana bisa dilakukan saat jam ekstrakurikuler. Tidak menjadi bagian dari kurikulum. Muatan atau pengetahuan kebencanaan bisa tetap dimasukkan materi pelajaran oleh para guru.

Kemenkes menyiapkan tujuh subklaster pelayanan kesehatan untuk korban terdampak gempa dan tsunami Sulteng. Subklaster tersebut dibuat untuk mengefektifkan penanganan kesehatan pascagempa. Di antaranya, subklaster layanan kesehatan, pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, gizi, serta kesehatan jiwa. Juga ada tim pengolah data dan subklaster informasi.

Baca Juga  Densus 88 Selidiki Penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan, skema subklaster akan mempercepat pemulihan. Setelah masa tanggap darurat dua minggu, pemerintah bakal menerapkan skema pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Untuk masa tanggap darurat, peran layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas akan dikembalikan. “Per hari ini (kemarin, Red) petugas kesehatan sudah kembali aktif,” jelasnya. (JPC/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Zidane: Ronaldo Ingin Main, Tapi Dia Tau Itu Tidak Mungkin

Berita

Sosok Tetty Melina Lubis, Jenderal Perempuan di Lingkungan TNI AD

Berita

Sebut Pengurus Banser Anak Cucu PKI, Alfian Tanjung Kena Somasi GP Ansor

Berita

Bertemu Kepala Kepolisian Malaysia, Kapolri Bahas PMI Ilegal Hingga Penanganan Covid-19

Berita

Disebut Mahal dan Tak Jelas Oleh Prabowo, Ini Jawaban Gubernur Sumsel

Berita

Anggota Polsek Pontianak Timur Berikan Himbauan di Lokasi Vaksin Massal

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Distribusikan Sargal Bendera Merah-Putih Untuk Warga Perbatasan

Berita

Vihara Induk Gunungkidul Gelar Doa Bersama Untuk Kepemimpinan Jokowi Rabu Nanti