Home / Berita / Daerah / Nasional / Reviews

Selasa, 9 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Kemendikbud Guru Fresh Graduate Pacca Gempa dan Tsunami Palu

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Anak-anak koban gempa dan tsunami di Palu menjalani psikososial di Dinsos Palu (Liputan6.com/Moch Harun)

Viewer: 601
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 16 Detik

KompasNasional.com – Kendati masih dalam kondisi darurat, proses belajar mengajar di Palu dan sekitarnya mulai berjalan kemarin. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menambah jumlah tenaga pendidik. Sebab, tidak sedikit guru yang menjadi korban bencana.

Berdasar laporan sementara BNPB, 22 guru meninggal saat terjadi gempa dan tsunami. Kemudian, 14 guru dinyatakan hilang dan 1 orang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, ada beberapa guru yang eksodus keluar Palu. Karena itu, Kemendikbud kini mencari guru pengganti. “Mungkin diambil dari sarjana pendidikan yang baru lulus,” tuturnya. Menurut dia, penanganan pascabencana di Sulteng bakal jauh lebih lama bila dibandingkan dengan di Lombok.

Baca Juga  Bersihkan Lingkungan, Upaya Hubdam XII/Tpr Hidup Sehat

Kurikulum bencana, menurut dia, belum perlu dibuat secara khusus. Namun, jika ada yang mengusulkan program mitigasi bencana, bisa dilakukan pembahasan. Pelatihan mitigasi bencana bisa dilakukan saat jam ekstrakurikuler. Tidak menjadi bagian dari kurikulum. Muatan atau pengetahuan kebencanaan bisa tetap dimasukkan materi pelajaran oleh para guru.

Kemenkes menyiapkan tujuh subklaster pelayanan kesehatan untuk korban terdampak gempa dan tsunami Sulteng. Subklaster tersebut dibuat untuk mengefektifkan penanganan kesehatan pascagempa. Di antaranya, subklaster layanan kesehatan, pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, gizi, serta kesehatan jiwa. Juga ada tim pengolah data dan subklaster informasi.

Baca Juga  Ormas Indonesia Bersatu Yakin Rizal Ramli Berbohong

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan, skema subklaster akan mempercepat pemulihan. Setelah masa tanggap darurat dua minggu, pemerintah bakal menerapkan skema pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Untuk masa tanggap darurat, peran layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas akan dikembalikan. “Per hari ini (kemarin, Red) petugas kesehatan sudah kembali aktif,” jelasnya. (JPC/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Terima Kunjungan Kerja Tim WASEV TNI TMMD Ke-112 Tahun 2021 Kodim 0207/Simalungun

Berita

Racun Kalajengking yang Disebut Bernilai Miliaran oleh Jokowi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat usai meninjau simulasi pengamanan G20 di Command Center di Bali

Berita

Polri dan TNI Siapkan Pengamanan KTT G20 Standar Internasional
CNN Indonesia

Berita

Wakapolres Sanggau Serahkan Dua Lempengan Roket Long March 5B ke BRIN Pontianak

Berita

Evaluasi Semester Satu 2020 Polres Simalungun Ungkap 44 Kasus Judi

Berita

Bupati Kapuas Hulu Melonching Layanan Pembayaran PBB dan BPHTB online

Berita

Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Berikan Pengawalan dan Pengamanan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Arsip

Pamer Cincin, Rossa dan Afgan Syahreza Tunangan?