Viewer: 786
0 0

Home / Politik

Jumat, 11 Desember 2020 - 20:40 WIB

Kemendagri Jawab Tudingan Akhyar soal Invisible Hand di Medan

Viewer: 787
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional l Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjawab tuduhan Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution bahwa ada invisible hand atau tangan tak terlihat yang bermain di Pilkada Kota Medan.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik membantah isu Kemendagri menerjunkan ASN untuk memengaruhi Pilkada Medan. Petugas yang diterjunkan hanya memantau proses penyelenggaraan pilkada.

“Tidak ada ruang bagi petugas kami untuk melakukan apa yang Anda sampaikan tadi. Sekali lagi kami mengatakan petugas kami adalah ASN yang harus netral dan bekerja secara profesional,” kata Akmal dalam rekaman video yang dibagikan Puspen Kemendagri, Jumat (11/12).

Akmal menjelaskan Kemendagri selalu menurunkan para ASN setiap penyelenggaraan pemilihan. Para ASN ditugaskan untuk memastikan pilkada berjalan sesuai aturan.

Baca Juga  Hasil Survei Pilkada Solo, Popularitas Gibran Rakabuming Nyaris Sempurna, Putra Jokowi: Matur Nuwun

Pada Pilkada 2020, kata Akmal, Kemendagri tak hanya menerjunkan ASN di Medan. Para abdi negara disebar ke 309 kabupaten/kota di 32 provinsi yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.

“Tidak ada kekhususan, tidak ada perlakuan khusus. Semua hanya monitoring dan melakukan pemantauan,” ujar Akmal.

Di sana ada Bawaslu, ada aparat penegak hukum, yang tentunya mengawasi ketika ada pihak-pihak yang tidak netral,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kemendagri mengirim utusan ke Medan. Kepala Seksi Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II Sekjen Kemendagri William mengungkap pihaknya dikirim ke Medan karena ada calon yang punya hubungan dengan Presiden Jokowi.

“Kenapa kami fokuskan pemilihan di Kota Medan, karena Pilkada kali ini terdapat paslon merupakan anak menantu dari Presiden. Sehingga kita diberikan amanat, bahwa harus ada orang Kemendagri ikut memantau pemilihan tersebut,” kata William dalam rapat desk Pilkada persiapan akhir di Medan, Selasa (8/12), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga  RUU Larangan Minuman Berakohol, Dampaknya Bisa ke Wisatawan Asing

Usai pemungutan suara, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman disebut mengalahkan petahana Akhyar Nasution-Salman Alfarisi oleh beberapa lembaga survei.

Akhyar menanggapi kekalahan di hitung cepat itu dengan menuding ada ‘invisible hand’ atau tangan tak terlihat yang mengganggu Pilkada Medan.

“Tidak bisa memang disebutkan secara eksplisit, tapi kami dapat merasakan sangat berpengaruh ikut bermain di Kota Medan,” ucap Akhyar di Sekretariat Pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Kamis (10/12).(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Politikus PDIP: Kritikus Nyinyir Justru Tingkatkan Pencitraan Risma

Politik

Aktivis 98 Sebut KAMI Adalah Bagian dari Olgarki Orba, Ini Buktinya

Politik

KPU Harap Tambahan Anggaran Pilkada Segera Terealisasi

Politik

Pemuda Muhammadiyah Minta Pembakar Bendera PDIP Diusut Tuntas

Politik

Lima Jenderal TNI ‘Adu Kuat’ Nyapres 2024, Siapa Unggul?

Politik

MakzulkanJKWBubarkanPDIP Trending, RUU HIP Dituding Ide Megawati

Politik

Dukungan Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024 Mulai Mengalir

Berita

INFOGRAFIS: Dugaan Peran 11 Tersangka Narkoba Irjen Teddy Minahasa