Viewer: 738
0 0

Home / Politik

Jumat, 11 Desember 2020 - 20:40 WIB

Kemendagri Jawab Tudingan Akhyar soal Invisible Hand di Medan

Viewer: 739
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional l Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjawab tuduhan Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution bahwa ada invisible hand atau tangan tak terlihat yang bermain di Pilkada Kota Medan.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik membantah isu Kemendagri menerjunkan ASN untuk memengaruhi Pilkada Medan. Petugas yang diterjunkan hanya memantau proses penyelenggaraan pilkada.

“Tidak ada ruang bagi petugas kami untuk melakukan apa yang Anda sampaikan tadi. Sekali lagi kami mengatakan petugas kami adalah ASN yang harus netral dan bekerja secara profesional,” kata Akmal dalam rekaman video yang dibagikan Puspen Kemendagri, Jumat (11/12).

Akmal menjelaskan Kemendagri selalu menurunkan para ASN setiap penyelenggaraan pemilihan. Para ASN ditugaskan untuk memastikan pilkada berjalan sesuai aturan.

Baca Juga  Laode Ida: Tiba-tiba Muncul Isu Agama Dalam Proses Calon Kapolri, Ini Berbahaya!

Pada Pilkada 2020, kata Akmal, Kemendagri tak hanya menerjunkan ASN di Medan. Para abdi negara disebar ke 309 kabupaten/kota di 32 provinsi yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.

“Tidak ada kekhususan, tidak ada perlakuan khusus. Semua hanya monitoring dan melakukan pemantauan,” ujar Akmal.

Di sana ada Bawaslu, ada aparat penegak hukum, yang tentunya mengawasi ketika ada pihak-pihak yang tidak netral,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kemendagri mengirim utusan ke Medan. Kepala Seksi Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II Sekjen Kemendagri William mengungkap pihaknya dikirim ke Medan karena ada calon yang punya hubungan dengan Presiden Jokowi.

“Kenapa kami fokuskan pemilihan di Kota Medan, karena Pilkada kali ini terdapat paslon merupakan anak menantu dari Presiden. Sehingga kita diberikan amanat, bahwa harus ada orang Kemendagri ikut memantau pemilihan tersebut,” kata William dalam rapat desk Pilkada persiapan akhir di Medan, Selasa (8/12), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga  Targerkan Menang Pemilu 2024, DPD II Partai Golkar Tapteng Kukuhkan Pimpinan Kecamatan

Usai pemungutan suara, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman disebut mengalahkan petahana Akhyar Nasution-Salman Alfarisi oleh beberapa lembaga survei.

Akhyar menanggapi kekalahan di hitung cepat itu dengan menuding ada ‘invisible hand’ atau tangan tak terlihat yang mengganggu Pilkada Medan.

“Tidak bisa memang disebutkan secara eksplisit, tapi kami dapat merasakan sangat berpengaruh ikut bermain di Kota Medan,” ucap Akhyar di Sekretariat Pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Kamis (10/12).(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Kubu Moeldoko Ungkap Landasan Hukum untuk Kemenkumham Sahkan KLB Demokrat

Politik

PKS Takkan Biarkan Gibran-Teguh Menang Mudah di Solo, Pertimbangkan Usung Achmad Purnomo

Politik

Tangan Bersih Jokowi Hadapi BEM UI dan Angin Segar Kritik

Politik

Relawan Pendukung Ganjar Capres 2024 Deklarasi di Yogyakarta

Politik

Inilah 4 Kelompok yang Ingin Menjatuhkan Pemerintahan Jokowi, Di Antaranya yang Haus Kekuasaan

Berita

TNI AL Perketat Pengamanan Laut Bali Jelang KTT G20

Politik

Karir Politik Gus Ipul: Menteri, Wakil Gubernur, Wali Kota

Politik

Respons Keras Aktivis ’98 Soal ‘Jokowi End Game’: Dalang Aksi Ini Tak Punya Empati…