Home / Berita

Rabu, 19 Januari 2022 - 16:28 WIB

Kasdam XII/Tpr Dampingi Kapolri dan Menkes Tinjau Vaksinasi di Kubu Raya

Viewer: 340
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Kubu Raya,Kalbar- Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Djauhari, S.E., M.M., dampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi serentak yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat.Rabu(19/1/2022).

Vaksinasi serentak kali ini melibatkan vaksinator dari TNI-Polri dan Dinas Kesehatan.

Ditargetkan sebanyak 2020 dosis baik dosis pertama dan kedua.

Dengan menggunakan vaksin Sinovac, Astra Zeneca dan Pfizer.

Vaksinasi menyasar orang dewasa dan anak usia 6 hingga 11 tahun.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada awak media menjelaskan, kunjungannya bersama Menkes kali ini untuk meninjau secara langsung vaksinasi yang dilaksanakan di Kubu Raya. Dari pantauannya untuk wilayah Kubu Raya target vaksinasinya sebanyak 2020 dosis namun total dari laporan kurang lebih 24.000 dosis untuk seluruh Kalimantan Barat.

“Tentunya ini perlu saya apresiasi. Tadi kita juga tersambung secara nasional dan target kita hari ini minimal satu juta,” jelasnya.

Baca Juga  Empat Polres di Polda Kalbar Diganjar Penghargaan Layanan Publik dari Menpan RB

Kapolri mengatakan, vaksinasi menjadi hal yang harus terus dilakukan, karena saat ini varian Omicron sudah mulai masuk.

Disampaikannya, saat ini terjadi peningkatan kasus masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Masyarakat diminta harus terus waspada.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat bagi yang belum divaksin, tolong untuk segera melaksanakan vaksin,” himbaunya.

Ia menyampaikan, Pemerintah dan TNI-Polri telah menyiapkan gerai-gerai vaksin.

Bagi masyarakat yang sudah dua kali vaksin namun sudah lewat dari enam bulan dipersilahkan mendaftar untuk mengikuti vaksin booster. Menurutnya, ada kecenderungan setelah 6 bulan tingkat imunitas akan turun sehingga perlu ada booster ulang.

“Dan yang paling penting tolong jaga protokol kesehatan, tetap pakai masker.

Bagi yang melaksanakan kegiatan tatap muka aturan terkait Protkes agar tetap dilaksanakan sesuai ketentuan,” himbaunya juga.

Baca Juga  Kadisdikbud Kota Pontianak Syahdan Lazis Tutup Usia.

Sedangkan Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa varian Omicron memang sudah masuk ke Indonesia dan paling banyak ada di wilayah DKI Jakarta. Ciri-ciri Omicron ini terlihat dari kenaikan kasus yang cepat.

Secara nasional sudah naik dari 300 ke 1400 kasus.

Menghadapi varian Omicron kata Budi Gunadi Sadikin, masyarakat diminta harus untuk selalu waspada dan hati-hati tapi jangan sampai panik.

Masyarakat dapat melaksanakan 3 hal untuk tidak terpapar varian Omicron ini.

“Yang perlu dilakukan ada 3 hal yaitu pertama maskernya jangan dilepas, kalau dilepas jauh-jauhan (jaga jarak) dengan temennya. Itu penting sekali.

Kedua vaksin, yang belum vaksin dipercepat. Kalau ada keluarga belum divaksin segera vaksin. Ketiga, jangan takut untuk rutin dites, positif ketahuan tidak apa-apa.

Segera lakukan isolasi agar tidak menular ke yang lain,” tutup Menkes RI.

(Hasnan Sutanto).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dansatgas Pamtas Yonif 645/Gty Pimpin Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalbar di Lapangan Mapolsek Entikong

Berita

Disdikbud Kab.Kapuas Hulu Gelar Penguatan dan Pemanfaatan Obyek Pemajuan Tradisi Budaya

Berita

DPRD Nias Selatan Gelar Paripurna Istimewa dalam rangka perayaan Hari Jadi Kabupaten Nias Selatan ke -18 Tahun

Berita

Dukung Perencanaan Pembangunan Di Wilayah, Danramil 1206-05/Embaloh Hulu Hadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan

Berita

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Disdik Pematangsiantar Terbitkan Surat Edaran Terbaru Tentang PTM Diubah Jadi 50 Persen

Berita

Polres Sekadau Gelar Anev Anggaran Mulai Januari Hingga Agustus 2021

Berita

Wali Kota Pontianak Serahkan Santunan Korban Sriwijaya Air SJ-182 dari Jasa Raharja

Berita

Ketua MABM Sintang ,ingatkan Pemkab Sintang untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada Djoebair Irawan sebagai Raja Sintang pertama ,ketika belum memeluk Islam.