Samosir, Kompasnasional.com – Sistem budidaya lalat hitam untuk mengelola dan mengurangi limbah sampah organik adalah Salah Satu Program Utama Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kab. Samosir, Sumatera Utara
Saat disambangi Kompasnasional.com di kantornya, Kamis, (7/4/2022) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Samosir, Fitri Agus Karo karo, Mengatakan Bahwa
Program ini secara garis besar terbagi menjadi 4 sub kegiatan, yakni pengolahan sampah, budidaya black soldier fly melalui pemanfaatan sampah organik, pengolahan hasil budidaya black soldier fly dan pembuatan pakan serta pelet ikan lele.
“Kami akan Budidayakan BSF Untuk Pemberdayaan Sampah Organik Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa.
Penyemprotan Air Untuk Merangsang Lalat Hitam Bertelur,
Budidaya lalat hitam tidak hanya mengatasi permasalahan sampah organik, namun juga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat Desa,” Papar Karo karo.
Dilanjutkannya Protein yang terkandung pada Larva Lalat Hitam ini mencapai 40%-60% yang dapat membantu peternak untuk menjadikan Larva Lalat Hitam sebagai pakan alternatif.
Proses pendampingan BSF itu dimulai dengan pembuatan kandang dan pemberian berbagai sampah organik rumah tangga sebagai makanan dari larva BSF.
Larva BSF yang menjadi Pupa digunakan untuk pembuatan Pakan Ternak, Pelet ikan, dan limbah organik yang terurai oleh BSF menjadi pupuk Organik.
Harapan kami setiap masyarakat Desa di kabupaten Samosir bisa realisasikan Program ini agar nantinya tetap berlanjut serta menjadikan dalam pengelolaan limbah sampah organik dengan media Lalat Hitam ,”Ucap Fitri Agus Karo Karo.
(Candro Situmorang)








