kompasnasional.com | Kep Mentawai
Warga Kepulauan Mentawai tergolong sangat taat beribadah dan rajin bekerja. Namun, ketaatan beribadah dan kerajinan bekerja 5 tahun belakangan ini tergerus habis karena diiming-imingi hadiah tebakan Toto Gelap (Togel), yang bebas di perjualbelikan. Seolah-olah hukum tak mempan bagi para Penjual Togel dan Bandarnya di Bumi Sikerei ini.
Padahal, tanggal 9 Juli 2016 yang lalu Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) merayakan Jubileum yang ke-100 tahun, tapi judi Togel ini tetap bebas beredar karena diduga dibekingi aparat Penegak Hukum.
Menurut warga judi Togel dan judi lainnya sangat menjamur dan bebas. Di setiap Kecamatan di Kepulauan Mentawai judi Togel sangat bebas, sepertinya warga tidak takut lagi dengan Polisi atau TNI. Menurut warga, judi Togel sudah bebas dan menjadi tradisi bagi mereka.
“Tidak ada alar melintang. Kayaknya penegak hukum sengaja tutup mata,” lapor salah seorang warga.
Paling miris, anak-anak sekolah dan ibu-ibu rumah tangga juga ikut andil bermain judi Togel.
Ketika keterangan warga ini di cross chek di lapangan. Pantauan Awak Media judi Togel memang laris manis di perjualbelikan. Tak ada rasa was-was bagi Sipenjual.
Yang paling marak terjadi di kecamtan Sipora Selatan dan Kecamatan Sipora Utara.
Salah seorang warga Berli Saogo SPd mengatakan sudah berulang kali menghimbau warga bahkan menyurati Kepala Desa agar judi Togel dihentikan, namun himbauan itu tidak dituruti oleh masyarakat.
“Iya, itulah pesan kami ke masyarakat. Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini Polisi lah yang berkompeten menangkap para pelaku judi togel,” timpalnya kesal.
Salah satu diduga sebagai Bandar Judi Togel yang berhasil dikonfirmasi kepada Awak Media mengaku, hasil penjualannya (judi Togel) sehari rata-rata Rp20-30 juta.
Ketika Awak Media bertanya, “apakah tidak takut ditangkap oleh Polisi?” Bandar menjawab, “kita pintar-pintarlah. Kami wajib membayar uang keamanan Rp30 juta per bulan,” tandasnya.
Kru Koran ini kembali bertanya, “Keamanan yang mana, pak?!” Dijawab oleh Bandar Togel, “Keamanan yang mana lagi? Kita semua kan tahu keamanan itu siapa. Kadang-kandang belum waktunya tiba keamanan itu sudah datang untuk menagih,” imbuhnya .
Selanjutanya, Awak Media Peristiwa Indonesia mengkonfirmasi pernyataan Bandar Togel ini ke Polres Mentawai, perihal adanya uang kemanan yang diduga mengalair ke anggota Polres Mentawai.
Menurut Kapolres Mentawai AKBP Hasanudin SH mengaku belum tau adanya judi Togel di pulau tersebut.
“Saya baru 3 bulan bertugas di Bumi Sikere ini,” katanya enteng.
Ketika Wartawan kembali berkata, “Pak, sesuai laporan Bandar diduga anak buah bapak menerima uang keamanan setiap bulan..” Kapolres berjanji akan menindaknya.
“Kalau memang ada anak buah kami terbukti menerima uang keamanan Togel, maka akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata perwira berpangkat Melati Dua dipundaknya ini.
Ketika Awak Media membeberkan inisial Petugas AJS berpangkat Aiptu sebagai oknum yang diduga membekingi judi Togel tersebut dijawab Kapolres, “Terima kasih atas informasinya, kami siap memberantas judi apapun yang mereshkan warga demi kebaikan moral di kepulauan ini,” tandasnya.
Kemudian Awak Media memintai tanggapan Camat Sikakap Hepy Nurdiana.
“Mengenai judi Togel ini, akan kami koordinasikan dulu dengan Kapolsek,” sebutnya.
Ketika Awak Media mengkonfirmasikan hal ini kepada Kapolsek Sikakap AKP Nopri melalui pesan singkatnya mengatakan, “perlu diketahui, yang namnya judi Togel dari dulu tetap kita berantas,” tulisnya.
Namun statemen Kapolsek itu dibantah oleh warga.
“Kapan Polisi menangkap Penjual judi Togel? Intinya, di Pulau ini semua Penegak Hukum tutup mata mengenai judi. Melalui Koran ini, kami meminta agar masalah Judi disini diberitakan hingga ke Jakarta,” pinta warga (Manihar Silalahi)








