SAMOSIR, KOMPASNASIONAL.com – Para Siswa dan Siswi SMA Negeri 2 Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara diminta waspada dalam menggunakan media sosial. Dunia maya seperti dua mata pisau. Bisa berdampak positif maupun negatif.
Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, Andi Adikawira Putra melalui Kasi intel Tulus Tampubolon meminta kelompok milenial atau generasi muda untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Agar tidak terjerat hukum sehingga berurusan di pengadilan.
“Kita lihat sekarang pengguna media sosial tidak hanya berdampak positif, tapi juga banyak hal negatif bila tidak terkontrol,” kata Tulus Kamis 16/6/2022.
Tulus menyampaikan itu saat menyambangi SMA Negeri 2 Pangururan dalam rangka memberikan penyuluhan hukum kepada siswa, yang juga program Kejari Samosir bertajuk Jaksa Masuk Sekolah.
Dia menjelaskan, bijak dalam menggunakan media sosial sangat penting mengingat semakin banyak informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial dan tidak sedikit pula yang berlanjut ke ranah hukum.
Oleh karena itu, kejaksaan mempunyai tugas untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat, khususnya peserta didik di wilayah masing-masing.
“Maka hari ini tim melakukan sosialisasi hukum terkait dengan etika menggunakan media sosial dan juga tindak pidana lain yang rentan terjadi di kalangan siswa,” katanya.
Pihaknya memberikan materi kepada peserta didik terkait teknik penyampaian informasi yang baik dan benar. Selain penyuluhan terkait penggunaan media sosial, Kejaksaan Negeri Samosir juga memberikan penyuluhan hukum.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Pangururan Jasudin Sinaga mengatakan, program Jaksa Masuk Sekolah sangat membantu pihaknya dalam mendidik siswa terkait dengan pengetahuan hukum.
Jasudin Sinaga berharap sosialisasi ini sering dilakukan mengingat di era digitalisasi tersebut, pengaruh negatif dari media sosial semakin menggerogoti kepribadian para generasi penerus bangsa.
“Ini merupakan hal yang sangat penting. Selama ini kita sudah berlakukan siswa tidak boleh menggunakan handphone saat jam belajar. Muda- mudahan dengan materi ini sangat berarti bagi siswa kami, dengan demikian mereka bisa lebih selektif, sehingga dapat terhindar dari hukum,” kata Jasudin.
(Candro Situmorang)






