Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Reviews

Selasa, 19 April 2016 - 12:40 WIB

Hati-hati, Barang Bermerek Ini Paling Banyak Dipalsukan

Viewer: 596
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) melaporkan industri barang palsu dunia saat ini telah mencapai nilai USD 461 miliar atau setara Rp . Angka ini meningkat menjadi 2,5 persen dari total perdagangan dunia pada 2013 dari posisi 1,9 persen di 2008.

“Angka ini setara dengan perekonomian Austria,” tulis laporan tersebut dilansir dari CNN Money, Selasa (19/4).

Barang-barang yang sering dipalsukan tercatat antara lain jam tangan merek Rolex, peralatan olahraga Nike, kacamata Rayban, dan produk fesyen Louis Vuitton.

Produk alas kaki menempati peringkat teratas sebagai barang yang paling banyak dipalsukan. Diikuti peringkat dibawahnya yakni pakaian, barang-barang kulit, dan perangkat elektronik.

OECD menyatakan China sebagai negara pembuat barang palsu terbanyak. Di mana 5 persen dari total impor Eropa merupakan produk palsu China.

Baca Juga  TMMD KE-113 TA 2022 KODAM II/SRIWIJAYA KEMBALI AKAN DIGELAR DI 5 KABUPATEN/KOTA DI WILAYAH SUMBAGSEL

“Anda mungkin tidak tahu bahayanya saat membeli barang palsu, namun, kenyataannya tindakan ini menghancurkan proses inovasi dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih jauh, pembelian barang palsu seperti produk kesehatan dan mainan anak juga membahayakan kesehatan dan keamanan manusia.

Bagaimana di Indonesia?

Dari catatan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), pada akhir 2014 nilai kerugian akibat barang palsu mencapai Rp 65,1 triliun. Angka ini naik tajam sekitar 50 persen dibanding 2010, di mana kerugian Indonesia akibat barang palsu hanya Rp 43,2 triliun.

Dari survei MIAP, tujuh jenis barang palsu yang paling banyak beredar adalah tinta printer, pakaian, produk dari kulit, peranti lunak, kosmetik, makanan dan minuman, serta produk farmasi.

Baca Juga  Gubernur Sutarmidji Menghadiri DIKLATDA Dan Pelantikan HIPMI Kalbar Periode 2021-2024

Bahkan Menteri Perdagangan saat itu, Rachmat Gobel, mengakui saat ini banyak barang palsu kualitas rendah atau biasa disebut KW beredar di pasaran. Setidaknya, 40 persen produk yang ada di pasar Indonesia diisi oleh produk KW.

“40 persen produk di Indonesia itu KW,” ujar Rachmat di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Mencari akar masalah keberadaan barang palsu di Indonesia seperti tebak tebakan ayam dan telur. Banyaknya konsumen di Indonesia menjadi penyebab maraknya barang palsu. Kemudian, harga barang KW yang jauh lebih murah sangat menarik perhatian konsumen (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jokowi Putuskan Indonesia Masuk Endemi Covid-19

Berita

PBM TATAP MUKA DI IBU KOTA TOBA MULAI DIBERLAKUKAN

Berita

Peringati HUT ke-46 Infolahta TNI AD, Keluarga Besar Infolahtadam XII/Tpr Gelar Syukuran.

Berita

Mitra SMK Swasta Teladan Pematangsiantar PT Sumber Alfaria Trijaya,Tbk Terima Anugrah DUDI Awards 2021

Berita

Danramil 1208-07/Teluk Keramat Hadiri Kegiatan Serah Terima Jabatan Kepala Desa

Berita

Ratusan Massa SBSI 92 Demo PT CITRA KENCANA INDUSTRI

Berita

Antisipasi warganya yang terpapar Covid-19, Polsek Beserta Koramil dan Puskesmas Bunut Hulu Adakan Pelatihan Tracer Covid-19

Berita

Diduga Tidak Transparansi, FPMD Desak Copot Kades Mano Obi Selatan