PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.com- Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., membuka cara Vaksinasi Massal Tahap 2 yang diselenggarakan oleh Himpunan Bank Negara (HIMBARA) Kalimantan Barat di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontinak, Sabtu (21/8/2021).
Hadir pada acara tersebut Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, Maulana Yasin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Agus Chusaini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, Samsir Ismail, Area Head Bank Mandiri Kalimantan Barat, Agus Kurniawan, Wakil Pemimpin Wilayah BNI Banjarmasin, Yuyun Piastuti, Pemimpin Cabang BNI Pontianak, M. Farid Ma’rof, dan Branch Area Manager CIMB NIAGA Kalimantan Intim 2, Mariyani.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada HIMBARA Kalbar karena kegiatan vaksinasi massal merupakan kegiatan positif untuk mempercepat capaian vaksinasi bagi masyarakat luas.
“Sektor perbankan sangat rentan tertular Covid-19 karena sering berinteraksi dengan publik.
Selalu kampanyekan protokol kesehatan dan pola hidup sehat.
Bukan hanya menggunakan masker, namun harus dengan proteksi lain. Salah satunya dengan mengetahui komorbid dari setiap individu.
Berbagai usaha telah kami lakukan dalam penanganann Covid-19.
Salah satunya dengan percepatan vaksinasi kepada masyarakat.
Tugas kita saat ini yaitu memastikan semua orang mendapatkan vaksin.
Saya berharap vaksinasi dapat dilakukan door-to-door.
Selain itu, H. Sutarmidji mengingatkan ibu hamil untuk lebih berhati-hati.
Tingkat fatalitas Covid-19 bagi ibu hamil lebih berbahaya karena beresiko tinggi pada kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.
“Setelah melewati masa kehamilan 3 bulan dan sebelum 8 bulan, sudah harus divaksin.
Jangan ragu, informasikan ke lingkungan sekitar kita, terutama kepada wanita yang sedang hamil. Edukasi tentang vaksinasi ini penting.
Tingkat fatalitas paling tinggi bukan lansia, tapi pada ibu hamil.
Pemprov Kalbar sudah menyiapkan ruangan khusus untuk ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19 di RSUD dr.Soedarso.
Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin dan berharap semua selamat sampai proses melahirkan.
Jangan lupa, kalau sudah divaksin jangan abai, tetap konsisten menerapkan protokol Kesehatan,” ingat Gubernur.
.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, Maulana Yasin, menyampaikan harapannya, “Saya berharap pelaksanaan vaksinasi massal ini akan menghasilkan herd immunity dan kekebalan komunal bagi masyarakat.
Semoga Bangsa Indonesia lepas dan merdeka dari pandemi Covid-19, serta pemulihan ekonomi nasional berjalan dengan baik.
Mari, kita sukseskan vaksinasi Covid-19, melindungi diri, serta memulihkan negeri.
Kesehatan pulih, ekonomi bangkit.” tutupnya.
Hasnan Sutanto








