Home / Berita

Sabtu, 24 April 2021 - 13:51 WIB

Gubernur Kalbar Menghadiri Rakor Pelaksanaan PPKM Mikro Bersama Menko Perekonomian

Viewer: 460
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro (PPKM Mikro) di Kalimantan Barat disebabkan meningkatnya perkembangan kasus Covid-19 dalam satu bulan terakhir.

Kondisi kasus Covid-19 di Kalbar, terutama mereka yang berstatus positif aktif sangat tinggi, seperti di Kabupaten Sintang, Sekadau, Sanggau, dan Melawi.

Dijelaskan Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji S.H., M.Hum., menjadi kawasan yang mulai kendor dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saya sangat khawatir dengan Kubu Raya dan Kayong Utara, karena tingkat testing sangat rendah.

Termasuk Kota Pontianak, hari ini puluhan yang positif Covid-19,” tegas dia, usai menghadiri Rapat Pembahasan Pelaksanaan PPKM Mikro bersama Menko Bidang Perekonomian melalui Konferensi Video, di ‘Data Analytic Room’, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga  Bupati Samosir Tabur 35.000 Ekor Benih Ikan Nila

Gubernur Kalbar menegaskan, tidak akan mentransfer dana bagi hasil ke daerah yang tak mau melakukan tes dan tracing ke masyarakat.

Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa daerah mengabaikan kesehatan masyarakatnya.

“Masih ada Kepala Daerah yang takut kawasannya tertulis terjangkit penyakit yang mematikan itu,” kata Gubernur mengakui.

Dirinya mengakui, jika hal itu dia lakukan mengingat masih banyak kepala daerah yang tak melakukan testing, akibat takut kawasannya terlihat banyak yang mengidap penyakit Covid-19 tersebut.

“Padahal semakin banyak kita mentesting masyarakat dan mengetahui hasilnya, semakin banyak yang bisa tertangani dan tingkat kematian akan diminimalisir,” tegasnya.

Baca Juga  Walikota Terima Audensi DPC GAMKI Kota P.Sidimpuan

Dia pun mengimbau kepada seluruh kepala daerah di Kalbar, agar jangan takut tergambar positif di kawasan masing-masing.

“Contoh Bengkayang sempat merah, termasuk Landak, tidak masalah karena seperti itu penanganannya. Pontianak agak lengah lagi, termasuk Warkop di Jalan Reformasi itu harusnya tutup jam 9 malam,” katanya lagi.

Dirinya mengharapkan, adanya testing dan tracing yang dilakukan kepala daerah ke Dinas Kesehatan untuk melakukan kegiatan demi menekan tingkat keterjangkitan yang tinggi di Kalbar.

“Kalau Bupati tidak mampu mengendalikan Dinas Kesehatannya, bagaimana mereka akan melindungi masyarakatnya,” pungkas Gubernur Kalbar.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Dolly Tinjau Usaha Kelolaan Masyarakat Batang Toru dan Muara Batang Toru

Berita

Bagikan Buku dan Alat Tulis, Bentuk Kepedulian Satgas Yonif 642 Terhadap Dunia Pendidikan di Perbatasan*

Berita

Hati Hati Pasukan Calo CPNS Bergentayangan

Berita

Pemko P.Sidempuan Safari Ramadhan Hari ke 5, Sambangi Masjid Al-Istiqomah

Berita

Wakil Ketua DPRD Kab. Samosir kunjungi Kelompok Sadar wisata Desa Sijambur Ronggur Nihuta

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 27 Agustus 2021, Tambah 13 Kasus, Sembuh 99 Kasus, Kasus Aktif 126

Berita

Kapolri Puji Jenderal Hoegeng : Jujur, Sederhana dan Teladan Insan Bhayangkara

Berita

Wagub Kalbar Serahkan Bonus Kepada Juara MTQ Nasional