PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional- Kehadiran Generasi Digital Indonesia (Gradasi) memberi warna baru untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara positif.
Anak-anak muda ini diharapkan menjadi generasi yang akan membangun Kalimantan Barat dari wilayah terkecil di daerah bernama desa, di masa yang akan datang.
“Dengan adanya Gradasi ini, saya berharap bisa menjadi warna baru dalam membantu pemerintah dalam membangun Kalbar dari desa.
Saya yakin dengan kehadiran teman-teman generasi digital Indonesia yang baru saja dilantik ini untuk bekerja dengan baik, dengan sungguh-sungguh sehingga kedepannya kalbar terlepas dari status desa tertinggal maupun sangat tertinggal,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, S.H. M.Hum. saat menjadi keynote speaker pada acara Pelantikan DPD Generasi Digital Indonesia (Gradasi) Kalimantan Barat dan Penganugerahan Pandu Kehormatan Kepada Gubernur Kalbar, di Room Theater Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura Pontianak, Kamis (15/4/2021).
Gubernur Kalbar mengatakan, teknologi informasi merupakan suatu kebutuhan manusia yang saat ini menjalani kehidupan serba cepat dan moderen.
Berkaitan dengan desa mandiri, dia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi sangat membantu percepatan pembangunan di Kalbar.
Dipaparkannya, Indonesia memiliki 74.953 desa.
Desa itu dibagi lima kategori, yakni desa mandiri, desa maju, desa berkembang, desa tertinggal, dan desa sangat tertinggal. Sementara di Kalimantan Barat sendiri, terdapat 2.032 desa.
“Ketika saya dilantik menjadi Gubernur, Kalbar itu statusnya hanya memiliki satu desa mandiri, yaitu Desa Sutra yang berada di Kabupaten Kayong Utara.
Sedangkan desa sangat tertinggal di Kalbar sebanyak 669. Nah, untuk sekarang posisi kita itu desa mandiri 214 dan desa sangat tertinggal itu hanya tinggal 12 dan tahun ini target saya desa sangat tertinggal itu sudah hilang, jadi hanya ada desa tertinggal. Dan desa tertinggal itu saya harap dalam kurun waktu dua tahun ke depan sudah selesai,” jelas dia.
Hasnan Sutanto







