Home / Berita

Jumat, 26 November 2021 - 17:11 WIB

GRATIEKS Di Harapkan Dapat Tingkatkan Daya Ekspor Para Petani Dan Eksportir Melenial

Viewer: 371
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 8 Detik

Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL – Bertempat di Hotel Golden Tulip Pontianak, Balai Karantina Kelas I Pontianak mengadakan Bimbingan Teknis Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Kepada Petani dan Calon Eksportir Milenial Dalam Rangka Pencapaian Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS) yang dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Samuel, S.E., M.Si., Jumat (26/11/2021).

Hadir pada acara bimtek tersebut Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran DPR/MPR RI Fraksi PDI Dapil Kalbar Maria Lestari, S.Pd., Kepala Balai Karantina Kelas 1 Pontianak drh. Amir Hasanudin, M.M., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Muhammad Munsif, M.M., beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kalbar dan Instansi terkait, serta seluruh pimpinan perusahaan pertanian yang ada di Kalbar.

Saat memberikan sambutan, Pj Sekda Prov Kalbar mengatakan Provinsi Kalimantan Barat mendapat peringkat 4 Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 dengan Kategori Nilai Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi dari Wakil Presiden Republik Indonesia pada bulan September 2021.

Baca Juga  Resmikan Tim Patroli Perintis Presisi, Kapolri: Beri Rasa Aman Masyarakat

“Keberhasilan ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan dengan berbagai upaya yang dilakukan,” pinta Samuel,S.E., M.Si.

Berbagai komoditas pertanian Kalbar telah diekspor ke berbagai negara tujuan dengan nilai ekspor mencapai Rp 3,6 triliun selama tahun 2020 dan tahun 2021.

Kinerja ekspor Kalbar selama tahun 2021 mengalami peningkatan 2 kali lipat atau setara 243%.

“Ini merupakan suatu kebanggan bagi Kalimantan Barat.

Terutama hasil pertanian yang kita miliki sangat banyak dan memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Saya berharap bimtek ini dapat menghasilkan kebijakan maupun program yang dapat mendukung para petani, pelaku usaha, dan juga eksportir, agar mampu bersaing dan meningkatkan daya ekspor ke luar negeri,” harap Pj Sekda Prov Kalbar.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Kelas I Pontianak, Amir Hasanuddin, M.M., menjelaskan salah satu program Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yaitu peningkatan komoditas ekspor pertanian.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Kapuslitbang Kemhan RI

Oleh karena itu, Kementan RI menargetkan peningkatan ekspor melalui Program Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS).

“Untuk mencapai tujuan ini perlu ada komitmen bersama, dari hulu hingga hilir.

Saya berharap kegiatan bimtek ini bisa menghasilkan suatu rumusan maupun menjadi wadah bagi para pelaku eksportir untuk bisa meningkatkan daya saing dalam peningkatan ekspor kedepannya,” kata Amir Hasanuddin.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi PDIP, Maria Lestari, S.Pd., sangat mengapresiasi para eksportir milenial yang telah memberikan dorongan terhadap pertanian kita selama ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para eksportir milenial yang telah membantu maupun memberikan dorongan dalam meningkatkan ekspor hasil pertanian.

Dan mudah-mudahan apa yang kita inginkan bisa terwujud sesuai dengan tema kita, yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS) ,” ujar Maria Lestari.

Hasnan Sutanto.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolda Kalbar Pimpin Upacara Sertijab Irwasda Polda Kalbar

Berita

Jokowi Buka Suara soal Kabasarnas Tersangka Korupsi

Arsip

5 Lukisan ‘Tak Jelas’ Ini Dijual Miliaran, Bahkan Hingga Triliunan Rupiah!

Berita

Sorotan MA hingga KY di Aksi Walkout HRS Demi Kehormatan Pengadilan

Berita

Laka Lantas di Jalan Propinsi Nanga Pinoh Sintang Korban Meninggal Dunia

Berita

Gawai Dayak Sintang: Lomba Pangkak Gasing Diikuti 14 Peserta, Tua Muda Bersaing

Berita

Babinsa Dan Warga Bergotong Royong Menciptakan Lingkungan Yang Bersih, Dengan Membuat Tempat Khusus Pembuangan Sampah

Berita

Dugaan Oplosan Kecubung di Balik 47 Orang Masuk RSJ hingga Jatuh Korban Jiwa