Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Polda Sumatera Utara melalui Kepolisian Resort (Polres) Pematangsiantar bekerjasama dengan Forkompimda Kota Pematangsiantar, menggelar launching vaksinasi merdeka anak yang menyasar anak usia 6 sampai 11 Tahun.
Vaksinasi yang digelar secara serentak di 30 provinsi di Indonesia itu terhubung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui Zoom Meeting bertempat di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Rabu (05/01/22).
Sebelum acara dimulai, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar Plt. Rosmayana Marpaung bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar dr Ronald Saragih menyebutkan kegiatan vaksinasi itu sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 dan percepatan pembentukan kekebalan kelompok, khususnya di lingkungan sekolah.
“Sebanyak 1000 pelajar rencananya akan diberikan vaksinasi Covid-19 hari ini. Kegiatan ini pun hanya hari ini saja,” ujar Rosmayana.
Rosmayana juga menambahkan, bahwa pelaksanaan vaksinasi tersebut juga berdampak pada kebijakan pemerintah yang baru, dimana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Masa Pandemi Covid-19, mulai semester II tahun ajaran 2021/2022, semua siswa wajib melaksanakan PTM terbatas. Rencananya tidak ada lagi pembelajaran jarak jauh (PJJ) alias dilakukan secara daring.
Menurut catatan disdik Kota Pematangsiantar bahwa siswa yang sudah diberikan vaksin Covid-19 sekitar 3.700 pelajar dari 27 ribu pelajar untuk tingkat usia 6 sampai 11 Tahun.
“Kami tidak mau muluk – muluk, namun kami berharap seluruh siswa-siswi dapat diberikan vaksin hingga 100 persen. Tujuannya agar pelaksanaan PTM terbatas hingga 100 persen nanti bisa berjalan dengan baik tanpa ada kekhawatiran,” kata Rosmayana.
Rosmayana juga berharap, terealisasi vaksinasi tersebut akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Sebab, katanya, yang menjadi pelaksanaan dalam pemberian vaksin tersebut adalah tupoksi dari Dinas Kesehatan. Sedangkan disdik hanyalah sebagai penyedia pelajar yang akan diberikan vaksin Covid-19.
Selanjutnya, dr Ronald Saragih mengatakan, percepatan vaksinasi terhadap anak digelar sebagaimana tindaklanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin agar anak-anak Indonesia mendapatkan perlindungan dari ancaman virus Covid-19.
“Kami berkerja berdasarkan surat instruksi dari pusat saja. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi anak ini juga dilakukan dengan cara mendatangi langsung sekolah-sekolah, baik itu swasta maupun negeri,” jelas Ronald.
Adapun vaksin yang akan diberikan, kata Ronald, untuk anak Usia 6-11 Tahun ini menggunakan Vaksin Sinovac. Pemberian vaksin sama seperti dewasa sebanyak dua kali. Ia juga mengatakan, jarak pemberian dosis vaksin pertama ke dosis vaksin kedua yaitu 1 bulan atau 4 minggu.
“Dan dosisnya pun sama (dengan kelompok dewasa) yaitu 0,5 mili,” ujar Ronald.
Ronald juga menegaskan, bahwa sebelum pelaksana vaksinasi, timnya sebagai petugas vaksinasi atau vaksinator terlebih dahulu melakukan skrining dengan menggunakan format standar yang sudah ditentukan Kementerian Kesehatan.
“Kami menghimbau kepada orang tua agar segera membawa anaknya melakukan vaksin. Kalaupun anak tersebut memiliki gejala penyakit, nanti akan dikonsultasikan pada petugas kesehatan kami,” Imbau Ronald.
Toni Tambunan






