Home / Berita

Rabu, 10 Januari 2018 - 15:37 WIB

Fakta Terbaru Pelajar SMP di Blitar Bunuh Diri Bikin Begidik, Ternyata Bukan karena Rokok atau Bedak

Viewer: 650
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

KompasNasional.com I BLITAR – Motif bunuh diri siswa SMPN 3 Srengat, AW, sampai sekarang masih simpang siur.

Kabar awal, AW bunuh diri karena kepergok merokok di sekolah.

Belakangan, ada motif lain yang beredar di sosial media, AW bunuh diri karena ketahuan membawa bedak dan lipstik.

Pihak SMPN 3 Srengat juga punya cerita sendiri sebelum AW diketahui meloncat dari atas jembatan kereta api dan terjun ke Sungai Brantas di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Sekolah mengatakan orangtua AW dipanggil ke sekolah bukan soal rokok maupun bedak dan lipstik.

Kepala SMPN 3 Srengat, Heri Sasmito menceritakan sehari sebelum AW bunuh diri atau Senin (8/1/2018), sekolah mendapatkan kiriman surat.

Surat itu dimasukkan ke kotak masalah di ruang BK. Pengirim surat itu atas nama ibu AW, WU (inisial).

Surat itu ditujukan ke wakasek kesiswaan dan guru BK.

Baca Juga  Gerai Vaksin Presisi Polres Kapuas Hulu

Lebih kurang surat itu berbunyi soal keluhan orangtua terhadap perubahan sikap AW.

AW yang merupakan anak laki-laki berperilaku seperti perempuan.

Tingkah laku AW mirip anak perempuan. Baik dari cara bicara, berjalan, maupun tingkah laku lainnya.

Dalam surat itu, orangtua meminta bantuan ke guru untuk membina AW terkait perubahan sikapnya.

Mendapat kiriman surat dari orangtua itu, lalu sekolah membuat surat undangan untuk orangtua AW.

Pihak sekolah ingin mengklarifikasi soal surat itu. Sekolah ingin memastikan apa benar surat itu dikirim oleh orangtua AW atau bukan.

“Senin itu juga kami buat surat undangan untuk orangtua AW. Suratnya kami titipkan ke siswa lain. Kami minta orangtua siswa datang ke sekolah pada Selasa (9/1/2018) pukul 10.00 WIB untuk mengklarifikasi surat itu,” kata Heri Sasmito, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya pihak sekolah tidak gegabah dalam menyikapi surat itu. Artinya, sekolah tidak langsung menegur AW. Tetapi, sekolah memanggil dulu orangtua AW untuk klarifikasi.

Baca Juga  Haul ke- 24 Al Habib Hasan bin Ahmad BaharunĀ 

“Hasil klarifikasi ke ibunya, ternyata surat itu bukan dari ibunya,” ujar Heri.

Menurutnya, ketika orangtuanya datang, AW masih terlihat ceria.

AW sempat menyambut ibunya yang datang ke sekolah bersama adiknya.

AW dan ibunya sempat bersama-sama masuk ke ruang BK. Lalu guru BK meminta AW keluar dulu. Guru BK berbicara dengan orangtua AW.

Saat keluar ruang BK, AW masih terlihat ceria. Dia sempat ngobrol bersama beberapa guru di sekolah.

Tetapi, setelah itu, AW keluar dari sekolah. AW berjalan menuju ke timur.

Ada warga yang melaporkan hal itu ke sekolah.

Pihak sekolah memerintahkan guru untuk mengejar AW.

Ternyata AW sudah berada di jembatan kereta api di atas Sungai Brantas.[STN/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kelurahan Banjar Serasan Pontianak Juara Umum MTQ XXX Pontianak Timur

Berita

Internet dating Guide – How To Use Photos To Impress Your Date On A First Time

Berita

Karena Amankan 8 Demonstran,Polres Siantar Didemo Pedagang

Berita

Polda Metro Bongkar Sindikat Produsen Meterai Palsu, 16 Orang Jadi Tersangka

Berita

Polisi: Anggota Perbakin Tembak Sasaran Bergerak, Kena Ruangan di DPR

Berita

Misteri Ding Wuling, Desa di China yang Bebas Nyamuk Hampir Satu Abad

Berita

Kubu Raya Sedang Dalam Proses Pembangunan IPA SPAM IKK Kapasitas 100 Liter Perdetik

Berita

Hanyut, KM Mulin 17 Berhasil Diselamatkan