Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Senin, 11 Juli 2016 - 15:02 WIB

Duka di Idul Fitri, 34 Tewas Kecelakaan, Apri Meninggal Tenggelam

Viewer: 658
0 0
Terakhir Dibaca:5 Menit, 1 Detik

Sumatera Utara | Kompasnasional.com

Berbagai peristiwa duka terjadi di suasana Idul Fitri 1437 Hijriyah. Hingga H+3 Lebaran, sedikitnya 34 orang tewas kecelakaan di Sumatera Utara. Sementara Apri Purba (20) meninggal dunia usai tenggelam di kawasan Pantai Grace, Tiga Ras, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun, Rabu (6/7) sekira pukul 14.00 WIB.

Peristiwa yang dialami warga asal Huta Godang, Desa Batu Horik, Batang Toru, Tapanuli Selatan, berawal saat ia dan rekan-rekannya rekreasi ke Pantai Grace.

Begitu tiba di sana sekira pukul 13.00 WIB, pria yang menetap di Jalan Kartini Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, ini bersama rekan-rekannya langsung makan siang. Selanjutnya Apri bersama seorang temannya, Renaldy Sipayung (16) berenang dengan bantuan sebuah pelampung.

Namun tiba-tiba, kedua pria yang sedang berada sekitar 30 meter dari bibir pantai, terlepas dari pelampung. Menurut saksi mata, keduanya sempat berusaha mengejar pelampung yang terlepas. Namun upaya mereka tak berhasil. Korban pun sempat berteriak minta tolong sebelum akhirnya tenggelam.

Warga sekitar yang berada di sekitar lokasi, berusaha membantu dengan membawakan dua buah pelampung. Reynaldi yang saat itu berusaha mengapung, berhasil meraih pelampung itu. Namun tidak bagi Apri. Ia pun tak berhasil diselamatkan.

Petugas yang mendapat informasi, langsung melakukan pencarian. Bersama-sama dengan warga, penyelam dari PT JAPFA dan PT Aquafarm, mereka mengitari lokasi tenggelamnya korban. Namun hari itu, Apri tetap tidak ditemukan.Pada Kamis (7/7) pencarian kembali dilanjutkan.

Di bawah komando Koordinator Pos Basarnas Danau Toba, Torang Hutahean, 6 orang penyelam mengenakan peralatan renang dan oksigen turun ke dasar danau. Sekira pukul 11.00 WIB, Apri ditemukan sudah tak bernyawa dari dasar danau dengan kedalaman 35 meter yang berjarak sekitar 75 meter dari bibir pantai. Kondisi jenazah saat itu masih mengenakan pakaian lengkap sebelum ia tenggelam.

Setelah dibawa ke permukaan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke pantai menggunakan speedboat. Isak tangis keluarga dan rombongan pun pecah. Keluarga korban tidak menyangka peristiwa naas itu menimpa Apri.

Menurut rekan satu rombongan korban, Apri datang ke lokasi wisata bersama rombongan dari Saribudolok, dipimpin koordinator bernama Mikael Barutu (36).

Rombongan tiba di Pantai Grace sekitar pukul 13.00 WIB, dan sebelum mandi-mandi semua rombongan makan siang bersama. Setelah selesai makan siang, masing-masing rombongan berenang, demikian juga dengan korban.

“Kami berjumlah 16 orang, rombongan dari Saribudolok. Tadi sebelum kejadian, kami masih makan siang bersama,” kata salah seorang rekan korban.

“Sebenarnya waktu lepas dari pelampung, ada orang berusaha menolong. Tapi hanya si Reynaldi yang bisa diselematkan. Kalau tubuh Apri sudah langsung tenggelam,” tambah beberapa warga.

Kapolsek Dolok Pardamean AKP MT Aritonang  saat dikonfirmasi, membenarkan penemuan jenazah korban. Menurutnya, begitu dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Tuan Rondahain di Raya, selanjutnya disemayamkan di rumah duka.

Baca Juga  Dua Orang Ini Adalah Pelaku Perampokan Anak Kisaran

34 Tewas Kecelakaan di Sumut

Petugas Operasi Ramadaniya Toba mencatat adanya 34 pengguna jalan yang tewas dalam kecelakaan pada arus mudik dan balik hingga H+3 Lebaran 2016 di Sumatera Utara.

Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Minggu (10/7), mengatakan, jumlah korban tewas itu tercatat dalam 115 kecelakaan lalu lintas yang muncul mulai mudik hingga arus balik.

Selain 34 korban tewas, pihak kepolisian juga mencatat adanya 58 pengguna jalan yang mengalami luka berat, sedangkan 130 orang lagi mengalami luka ringan.

Khusus pada Sabtu (9/7), petugas Operasi Ramadaniya Toba mencatat adanya tujuh korban tewas dalam 16 kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

Kecelakaan lalu lintas pada H+3 Lebaran tersebut juga menyebabkan tujuh warga mengalami luka berat dan 13 orang lagi mengalami luka ringan.

Dari aspek pelanggaran aturan dan tertib berlalu lintas, petugas Operasi Ramadaniya Toba menemukan adanya 4.719 pelanggaran hinga H+3 Lebaran 2016.

Dari jumlah itu, pihak kepolisian melakukan penindakan berupa tilang sebanyak 1.566 pelanggaran, terutama pelanggaran berat dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

Sedangkan 3.153 pelanggaran lainnya hanya diberikan teguran dan peringatan agar yag bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya.
Selain aturan berlalu lintas, petugas Operasi Ramadaniya Toba juga menemukan dan menindak sejumlah tindak kriminalitas yang tercatat mencapai 158 kasus hingga H+3 Lebaran.

Dari jumlah itu, tercatat enam kriminalitas menonjol yang banyak terjadi yakni, pencurian kendaraan bermotor (20 kasus), perampokan (19 kasus), penganiayaan (18 kasus), pencurian (12 kasus), pengeroyojan (11 kasus), serta peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba (10 kasus).
Sedangkan kriminalitas lain yang ditangani adalah pencabulan (tujuh kasus), penjambretan (enam kasus), penggelapan (lima kasus)), pembakaran (empat kasus), penipuan (empat kasus), dan pembunuhan (tiga kasus).

Baca Juga  KLB SBSI 1992 Pilih Gunawan Jadi Ketum

Pencuri dan Penembak Polisi Tewas

Ramadhan Syahputra, tersangka pencurian mobil dan pembobol rumah perwira Poldasu, AKBP Ahyan, serta penembak dua anggota Unit Pidum Polresta Medan, tewas, Sabtu (9/7) siang. Tersangka meregang nyawa setelah mendapat perwatan di RS Bhayangkara setelah dada sebelah kirinya tertembus timah panas.

Sebelumnya tersangka membobol kediaman Kepala Subdirektorat (Subdit) III Intelkam Polda Sumut, AKBP Ahyan. Dari lokasi, tersangka memboyong satu unit mobil Toyota Fortuner BK 70 A dan seekor burung beo serta sejumlah barang berharga lain, Kamis (7/7) sekira pukul 19.00 WIB. Saat dilakukan penangkapan pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas, di kawasan Jalan Tanjung Anom

“Kedua anggota kita yang ditembak pelaku kini sudah dirujuk ke RSUP Adam Malik,” terang Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

Kata Mardiaz, kedua personel yang ditembak pelaku bernama Aiptu Hutajulu terkena tembakan pada bagian dada samping, ketiak kiri dan telinga sebelah kiri dan Bripka Rumapea dengan luka tembakan di hidung.

“Jadi kedua anggota yang terkena tembakan itu sedang menyelidiki kasus pencurian rumah perwira Polda Sumut. Ketika hendak menangkap pelaku terjadi baku tembak antar kedua,” ungkapnya.“Dalam kasus ini kita berhasil mengamanakan barang bukti mobil fortuner warna putih, senjata jenis pistol yang dicuri pelaku di rumah AKBP Ahyan,” ujar Mardiaz.

Pada Sabtu (9/7) seorang lagi pelaku pembobolan kediaman AKBP Ahyan berhasil dibekuk. Pelaku diketahui bernama Gagah Suhendra alias Gegek alias Hendri, ditangkap di Jalan Vanili Raya Simalingkar. Ia pun harus dilumpuhkan dengan timah panas setelah coba melawan petugas.
Dari tangan tersangka petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp1,7 juta hasil dari penjualan emas milik korban, 1 unit Hp merek Samsung GT I 9500 dan Nokia C5, 4 jam tangan, dan tanda kewenangan“Masih kita dalami. Tersangka juga masih menjalani perawatan intensif,” terang Fahrizal lagi.(kn/ms)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Polisi menangkap tiga dari lima pelaku pemerkosaan remaja 13 Tahun di Jambi

Berita

Nonton Balap Motor Berujung Remaja 13 Tahun Diperkosa 5 Pria di Jambi

Arsip

Buntu Pane Lepas Calon Jemaah Haji Forkopimcam
Melawan Arus, Yudha Jotos Polantas karena Mau Menilang-KompasNasional

Arsip

Melawan Arus, Yudha Jotos Polantas karena Mau Menilang

Arsip

Yudi Latief: Pancasila memiliki energi positif perkuat persatuan

Arsip

Perempuan Anggota Parpol Indehoi dengan Sopir Selingkuhan di Mobil, Buktinya Tisu Bersperma

Arsip

Rekaman suara jadi ‘peluru’ model seksi buat wali kota Kendari

Arsip

Dinilai Hina Ulama, Uus : Ulama Ga Cuma Satu!

Arsip

Anies Baswedan Mendadak ke Rumah Prabowo, Poros PKS-Gerindra Retak?