Home / Berita

Selasa, 21 September 2021 - 20:38 WIB

Dua Akademisi Unkhair Debat Soal PAD Halsel, Ini Tanggapan Bupati Usman Sidik

Viewer: 1175
3 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 40 Detik
Bupati Halmahera Selatan Hi Usman Sidik (Foto: Fik Kompas Nasional)

Halsel – Kompas Nasional | Soal peningkatan PAD APBD Perubahan Halmahera selatan tahun anggaran 2021 yang diperdebatkan dua akademisi Universitas Khairun Ternate, langsung mendapat tanggapan dari Bupati Halmahera Selatan Hi Usman Sidik.

Dua Akademisi Universitas Khairun yakni Dr Mohtar Adam dan Dr Muammil Jusup ialah Dosen di Fakultas Ekonomo Unkhair Ternate. Keduanya diketahui berbeda pendapat soal peningkatan PAD pada APBD Perubahan 2021 yang dilansir pada beberapa media Online.

Diketahui, sebelumnya DR. Mohtar Adam mengatakan bahwa ambisi Pemda Halmahera Selatan dalam mengenjot peningkatan PAD pada APBD-P 2021 bakal beresiko terjadi pelebaran defesit keuangan daerah, sementara Dr Muammil Jusup justru menyebut Mohtar Adam keliru.

Muammil yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair ini menyebutkan, sah-sah saja jika Pemda Halmahera Selatan punya target APBD yang meningkat. Menurutnya, pemerintahan saat ini adalah pemerintahan yang baru, sehingga berbeda dengan sebelumnya.

“Realisasi APBD biasanya tidak capai target, dan itu wajar dalam pengelolaan keuangan. Karena pemda menetapkan target tujuannya agar semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) maksimalkan kinerjanya, terutama dalam sektor penerimaan,” ujar pria yang disapa Amil saat menanggapi pernyataan Mohtar Adam, Selasa (21/9/2021)

Baca Juga  Bupati Samosir Vandiko T. Gultom Rapat Khusus dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR RI

Amil menambahkan, bahwa sumber penerimaan dari APBD adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH). Dari sumber penerimaan tersebut, misal PAD Pemda Halmahera Selatan bisa genjot dengan cara optimalisasi (ekstensifikasi dan intensifikasi) penerimaan baik pajak, retribusi, dan penerimaan lainnya.

Selain itu kata Amil, Pemda Halmahera Selatan masih bisa menambah objek pajak dan upayakan mengurangi terjadinya kebocoran, serta pengelolaan aset daerah secara benar sehingga bisa menjadi penerimaan.

“Yang perlu dipahami adalah bahwa realisasi pasti tak sesuai target yang ditentukan, hanya saja bagaimana Pemda Halmahera Selatan bisa optimalkan sumber penerimaan dari PAD, yakni dengan arah kebijakan yang susah tertuang dalam renstra OPD,” sambung Amil.

Amil juga mengatakan, implementasi visi misi kepala daerah yang tertuang dari renstra RKPD juga harus capai target penerimaan yang maksimal.

“Jadi Pak Ota (Mohtar Adam) keliru sebab kalau kita cek di daerah mana saja realisasi selalu tidak capai target. Yang terpenting pemda mampu meningkatkan penerimaan agar belanja publik jg bisa meningkat yg berdampak pada pembangunan daerah/masyarakat. Karena APBN maupun APBD menggunakan model defisit shngga realisasi sllu tdk capai target,” pungkas Amil.

Baca Juga  Rektor IAIN Sidempuan Audensi Bersama Wali Kota

Sementara itu, Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, penetapan kenaikan PAD adalah bagian dari strategi Pemda Halmahera Selatan dalam mengoptimalkan target pendapatan. Karenanya, SKPD penghasil tentu akan dipacu untuk mencapai target tersebut.

Adapun sumber pendapatan yang dapat mendongkrak PAD pada sektor disebut Usman, yakni pajak penerangan jalan di kawasan industri prtambangan di Pulau Obi, pajak galian C di kawasan industri Pulau Obi, pajak restoran di kawasan industri Pulau Obi, retribusi IMB, dan pajak PBB P2 di kawasan industri Pulau Obi.

Selain itu retribusi IMTA atau izin masuk tenaga kerja asing, retribusi sektor perikanan, pajak hotel dan restoran dalam kawasan perkotaan Labuha, dan pajak reklame.

Usman juga bilang, selain yang disebutkan tersebut masih banyak lagi sumber sumber pendapatan yang dapat maksimalkan dalam rangka mencapai target realisasi pendapat.

“Kami juga punya strategi tersendiri apabiila pada minggu terakhir bulan November nanti belum memenuhi target, maka akan dilakukan tindakan pengendalian anggaran untuk menjaga likuiditas kas daerah,” imbuh Usman. (FIK)

Happy
Happy
33 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
67 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Terkait Penanggulangan Dampak Pandemi Virus Corona Pemerintah Diharap Tingkatkan Bantuan Kepada KPM BPNT

Berita

Tokoh Birokrat Banyak Karya Monumental Di Kalbar L. H. Kadir Tutup Usia 79 Tahun

Berita

Jurang di Area Objek Wisata Parapat Jadi Tempat Pembuangan Sampah ?

Berita

SMKN 2 Pematang Siantar Gandeng Samurai Paint Gelar Pelatihan Pengecatan

Berita

Walikota Terima Audensi DPD GMNI Sumut dan DPC GMNI Kota P.Sidimpuan

Berita

Setelah Sepuluh Hari Pencarian, Akhirnya Mayat Petani di Samosir Ditemukan 

Berita

Dandim 1206/Psb terima kunjungan IMI (Ikatan Motor Indonesia) kab. Kapuas Hulu 

Berita

Pemko Sidempuan Serahkan 3 Unit Mobil Operasional TK