Home / Berita

Rabu, 23 Maret 2022 - 22:04 WIB

Dialog Interaktif Kemenag Sanggau bersama Polres Sanggau dan Pemkab Sanggau Tangkal Paham Radilakisme

Viewer: 312
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 55 Detik

Polres Sanggau Kalbar,KOMPAS NASIONAL.Com – Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau telah dilaksanakan kegiatan Dialog Interaktif Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kemenag Sanggau bersama Polres Sanggau dan Pemkab Sanggau dengan Tema “Wujudkan sikap Moderasi Beragama Dalam Menangkal Paham Radikalisme, Intoleran dan Ekstrimisme Guna Terciptanya Kabupaten Sanggau yang Harmonis.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sanggau yang diwakili oleh Kasat Binmas Polres Sanggau AKP Priyono, Ketua FKPAI Kabupaten Sanggau Wiharto, S.Pd.I, Kasubag TU Kemenag Sanggau drs. H. Akhmad Saukani, sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Sanggau Ade Wawan Januardi, Kepala KUA serta para penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Sanggau.

Dalam sambutannya Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sanggau mengatakan Kegiatan ini kerjasama dengan Polda Kalbar, Pemkab Sanggau dan Kemenag RI Kabupaten Sanggau sebagai pilot project Moderasi Beragama, sebagaimana diketahui Kabupaten Sanggau plural dengan berbagai suku, budaya dan Agama.

“Visi Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong,” ucapnya.

“Sedangkan Misi Kementerian Agama yakni meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama, memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama, meningkatkan layanan keagamaan yang adil, mudah dan merata, meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu, meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan serta memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik,” tambah Akhmad Saukani.

Baca Juga  Kisah Nurdin, Menjemput Rejeki 15 Tahun Menjadi Tukang Servis Payung Keliling

Ia juga meminta kepada FKPAI agar dapat memaksimalkan Potensi yang ada untuk membina masyarakat untuk mendukung moderasi beragama.

Akhmad Saukani mengatakan untuk menjaga toleransi umat beragama dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dari ancaman perpecahan yang diakibatkan oleh aliran yang disinyalir ingin memisahkan negara republik Indonesia.

“Hari ini pesertanya penyuluh agama islam, diwaktu yang akan datang mungkin penyuluh agama lain. Jadi bukan Islam saja, Tapi semua agama harus memahami moderasi beragama ini.

Hari ini kita berkerjasama dengan Polda Kalbar dan mereka yang membantu mensukseskan acara ini,” ujarnya.

Untuk itulah, dirinya berharap penyuluh agama islam yang mengikuti acara ini dapat memahami maksud dari moderasi beragama, Sehingga bisa menyampaikannya secara terbuka kepada masyarakat.

“Mereka inikan penyuluh-penyuluh agama yang memang ditugaskan untuk menyampaikan kesejukan di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Dikatakannya, Sikap toleransi beragama di Kabupaten Sanggau sudah berjalan dengan cukup baik.

Dari segi budaya juga baik, rumah-rumah ibadah juga ada yang berdampingan.

“Kita selalu mengimbau masyarakat kita untuk menjalankan ajaran agamanya Masing-masing, Tidak boleh ada paksaan, Karena itu bertentangan dengan prinsip-prinsip toleransi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasatbinmas AKP Priyono menyampaikan materi dengan Tema “Peran Tokoh Agama serta semua elemen masyarakat dalam menangkal Radikalisme demi terciptanya situasi Kamtibmas yang Kondusif”.

Baca Juga  Tiga Polres Di Jajaran Polda Kalbar Raih Penghargaan ITK Dengan Kriteria Polres Perbatasan

“Sejarah Radikalisme sebagai Paham, aliran dan Idiologi yang ekstrim erat dengan kekerasan sehingga banyak Negara menolak Paham Radikalisme karena menginginkan perubahan besar dengan jalan kekerasan,” ucapnya.

AKP Priyono juga menyampikan Ciri-ciri dan Sikap Radikalisme menurut UU RI No. 05 Tahun 2018 tentang tindak Pidana Terorisme serta Faktor-faktor penyebab dan cara mencegah Radikalisme.

Dikatannya, Upaya Pemerintah dan Peran Tokoh Agama dengan membangun sinergi lintas agama dalam gugus tugas Pemuka Agama yang telah dibentuk oleh BNPT untuk memerangi penyebaran Paham Radikal dan Intoleran yang berpotensi menjadi Radikal Terorisme serta Sikap dan Perbuatan kelompok untuk dengan cara kekerasan adalah tidak sejalan dengan nilai-nilai Agama.

Kemudian kediatan dilanujutkan dengan Penyampaian materi oleh sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Sanggau dengan Tema “Tindak Lanjut Pemerintah Kabupaten Sanggau dengan dibentuknya beberapa Forum oleh Pemprov Kalbar dalam menyikapi permasalahan penyebaran kelompok Ekstrimisme sesuai Perpres Nomor 7 Tahun 2021”.

Serta Penyampaian materi oleh Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sanggau dengan Tema “Peran Penyuluh Agama dalam menangkal bahaya dan ancaman penyebaran paham Radikalisme, Intoleran dan Extrimisme”.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

JEMBATAN KAPUAS 3 PONTIANAK MASUK DAFTAR PROYEK PRIORITAS

Berita

Polisi Berhasil Tindak Ribuan Kendaraan di Hari Pertama Operasi Keselamatan Jaya 2018

Berita

Kepala Sekolah SMAN 5 Bangga, di Masa Pandemi Covid-19 Sebanyak 21 Orang Siswa SMAN 5 Pematangsiantar lulus SNMPTN

Berita

Ingin Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat, RSUD Sudarso Beralih Gunakan Layanan Listrik Premium

Berita

Plt. BUPATI HUMBAHAS IKUTI UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

Berita

Bupati Samosir Resmikan SPBU Ketiga di Desa Cinta Dame

Berita

Sambut Harganas Plt Wali Kota Pematangsiantar Support Tenaga Kesehatan dan Akseptor KB

Berita

Kelola Anggaran Dengan Baik, Kodam XII/Tpr dan Brigif 19/KH Terima Penghargaan dari DJPb Prov. Kalbar