Home / Berita

Senin, 22 Februari 2021 - 13:59 WIB

Demonstran Myanmar Serukan Mogok Massal, Junta Militer Langsung Keluarkan Ancaman

Viewer: 379
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 40 Detik

Kompasnasional l Para demonstran di Myanmar menyerukan pemogokan massal yang sedianya digelar pada Senin (22/2/2021) untuk memprotes kudeta militer.

Seruan tersebut ditanggapi oleh junta militer dengan ancaman terselubung ihwal penggunaan kekuatan mematikan.

Seruan untuk pemogokan massal dilontarkan pada Minggu (21/2/2021) oleh Gerakan Pembangkangan Sipil di Myanmar.

Mereka meminta orang untuk berkumpul bersama guna membuat “Revolusi Musim Semi” sebagaimana dilansir Associated Press.

Saluran televisi milik negara, MRTV, pada Minggu malam waktu setempat menyiarkan pernyataan dari junta militer yang memberi peringatan terhadap rencana pemogokan umum.

Junta militer menuduh para demonstran menghasut massa untuk melakukan kerusuhan dan anarki pada Senin.

Para pengunjuk rasa sekarang menghasut orang-orang, terutama anak muda dan remaja yang emosional, ke jalur konfrontasi di mana mereka terancam kehilangan nyawa,” bunyi pernyataan itu.

Baca Juga  Sembilan Personil Berprestasi Dapat Reward dan Bingkisan Natal dari Kapolres

Pernyataan itu juga menyalahkan pengunjuk rasa karena “melakukan kekerasan”, sehingga mau tidak mau pasukan keamanan harus membalasnya. Sejauh ini ada tiga pengunjuk rasa telah ditembak mati.

Gerakan protes di Myanmar sebenarnya berlangsung damai dan hanya sesekali terlibat dalam konfrontasi dengan polisi dengan melemparkan botol ke arah polisi ketika diprovokasi.

Di Yangon, kota terbesar Myanmar, truk-truk melaju di jalanan pada Minggu malam waktu setempat.

Larangan berkumpul dikeluarkan tak lama setelah kudeta tetapi tidak diberlakukan di Yangon, yang selama dua pekan terakhir telah menjadi tempat demonstrasi besar-besaran.

Pada Minggu pagi waktu setempat, massa menghadiri pemakaman wanita muda yang menjadi korban tewas pertama dalam aksi penolakan kudeta militer. Wanita tersebut bernama Mya Thwet Thwet Khine.

Baca Juga  Sujud Syukur Kotak Kosong, Walkot Makassar Ditegur Gubernur

Dia ditembak di kepala oleh polisi pada 9 Februari dalam sebuah aksi protes di ibu kota Myanmar, Naypyidaw. Setelah dirawat, Mya mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (19/2/2021).

Para demonstran juga berduka atas dua pengunjuk rasa lainnya yang ditembak mati pada Sabtu (20/2/2021) di Mandalay.

Puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengambilalihan militer di kota terbesar Myanmar Yangon dan menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi, pada Minggu (7/2/2021).

Truk-truk tersebut dengan nyaring mengumumkan bahwa rakyat tidak boleh menghadiri aksi pada Senin dan harus menaati larangan berkumpul.
(KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Latih Pengibaran Bendera, Upaya Satgas Pamtas Yonif 407 Bentuk Karakter Siswa-siswi SMPN 4 Ketungau Hulu*

Berita

Selain Pecat Kakanwil BPN DKI, Sofyan Djalil Mutasi Kepala Pertanahan Jaktim ke Maluku Utara

Berita

Salurkan Mesin Pencacah Daun Nenas, Ketua TP. PKK Taput Upayakan Fasilitasi Pelatihan.

Berita

Kegiatan KBM Tatap Muka Langsung di Wilayah Cabdis Pendidikan Siantar-Simalungun Dibatalkan

Berita

SN-PMB PTN Ubah Sistem penilaian SBMPTN

Berita

Pangdam XII/Tpr Buka Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer

Berita

Wawako Psp Lakukan Vaksinasi Covid-19 Di Puskesmas Padangmatinggi

Berita

Babinsa Serda Rinto Kawal Penyaluran BLT DD Desa Binaan.