Kompasnasional.com.Balge,Toba | Dalam acara temu Pers yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Toba pada Kamis,16 Desember 2021 di Balai Data kantor Bupati Toba,Kamis 16 Desember 2021.
Dari beberapa SKPD di Toba bertindak sebagai Narasumber yaitu ; Dinas Pendidikan diwakili Sekretaris Rikardo Hutajulu, Kadis PMD Henry Silalahi, Kadis Kesehatan, dr. Juliwan Hutapea dan Direktur RSUD Porsea, dr Tommy Siahaan.
Bupati Toba Ir.Poltak Sitorus tanpa didampingi Wakil Bupati Tony M.Simanjuntak,SE yang untuk pertama kalinya mengadakan Temu Pers setelah menjabat Bupati Toba memaparkan berbagai capaian kinerja Pemkab Toba sesuai Visi dan Misi pemkab Toba ” UNGGUL DAN BERSINAR” kepada wartawan media cetak,elektronik,online.
Bupati saat ditanyai wartawan terkait pengadaan Bibit Jagung saat pandemi tahun 2021.
Apakah Bupati Toba Poltak Sitorus pernah dipanggil Poldasu ?, tanya wartawan Berlin Marpaung.
Menindaklanjuti kepergian saya ke Poldasu, benar saya pernah ke Poldasu 2 kali pak, sebut Bupati, Itu mengenai lahan Eks Karsitek, bukan mengenai bibit jagung, jawab Poltak.
Ketika ditanya tentang program “TARHILALA” yang disebut sebagai program “Tidak Jelas” sehingga tak perlu dilanjutkan. Ia juga minta penjelasan mengenai rumor yang viral di media sosial, dimana Bupati diissukan dan diduga terlibat dalam bisnis pengadaan bibit jagung yang didanai APBD tahun 2020 senilai 6 milliar.
Pak Bupati sering ke Medan, apakah hal itu ada hubungan dengan issu dan dugaan keterlibatan pak Bupati dalam program pengadaan bibit Jagung, tanya wartawan.
Namun sayang sedikit melempam, belum sempat dijawab Bupati, Kadis Kominfo dengan kelihayannya langsung memotong agar pertanyaan tidak lari dari substansinya.
Bupati menjelaskan, bahwa kata Tarhilala dalam bahasa Batak dapat diartikan sebagai pemberdayaan dan pemanfaatan, sehingga dirinya meminta supaya program itu jangan ditafsirkan secara negatif.
Kata Tarhilala mengandung makna memanfaatkan ruang, waktu dan tenaga dalam berbagai sendi kehidupan, tegas Bupati Ir.Poltak Sitorus.
Terkait pengadaan jagung, Poltak dengan tegas menjawab bahwa program pengadaan bibit jagung itu sudah melalui semua prosedur, dilakukan dengan benar dan bupati juga mempersilahkan para wartawan mengecek langsung ke petani, berapa hasil capaian panen petani per-hektare.
Bupati menjelaskan bahwa dirinya sudah turun langsung ke lapangan mengecek hasil capaian panen yang diperoleh petani.
Saya tidak mau informasi palsu, saya cek ke petani, ternyata hasilnya bisa mencapai 6,72 ton per hektar. Bahkan yang kami tanam di kampung saya, hasilnya mencapai 10 ton/ha, pungkasnya.
Jika ada yang menuduh bahwa saya mendapat keuntungan pribadi dari program ini, silahkan membuktikan dan jika bibit jagung itu palsu dan ada penyimpangan “Penjarakan saya”, sebut Bupati dengan tegas penuh semangat dan keyakinan.
Acara Temu Pers yang pertama kali ini, Bupati yang didampingi Sekda Drs.Audhy Murphi Sitorus, Kadis Kominfo Lalo H.Simanjuntak, Ass III Parulian Siregar, Staf Ahli Sahat Simanullang, Kadis PMD Henri Silalahi,MSi,Kadis Kesehatan dr.Juliwan Hutapea,Kepala RSUD Porsea dr.Tommy Siahaan, Kabid dan staf Kominfo, tanpa dihadiri wakil Bupati Tony Simanjuntak,SE ( LamS)







