
Halsel – Kompasnasonal.com | Bupati kabupaten Halmahera Selatan, H. Usman Sidik didampingi wakil bupati Hasan Ali Bassam Kasuba meresmikan 12 unit tempat pengolahan hasil kopra putih di Desa Tabapoma, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kamis (29/07/2021)
Selain Bupati dan Wakil Bupati, turut hadir dalam peresmian itu, Wakil Ketua I DPRD Umar H. Soleman, Wakil Ketua II DPRD Muslim H. Rakib, Kadis Pertanian Ir. Agus Heriawan, Kadis Pendidikan Safiyun Rajilun, Kadis Perkim Ahmad Hadi dan Camat Bacan Timur Tengah, serta sejumlah Kepala Desa.
Dengan tajuk “peningkatan produk kalapa, melalui optimalisasi pengelolahan kopra putih di Halsel” maka pemerintah Daerah dibawah kendali Hi Usman Sidik dan Hasan Ali Basam Kasuba berencana mendatangkan investor untuk meinvestasi kopra putih.
“Saya di hubungi oleh teman dibeberapa Negara terkait kopra putih ini, saya bersama wakil Bupati sampaikan di berbagai daerah saat berkampanye, alhamdulillah hari sudah terlaksana tapi ini baru awal pengolahanya ada juga turunannya yaitu kulit sabut kelapa, dan tampurung kalapa, kita akan cari peluang yang terbaik untuk kesejahtran masyarakat Halsel” tutur Bupati H Usman Sidik saat memberi sambutan.
Bupati juga bilang, kopra putih ini bagian dari visi misi kami pasangan Usman Bassam, dan saat ini banyak investor yang sudah menghubungi saya untuk berinvestasi di Halmahera selatan.
Bahkan dirinya bakal mengusulkan pembangunan jalan di kecamatan Bacan Timur Tengah sebagai status jalan nasional dengan menjadikan jalan tersebut sebagai sentra ekonomi.
“Kita akan usulkan untuk jalan di sini masuk jalan Nasional, karena jalan disini bagian dari sentra ekonomi masyarakat Halmahera Selatan,” pungkasnya.
Sebelumnya Kadis Pertanian Halsel, Agus Heriawan juga memberi sambutan dengan mengawali ucapan terima kasih kepada Bupati dan wakil bupati dalam meresmikan tempat pengolahan kopra putih. Dan dalam kesempatan itu Agus mengatakan bahwa produksi kopra terbesar di Bacan Timur Tengah berada di Desa Tabapoma.
Selain itu dirinya juga menyampaikan bahwa komoditi Kopra merupakan potensi terbesar kabupaten Halmahera Selatan, untuk itu Dinas Pertanian memberikan bantuan 12 unit tempat pengolahan kopra putih.
“Kita di Halsel mempunyai kelapa 28.000 hektar dan produksi per tahun itu 23.000 hektar, sehingga potensi yang cukup besar, dan selama ini masih di kerjakan secara tradisional, kita ketahui harga kopra biasa kisaran harga 10.000 sampai dengan 15.00 per kilo, kalau kopra putih itu bisa lebih mahal harganya” ucap Agus.
(FIK)







