MEMPAWAH KALBAR,KOMPAS Nasional – Bupati Mempawah, Erlina menerima Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI dan PT. BAI di Kabupaten Mempawah, Kamis (17/06/2021).
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Ketua Komisi VII DPR RI, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI, Direktur Utama PT. BAI, Direktur Utama PT. Aneka Tambang, dan Direktur PT. PLN
Bupati Erlina mengatakan, Kabupaten Mempawah saat ini telah ditetapkan oleh Bapak Presiden Jokowi dalam Perpres nomor 109 Tahun 2020, tentang perubahan ketiga atas peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dan atas dasar tersebut Pemerintah Kabupaten Mempawah mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Mempawah baik itu Proyek Strategis Nasional pelabuhan kijing, maupun pembangunan smelter PT. BAI.
Pembangunan Smelter atau SGAR di PT. BAI, merupakan hasil kerjasama antara PT. Aneka Tambang dan PT. Indonesia Asahan Aluminiaum (Inalum). Dengan nilai proyek mencapai 831,5 juta dollar yang dilaksanakan oleh konsorsium PT. PP dan Chalieco.
“Sampai saat ini telah dimulai beberapa tahapan pembangunan, diantaranya pembebasan lahan yang telah mencapai 97 persen. Sementara untuk progres pembangunan fisik, baru mencapai sekitar 14 persen,” ungkap Erlina.
Dengan adanya pembangunan prioritas nasional di Kabupaten Mempawah, imbuh Erlina diharapkan membawa perubahan bagi peningkatan perekonomian, penyerapan tenaga kerja, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan IPM di Kabupaten Mempawah.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran Bapak dan Ibu dari Komisi VII DPR RI dapat memberikan dukungan dan rekomendasi untuk percepatan pembangunan dan pengoperasian smelter PT. BAI,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengatakan, tujuan pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Smelter PT. BAI, adalah bagian dari fungsi pengawasan yang dilaksanakan DPR RI.
“Kami ingin melihat langsung progres pembangunan smelter di Kabupaten Mempawah, dan kemungkinan kendala-kendala apa saja yang dihadapi PT. BAI, seperti pembebasan lahan, pembangunan infrastruktur, dan pasokan listrik,” ungkap Sugeng.
Lebih lanjut, Sugeng mengakui keberadaan Smelter yang dibangun PT.BAI memiliki peranan penting bagi daerah, tidak hanya Mempawah, tetapi juga Kalbar, bahkan nasional sebagai daya ungkit perekonomian.
(Hasnan Sutanto)







