Home / Berita

Rabu, 1 Mei 2024 - 12:27 WIB

Budaya Maragat dan Minum Tuak, Kearifan Lokal Masyarakat Batak, Mikael : Tidak Sembarang Orang Bisa Maragat

Viewer: 1167
0 1
Terakhir Dibaca:2 Menit, 26 Detik

JEJAK NASIONAL, SAMOSIR – Seorang paragat tuak di Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanido Kabupaten Samosir, Sumatera utara, mengambil tuak dari pohon sebagai hasil sadapan, dialah S Mikael Sidauruk.

“Maragat adalah pekerjaan menyadap pohon Tuak, (aren, enau) untuk menghasilkan minuman tradisional beralkohol, yang umum dikenal dengan tuak. Maragat ini salah satu pekerjaan yang sudah menjadi tradisi di tengah masyarakat Batak sejak dahulu,” ujarnya.

Pekerjaan maragat, lebih dominan dilakukan oleh lelaki. Tidak sembarang orang yang bisa maragat, karena harus memiliki keahlian tertentu. “Pekerjaan ini membutuhkan konsistensi tingkat tinggi, seperti ketelitian, ketelatenan, dan kesabaran,” katanya.

Pekerjaan ini dimulai dari merawat pohon aren yang biasa tumbuh di perladangan atau sekitar hutan. Pohon ini nantinya akan menghasilkan buah pertama yang disebut halto yaitu buah yang sering dijadikan bahan dasar kolang-kaling.

“Setelah halto keluar, pada pohon aren akan tumbuh tangan arirang. Berbeda dengan halto, tangan arirang ini memiliki buah yang tekstur dan bentuknya lebih kecil dan lonjong dari buah halto, dan sedikit lebih besar,” jelasnya.

Baca Juga  Syaren Situmorang Mendapat Restu dan Dukungan Pimpin ITJI Sibolga Tapteng

Tangan arirang inilah yang kemudian diproses seorang paragat. Awalnya, tangan arirang ini dibalbal (dipukul-pukul) menggunakan kayu berbentuk pentungan yang khusus dibuat oleh paragat. Setelah itu tangan arirang digoyang-goyang, sering disebut mengayun. Cara ini dilakukan untuk membuka pori-pori pada tangan arirang agar nantinya bisa mengeluarkan air tuak, yang disebut nira dan rasanya manis.

Mambalbal dan mangayun ini bisa berlangsung sampai berminggu-minggu. Setelah tiba saatnya dan dianggap sudah matang, paragat akan melakukan pemotongan (mangiris, manappul) batang tangan arirang dengan pisau khusus dan mengolesnya dengan buah kemiri.

“Nah, setelah batang tangan arirang ini dipotong, paragat akan memberikan ramuan yang biasanya disebut mangarokkapi (meramu). Praktiknya, membungkus pangkal batang tangan arirang dengan ramuan dari batang keladi dan ramuan lainnya,” paparnya.

Batang tangan arirang ini akan menghasilkan air nira lebih banyak lagi. Air nira inilah yang akan diramu dan diresep dengan bahan tertentu, sejenis kulit kayu yang disebut raru sehingga terjadi permentasi dengan air nira dan menghasilkan minuman tuak.

“Memanen hasil sadapan, biasanya dilakukan pagi dan sore, namun lebih sering sore hari dengan wadah jerigen. Lalu Tuak ini dijual ke lapo-lapo atau warung-warung yang khusus menyediakan tuak. Warung ini dikenal dengan sebutan lapo tuak,” terangnya.

Baca Juga  Ketua YKI Taput Satika Simamora Peduli Kasih, Kunjungi 13 orang Penderita.

Tuak lebih cocok dinikmati sore hingga malam hari. Umumnya, harga tuak di warung (lapo tuak) Rp3000 per gelas. Atau Rp10.000 perteko kecil dengan kapasitas 3 gelas tuak.

“Terkait Makna Parjambaron Dalam Adat Batak Toba. Selain sebagai minuman favorit sehari-hari masyarakat Batak, tuak juga kerap digunakan sebagai pelengkap acara adat masyarakat Batak Toba, khususnya di Samosir. Dalam lingkaran ini, sering muncul istilah parsituak natonggi, yang diwujudkan sebagai uang dari pihak tertentu yang tujuannya membeli tuak untuk dinikmati bersama-sama,” urainya.

Paragat tuak biasanya dilakukan warga desa, karena pohon aren tumbuh di sekitar pedesaan atau dekat dengan hutan. “Konon, di dalam mitologi atau cerita dongeng ataupun turi-turian masyarakat Batak, pohon aren atau enau yang disadap ini merupakan penjelmaan seorang putri yang sering menangis karena mengalami kesedihan. 

Reporter: Candro Situmorang

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Masuk dan Keluar Lokasi SMK Negeri 1 Siantar Wajib Scan Aplikasi PeduliLindungi

Berita

Tekan Angka Penularan Covid-19, Pemko Siantar Terapkan PPKM Skala Mikro

Berita

Polda Kalbar Gelar Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap ll Itwasum Polri

Berita

Viral Bocah Madura Jadi Miliarder di Arab Saudi karena Warisan

Berita

Amanda Mantan Pacar Mario Dandy Hadir di PN Jaksel Jelang Sidang AG

Berita

Pulihkan Perekonomian, Bupati Tapsel Ajak Masyarakat Untuk Tingkatkan Pertanian Holtikultura dan TOGA

Berita

Menggelar Kegiatan Supervisi Seksi Pengawasan Pada Jajaran Polsek Polres Melawi Tahun 2021*

Berita

Wapres Tiba di Pontianak Serahkan Bantuan Kemensos dan BPJAMSOSTEK Kepada Warga