Home / Berita

Selasa, 30 Agustus 2022 - 12:58 WIB

BPKP Lakukan Audit Perbaikan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit di Kalbar

Viewer: 436
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 40 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.Com – BPKP Kalimantan Barat melakukan audit terhadap tata kelola industri kelapa sawit.

Hal ini sebagai upaya untuk peningkatan tata kelola industri sawit mengingat industri kelapa sawit menjadi salah satu motor penggerak perekonomian di Indonesia.

Bertempat di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kepala BPKP Kalimantan Barat, Dr. Ayi Riyanto, Ak. M.Si., bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Asisten II Sekda Prov Kalbar), Drs. Ignasius IK, S.H., M.Si., dan Kepala Biro Perekonomian Setda Prov Kalbar, Frans Zeno, S.STP., mengikuti Entry Meeting Audit Tujuan Tertentu Tata Kelola Industri Kelapa Sawit di Provinsi Kalimantan Barat, Senin (29/8/2022).

Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Perwakilan BPKP yang melakukan kegiatan pengawasan pada unit-unit kerja PT. Perkebunan Nusantara (PTPN), Inspektur, para Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kab/Kota, serta Kepala Kantor ATR/ BPN di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pada kesempatan tersebut, Asisten II Sekda Prov Kalbar mengungkapkan pertemuan ini menjadi bentuk komitmen yang tinggi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi/kab/kota di seluruh Kalimantan Barat dalam mendukung peningkatan dan pengembangan industri nasional/daerah berbasis komoditas unggulan daerah Kalimantan Barat, salah satunya kelapa sawit.

Baca Juga  Serahkan Hadiah Lomba Menembak Senapan, Pangdam XII/Tpr : Jadikan Sebagai Bahan Evaluasi Pembinaan di Satuan*

Dari sisi industri, pengolahan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat didukung dengan 121 PKS (IUP) di 12 Kabupaten dengan kapasitas terpasang sebesar 5.915 ton/TBS/jam dan kapasitas terpakai sebesar 4.820 ton/TBS/ jam (81,49%) dan 9 PKS (IUP-P) di 6 Kabupaten dengan kapasitas terpasang sebesar 390 ton/TBS/jam dan kapasitas terpakai sebesar 375 ton/TBS/jam (96,15%). Produksi dari PKS tersebut masih terbatas pada produk Crude Palm Oil /CPO dan hanya terdapat 1 pabrik pengolahan minyak goreng di Kota Pontianak (PT.Wilmar).

Potensi CPO sangat besar untuk dapat dikembangkan dengan membangun industri hilir di daerah sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.

Pembangunan industri hilir di daerah dapat mendorong PKS yang ada untuk melakukan diversifikasi produk olahannya atau mendorong investasi lain (koperasi/ BUMD/BUMDes) dengan memanfaatkan dan menerapkan teknologi yang adaptable dari pengembangan produk CPO.

Hal ini perlu diperhatikan terkait pembatasan ekspor CPO yang sangat berdampak multi effect dan multi dimensi (kerugian pekebun dan turunnya ekspor dan pendapatan pajak) yang belum pulih hingga saat ini.

Baca Juga  Gelar Ops Patuh Kapuas 2021, Polres Melawi Bagikan Brosur Imbauan dan Masker*

Lebih lanjut, Asisten II Sekda Prov Kalbar menjelaskan audit tujuan tertentu dan pemeriksaan yang dilakukan Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mengharapkan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota yaitu Perangkat Daerah yang terkait dan Instansi terkait dalam hal ini Kantor Kanwil ATR/BPN dan para Kantah ATR/BPN Kab/Kota Seluruh Kalimantan Barat yang berhubungan dengan informasi dan data yang dibutuhkan dalam pelaksanaan audit ini, sehingga hasilnya dapat menggambarkan secara utuh dan kondisi sesungguhnya pelaksanaan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit di Kalimantan Barat.

“Hal ini menjadi gambaran atas pengembangan industri pengolahan turunan produk kelapa sawit, juga menjadi tantangan yang harus dapat segera hadir di Kalimantan Barat. Kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat pelaksanaan desiminasi program IPTEK yang sudah ada di daerah dari dana yang dikelola BPDPKS sebagai upaya mengurangi ketergantungan atas satu jenis produk (CPO) yang masih mendominasi industri pengolahan kelapa sawit,” tutup Asisten II Sekda Prov Kalbar.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Keterangan fotonya : Jaksa Dr. Cand. Asepte Gaulle Ginting, SH, MH, saat menjadi narasumber di acara pelatihan investigasi narkotika yang diadakan oleh Drug Enforcement Administration (DEA) atau Badan Narkotika Amerika Serikat, di Batam, Kepulauan Riau, Senin (22/7/2024). (Foto: Istimewa)

Berita

Kejari Medan jadi narasumber pelatihan investigasi narkoba DEA di Batam

Berita

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY Ajak Warga Bersihkan Lingkungan Sekolah Di Perbatasan

Berita

Arus Lalu Lintas 12 Jalan di Medan Diubah, Berikut Daftarnya
Baru Saja Menghirup Udara Segar, Residivis di Blitar kembali harus mendekam dibalik Jeruji Besi

Berita

Baru Saja Menghirup Udara Segar, Residivis di Blitar kembali harus mendekam dibalik Jeruji Besi

Berita

Wali Kota Lepas Jemaah Calhaj Kloter 3 Sidempuan dari Asrama Haji Medan

Berita

Diwakili Asisten Perekonomian, Pemkab Samosir Buka KLHS, Hotraja: Pentingnya Integritas

Berita

Warga Desa Teluk Geruguk Kabupaten Kapuas Hulu Mendambakan Listrik PLN

Berita

Bupati Taput Narasumber Sosialisasi Pendaftaran CPNS lingkup Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi