Viewer: 624
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:21 WIB

Awas, Rumah Makan Jadi Tempat Penularan Covid-19

Viewer: 625
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Rumah makan dan restoran menjadi tempat rawan penularan COVID-19 saat ini. Hal itu disampaikan oleh Pakar kesehatan Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr. Andani Eka Putra.

“Saat ini hampir tidak ada restoran dan rumah makan yang aman. Dalam sebuah tes usap pada salah satu restoran, hampir 30 persen karyawannya terinfeksi,” katanya.

Menurutnya, kerawanan rumah makan diperparah oleh konsumen yang tidak pakai masker di restoran, pelayan juga tidak pakai masker, akhirnya restoran jadi salah satu titik masalah penyebaran COVID-19. Ia mengemukakan cara paling tepat untuk mengatasi penyebaran COVID-19 di rumah makan adalah dengan melakukan pemeriksaan tes usap gratis bagi pengelola dan karyawan restoran.

Andani berharap para pengelola dan karyawan restoran menerapkan protokol COVID-19 yang benar dan semua pelayan wajib pakai masker, jaga jarak dengan pengunjung. Pada sisi lain, ia mengingatkan masyarakat tidak perlu takut dengan COVID-19 namun jangan lalai terhadap protokol kesehatan.

Baca Juga  #TanyaDokter: Ciri-ciri Mimisan yang Berbahaya

“Masyarakat kita cenderung lalai, namun begitu terinfeksi stres minta ampun. Ini yang menyebabkan kematian karena stres berlebihan. Kenapa meninggal? Karena jantung, ginjal, dan gula tidak terkontrol. Ini yang terjadi, sudah mental tidak kuat, lalai pula,” katanya

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand itu mengingatkan kalau merasa tidak kuat atau takut menghadapi COVID-19 maka jaga diri dan keluarga.

“Pikirkanlah ketika orang tua positif corona dan meninggal, sementara kita tidak bisa ketemu orang tua yang meninggal,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai aktivitas perjalanan dinas, mudik, wisata, dan pesta perkawinan.

Baca Juga  3 Pasien Positif Covid-19 Kampar Sudah Dipulangkan

“Bagi yang melakukan aktivitas perjalanan dinas harus hati-hati. Setiap pulang dinas, bilang kepada suami jangan masuk kamar dulu, tes usap dulu,” katanya.

Begitu pula bagi yang mudik, rentan membawa virus dari luar kota. Berbicara tentang new normal, Andani mengatakan ini adalah sebuah karakter baru, yakni bagaimana melakukan adaptasi terhadap kondisi pandemi.

“Konsep new normal kembali pada kondisi normal, pada kondisi yang ada. Namun bukan kembali kepada kondisi semula. Konkretnya, kondisi adaptif atau penyesuaian terhadap kondisi era pandemi dengan memakai masker , jaga jarak, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan pandemi ini tidak bisa diselesaikan sendiri, namun hanya bisa diselesaikan dengan keterlibatan semua komponen bangsa.(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Kapolda Metro Soal Kerumunan: Kapolsek, Wakapolsek Tanah Abang Positif Covid-19
Foto anak salah satu korban keracunan bakso bakar di madina sumut

Berita

20 Anak di Madina Keracunan Usai Makan Bakso Bakar

Berita

Konsumsi Petai Bisa Merusak Ginjal, Mitos atau Fakta?

Berita

Tertawakan Diri Sendiri Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental
Foto Menkes Budi Gunadi Sadikin

Berita

Menkes Prediksi Puncak Kasus COVID-19 Omicron XBB Bakal Seperti Ini

Kesehatan

Kasus Gontor, Ahli Minta Pesantren Tutup Hingga Akhir Tahun

Berita

Jelang Idul Adha, Fitriani Manurung Ajak Warga Kota Medan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Gaya Hidup

Kapan Waktu Sarapan yang Baik?