Viewer: 648
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:21 WIB

Awas, Rumah Makan Jadi Tempat Penularan Covid-19

Viewer: 649
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Rumah makan dan restoran menjadi tempat rawan penularan COVID-19 saat ini. Hal itu disampaikan oleh Pakar kesehatan Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr. Andani Eka Putra.

“Saat ini hampir tidak ada restoran dan rumah makan yang aman. Dalam sebuah tes usap pada salah satu restoran, hampir 30 persen karyawannya terinfeksi,” katanya.

Menurutnya, kerawanan rumah makan diperparah oleh konsumen yang tidak pakai masker di restoran, pelayan juga tidak pakai masker, akhirnya restoran jadi salah satu titik masalah penyebaran COVID-19. Ia mengemukakan cara paling tepat untuk mengatasi penyebaran COVID-19 di rumah makan adalah dengan melakukan pemeriksaan tes usap gratis bagi pengelola dan karyawan restoran.

Andani berharap para pengelola dan karyawan restoran menerapkan protokol COVID-19 yang benar dan semua pelayan wajib pakai masker, jaga jarak dengan pengunjung. Pada sisi lain, ia mengingatkan masyarakat tidak perlu takut dengan COVID-19 namun jangan lalai terhadap protokol kesehatan.

Baca Juga  Sederet manfaat pokak untuk kesehatan yang jarang diketahui

“Masyarakat kita cenderung lalai, namun begitu terinfeksi stres minta ampun. Ini yang menyebabkan kematian karena stres berlebihan. Kenapa meninggal? Karena jantung, ginjal, dan gula tidak terkontrol. Ini yang terjadi, sudah mental tidak kuat, lalai pula,” katanya

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand itu mengingatkan kalau merasa tidak kuat atau takut menghadapi COVID-19 maka jaga diri dan keluarga.

“Pikirkanlah ketika orang tua positif corona dan meninggal, sementara kita tidak bisa ketemu orang tua yang meninggal,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai aktivitas perjalanan dinas, mudik, wisata, dan pesta perkawinan.

Baca Juga  Berapa Banyak Kalori Harus Dibakar Demi Menurunkan Berat Badan?

“Bagi yang melakukan aktivitas perjalanan dinas harus hati-hati. Setiap pulang dinas, bilang kepada suami jangan masuk kamar dulu, tes usap dulu,” katanya.

Begitu pula bagi yang mudik, rentan membawa virus dari luar kota. Berbicara tentang new normal, Andani mengatakan ini adalah sebuah karakter baru, yakni bagaimana melakukan adaptasi terhadap kondisi pandemi.

“Konsep new normal kembali pada kondisi normal, pada kondisi yang ada. Namun bukan kembali kepada kondisi semula. Konkretnya, kondisi adaptif atau penyesuaian terhadap kondisi era pandemi dengan memakai masker , jaga jarak, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan pandemi ini tidak bisa diselesaikan sendiri, namun hanya bisa diselesaikan dengan keterlibatan semua komponen bangsa.(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Capai 2.657, Jokowi: Ini Sudah Lampu Merah!

Kesehatan

Wali Kota Bogor Bima Arya Benarkan Habib Rizieq Shihab Sudah Pulang dari RS Ummi

Berita

Peduli Kemanusian Asner Anjangsana ke Rumah Roida Siregar Penderita Kanker Payudara Stadium 4
Mulai 1 Juli, Telat Bayar Iuran Langsung Nonaktif dari Peserta BPJS Kesehatan -KompasNasional

Arsip

Mulai 1 Juli, Telat Bayar Iuran Langsung Nonaktif dari Peserta BPJS Kesehatan

Kesehatan

Menurut Penelitian, Orang yang Sering Makan Ayam Akan Lebih Berisiko Terkena Kanker, Begini Penjelasannya
Foto Ilustrasi

Berita

Wanita di Sumut Terlalu Sibuk Kerja Bikin Angka Kelahiran Turun

Kesehatan

Wapres Ma’ruf Amin Mengingatkan Pentingnya Pesantren Menerapkan Protokol Kesehatan

Kesehatan

Airlangga sebut pemerintah mulai lakukan vaksinasi Covid-19 pekan depan