Home / Berita

Rabu, 6 Oktober 2021 - 19:11 WIB

ALIANSI GERTAK TUNTUT TUTUP PT.TPL ADAKAN AKSI DEMO DITENGAH PANDEMI

Viewer: 391
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 8 Detik

KompasNasional.id.com.Toba | Pandemi Covid-19 masih dalam tahap tantantangan serius di bumi ini, tetapi masyarakat harus bergerak mengikuti arah perkembangan peningkatan ekonomi demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pandemi civid-19 yang meluluhlantakan perekenomian global tidak membuat kemauan masyarakat takut menyuarakan kebenaran dan mengacungkan tangan demi untuk suatu tuntutan kebenaran.

Rabu 6/10/2021 masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup perusahaan  Toba Pulp Lestari (TPL) melakukan aksi demonstrasi damai, dimulai dari  tugu Pahlawan Revolusi Mayjen Purn D.I. Panjaitan Balige long march sampai ke Kantor Bupati Toba.

Sesampai di kantor Bupati Aksi Aliansi tutup TPL berorasi

yang dibawakan Pak Rini Simanjuntak menyuarakan berbagai tuntutan tutup TPL, kembalikan tanah adat, sudah 30 tahun TPL merusak lingkungan Danau Toba cetusnya dengan bersemangat sambil memakai  ulos batak

di lapangan upacara kantor Bupati Toba.

Baca Juga  Ingin Nikmati Kemudahan Layanan Kelistrikan, Ribuan Warga Kalimantan Barat Gunakan Aplikasi PLN Mobile

Rombongan demonstran diterima  Wakil Bupati Toba Tony M.Sinanjuntak,SE didampingi Assisten 3 Parulian Siregar, Kadis Lindup Mintar Manurung, staf ahli Darwin Sianipar.

Saat koordinator lapangan Benget Sibuea

di jumpai KompasNasional mengatakan Para demonstrasi menuntut harus bertemu Bupati Toba, namun yang akhirnya hadir Wakil Bupati.

Wakil bupati mengatakan menampung seluruh aspirasi masyarakat serta mengajak 5 orang utusan para demonstran untuk duduk bersama di kantor wakil bupati,namun para demonstran merasa enggan dengan dalih kami makan dulu kilah salah satu dari mereka.

Koordinator lapangan Benget Sibuea ( mas Boi ) ketua Aliansi Gertak

di jumpai KompasNasional mengatakan bahwa aksi ini adakah Solidaritas dan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan Tanah Batak termasuk keindahan Danau Toba, peserta aksi ini sebanyak 400 orang,  kami menuntut agar perusahaan PT.Toba Pulp Lestari (TPL) segera di tutup, perusahaan ini sudah ganti baju katanya, sekarang PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang sebelumnya bernama PT. Inti Indorayon Utama (IIU),tetapi kiprahnya tidak berganti,

Baca Juga  Demokrat Ogah Debat dengan Sahroni: Jangan Cari Pembenaran, AHY Sudah Move On

tanah adat batak jangan di ambil alih perusahaan, jangan ada lagi milik rakyat diambil alih oleh perusahaan, salah satu daerah Sigapiton,ujarnya.

Hal senada juga di gadang- gadang salah satu juru Orasi pak Rini Simanjuntak.

Tuntutan sepenuhnya kembalikan tanah adat kepada masyarakat Tano Batak.

Perusahaan TPL harus ditutup biar ada kesegaran alami di Tano Batak.

Pihak TPLmengabaikan tuntutan warga masyarakat yang pro tutup, tidak pernah membuka diri, egoisnya tinggi, tidak perduli ujar Mas Boi.

Diskusi dengan dengan pihak perusahaan tidak pernah dan selalu mengabaikan dan juga selalu mengadalkan aparat keamanan menghadapi rakyat.

Aparat pihak keamanan adakalanya mengintimidasi aliansi sambung Boi.

Bila aliansi meminta ijin aksi pihak keamanan selalu membuat alasan.

Keinginan Aliansi kepada Bupati Toba agar Pemkab jujur melaksanakan hasil Verifikasi Team terpadu dari kementerian Kementerian Lingkungan Hidup ( KLH). ( LamS)

Penulis :  Lambok Sianturi

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Tapsel Puji Keramahan Ketua Komisi Kejaksaan RI

Berita

Polres Nias Selatan Terapkan Protokol Kesehatan

Berita

Lebaran 2022, BI Pematangsiantar Sediakan Rp. 3,1 Triliun Uang Pecahan Baru

Berita

Eddy Rumpoko Didakwa Terima Suap Sekitar Rp 1,9 M

Berita

Sinergitas Forkopimda Sambas Kawal Pelaksanaan Pencanangan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Arsip

Menunggu 1 jam rompi oranye tak kunjung datang, Masinton tinggalkan KPK

Berita

Bupati Samosir Hadiri Acara Pembukaan Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023

Berita

Airlangga Umrohkan Ustad Korban Penusukan di Aceh Tenggara