Jakarta, JejakNasional – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta turun hingga 3,5%. Target itu dicanangkan setelah angka pengangguran di Ibu Kota tercatat menurun menjadi 5,79% pada Mei 2026.
Pramono mengatakan penurunan angka pengangguran menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menurutnya, meskipun angka pengangguran telah menurun, upaya membuka lapangan kerja masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saya sungguh berharap, Pak Kepala Dinas, segera bisa turun di angka 3,5% karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain,” kata Pramono saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026
Pramono menyebut jumlah lamaran yang masuk secara daring telah mencapai 28.484 lamaran sejak kegiatan dibuka. Jumlah tersebut belum termasuk pelamar yang datang langsung ke lokasi.
“Kurang lebih ada seratus perusahaan dan kemudian ada 12 ribu lowongan pekerjaan. Dan mudah-mudahan, walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi sudah mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.484 lamaran melalui online,” tuturnya.
Selain menggelar bursa kerja, Pemprov DKI menyiapkan strategi pengembangan keterampilan tenaga kerja, termasuk melalui pusat pelatihan kerja dan perluasan kesempatan kerja ke luar negeri.
Pramono mengatakan pemerintah daerah akan melanjutkan pelatihan bahasa bagi pencari kerja yang berminat bekerja di luar negeri. Menurutnya, kemampuan bahasa masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi calon pekerja.
Dia berharap berbagai langkah tersebut dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus mendorong penurunan angka pengangguran di Jakarta hingga mencapai target 3,5%.
Pencari Kerja di Jakarta Akan Dapat Kartu Khusus Gratis Naik Transum
Dikesempatan yang sama, Pramono juga akan menyiapkan kebijakan transportasi umum (transum) gratis bagi pencari kerja di Jakarta. Nantinya, pencari kerja yang memenuhi kriteria akan mendapatkan kartu khusus untuk menikmati fasilitas tersebut.
Pramono mengatakan kebijakan itu akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Pencari kerja akan menjadi salah satu kelompok penerima manfaat dari perluasan golongan masyarakat yang bisa menggunakan transportasi umum milik Pemprov DKI secara gratis.
“Mulai 1 Januari ada dari 15 menjadi 21 golongan yang dibebaskan naik transportasi publik di Jakarta, termasuk di dalamnya adalah pencari kerja di Jakarta,” kata Pramono.
Pramono mengatakan kebijakan itu dibuat untuk membantu masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Menurutnya, biaya transportasi menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan ketika seseorang berusaha mendapatkan pekerjaan.
“Saya membayangkan siapa pun di ruangan ini, di tempat ini, pasti pernah mencari kerja. Naik turun transportasi publik yang ada di Jakarta, dan untuk itu secara khusus kami akan menggratiskan siapa pun yang mencari kerja di Jakarta,” ujarnya.
Dia menjelaskan nantinya pencari kerja akan mendapatkan kartu khusus sebagai bukti untuk mengakses fasilitas transportasi umum gratis tersebut.
“Yang pertama, pasti nanti bagi golongan itu atau kelompok itu akan kita berikan kartu untuk mencari kerja,” kata Pramono saat ditanya mengenai mekanisme pemberian fasilitas tersebut.
Pramono menyebut prioritas utama penerima fasilitas ini adalah pencari kerja yang belum pernah bekerja. Sementara itu, bagi mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan dan ingin berpindah ke pekerjaan lain, fasilitas tersebut tidak akan diberikan.
“Kalau sudah mendapatkan pekerjaan kemudian mau pindah kerja, ya kita tidak berikan. Tetapi kepada pencari kerja yang belum pernah bekerja, itulah yang kemudian mendapatkan prioritas utama,” jelasnya.
(YA/JJN)






