Home / Berita

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:10 WIB

Anggota DPR Heri Gunawan dan Istri Absen Pemeriksaan KPK Kasus Korupsi CSR-BI

Viewer: 64
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Jakarta, JejakNasional – Tersangka kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga anggota DPR RI, Heri Gunawan (HG) absen pemeriksaan KPK hari ini. Selain Heri, istrinya juga absen pemeriksaan.

Jubir KPK Budi Prasetyo menyampaikan, Heri Gunawan bersama istrinya dipanggil untuk diperiksa dalam kasus ini. Selain keduanya, ada pula delapan saksi lainnya yang turut dipanggil untuk diperiksa namun juga absen.

“Pekan ini penyidik melakukan pemanggilan kepada sejumlah saksi maupun pihak-pihak terkait, yakni pada Selasa (9/6/2026) sampai dengan Kamis (11/6/2026),” jelas Budi kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

“Dari saksi-saksi maupun pihak terkait yang telah dipanggil, sebanyak 10 orang di antaranya tidak hadir,” lanjutnya.

Budi mengatakan, Heri bersama sang istri absen pemeriksaan tanpa memberikan keterangan. Heri pun akan dijadwalkan untuk pemanggilan pemeriksaan ulang.

“KPK tentunya akan melakukan pemanggilan dan penjadwalan ulang kedua untuk saudara HG,” kata dia.

Baca Juga  Dandim 1203/Ktp Ucapkan Selamat dan Sukses, Atas Di Lantinya Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ketapang.

Sementara untuk istri Heri Gunawan, Kartini Buchari, KPK mengatakan pemanggilan kali ini merupakan yang kedua kalinya. Kartini pun diimbau agar bersikap kooperatif.

“Penyidik sendiri sudah melakukan pemanggilan kedua terhadap KB dan diharapkan bisa kooperatif memenuhi pemanggilan,” tuturnya.

KPK juga meminta delapan saksi lainnya yang turut dipanggil agar memenuhi panggilan. Berikut kedelapan saksi yang dipanggil:

– (MBS) Muhammad Baden Solehudin, swasta
– (TM) Tia Mutia, mahasiswa
– (PDN) Ponidin, swasta
– (EK) Eka Kartika, swasta/ibu rumah tangga
– (TS) Tuti Sutinah, swasta
– (HL) Herry Linggar, swasta
– (DAS) Dede Ade Standi, swasta
– (FA) Fitri Assiddikki, mantan staf ahli HG

Adapun pemanggilan para saksi ini berkaitan dengan aliran uang serta penelusuran aset atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Heri Gunawan.

“Terhadap delapan saksi tersebut, KPK akan kembali melakukan pemanggilan dan penjadwalan ulang untuk kedua kalinya,” ucap Budi.

Baca Juga  3 Skema Libur Sekolah Saat Ramadhan 2025, Apa Saja?

“KPK menegaskan kepada seluruh pihak agar kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik. Agar proses hukum berjalan efektif,” imbuhnya.

Sebagai informasi, kasus ini terjadi pada 2020, 2021, dan 2022. KPK telah menetapkan Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG) sebagai tersangka. Keduanya merupakan anggota Komisi XI DPR saat kasus ini terjadi.

Satori merupakan anggota DPR Fraksi NasDem dari Dapil Jawa Barat VIII, sementara Heri Gunawan merupakan anggota DPR Fraksi Gerindra dari Dapil Jawa Barat IV. Satori dan Heri kembali terpilih sebagai anggota DPR pada 2024.

Kasus ini diduga terjadi setelah BI dan OJK sepakat memberikan dana program sosial kepada tiap anggota Komisi XI DPR RI untuk 10 kegiatan per tahun dari BI dan 18-24 kegiatan dari OJK per tahun. Setelah uang dicairkan, Satori dan Heri diduga tidak menggunakan uang sesuai dengan ketentuan.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jelang Kegiatan Merah Putih Tapal Batas (MPTB), Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Melaksanakan Karya Bhakti Pembersihan 

Berita

Buka TMMD Imbangan Ke-114, Bupati Ketapang Apresiasi Kodim 1203/Ketapang.

Berita

Agar BLT DD Tepat Sasaran, Pjs Danramil 1206-10/Selimbau Kawal Penyaluran

Berita

Hidupkan Malam Ramadhan Dengan Membaca Al Quran, Bupati Tapsel Apresiasi BKM Al Irsyad

Berita

DLHK Pematangsiantar Tanggapi Kisruh Terkait Limbah Tinja Dari Ruko Jalan Merdeka – Sutomo Dibuang ke Parit

Berita

Wakapolda Kalbar Buka Diskusi Publik Yang Diselenggarakan Divisi Humas Polri

Berita

Wakil Bupati Samosir Sampaikan Nota Pengantar LKPJ Kepada DPRD Samosir

Berita

Wabup Wahyudi Tinjau Pelaksanaan Tes Tenaga Kontrak Di Lingkungan Dinkes Kabupaten Kapuas Hulu