Home / Berita

Kamis, 30 April 2026 - 15:16 WIB

Keselamatan Nyawa Warga Terabaikan: Pemkab Samosir Pilih Bangun Gedung MBG Polres Dibanding Perbaiki Jembatan Maut Lontung

Viewer: 180
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

SAMOSIR Jejak Nasional – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, di tengah jeritan warga Lontung Kecamatan Simanindo terkait infrastruktur yang mengancam nyawa, Pemkab Samosir justru mengalokasikan anggaran untuk bantuan pembangunan gedung MBG di Polres Samosir.

Fokus utama kekecewaan publik tertuju pada Jembatan Lontung. Jembatan sepanjang kurang lebih 10 meter ini merupakan urat nadi transportasi yang dilalui oleh ratusan hingga ribuan orang setiap harinya. Namun, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan dan seolah dibiarkan “sekarat” selama bertahun-tahun.

Kondisi yang Mengancam Nyawa Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang mengerikan. Jembatan tersebut hanya beralaskan dua jalur besi seadanya agar kendaraan roda empat dapat melintas. Di bagian tengah, jembatan tampak menganga lebar, menciptakan celah maut bagi pengendara roda dua.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Cek Kesiapan Yonif Mekanis 643/Wns Jelang Tugas Operasi*

“Sudah banyak korban jatuh di sini. Kendaraan roda dua sering meleset karena celah di tengah itu. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal nyawa,” ujar salah seorang warga yang melintas dengan nada geram.

Melanggar Skala Prioritas APBD? Berdasarkan PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, penggunaan APBD seharusnya mengutamakan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan kepentingan masyarakat luas.

Keputusan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Samosir untuk mendahulukan hibah pembangunan fasilitas instansi vertikal (Polres) dibandingkan memperbaiki jembatan yang rusak parah dinilai banyak pihak sebagai langkah yang tidak etis dan tidak peka terhadap skala prioritas.

Baca Juga  Polres Mempawah Gelar Apel pasukan Operasi Liong Kapuas Pengamanan Imlek 2573 dan Cap Go Meh

Pertanyaan Besar Bagi Pemerintah Masyarakat kini mempertanyakan komitmen Pemkab Samosir dalam melindungi warga negaranya. Mengapa anggaran untuk bantuan fisik instansi lain bisa cair, sementara anggaran untuk jembatan yang telah memakan banyak korban justru “menguap” atau tidak dianggarkan selama bertahun-tahun?

“Apakah nyawa warga Lontung tidak lebih berharga dari sebuah gedung baru?” tanya warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak agar Pemkab Samosir segera mengambil langkah darurat sebelum Jembatan Lontung kembali menelan korban jiwa. Jika tidak ada tindakan nyata, gelombang protes dari masyarakat Lontung pada khususnya diprediksi akan semakin menguat.

Reporter  Jhon M Situmorang

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Perketat Pengawasan Wujudkan WBK dan WBBM

Berita

Danramil 1205-07/Sintang Kota Hadiri Rapat Koordinasi Penanganan Covid -19

Berita

Kapolda Kalbar Buka Penyuluhan Hukum oleh Divkum Polri Kepada Personel Polda Kalbar 

Berita

Wakil Bupati Taput Hadiri Penetapan Status Penggunaan dan Hibah Barang Milik Negara yang berasal dari Barang Rampasan Negara

Berita

Polres Kubu raya laksanakan Vaksinasi tahap II Sebanyak 265 Personil

Berita

Polres Samosir Jaga Kenyamanan Pengunjung di Objek Wisata Aek Siputudai

Arsip

Tarif Interkoneksi Turun, Saham Operator Babak Belur

Berita

LAUNCHING DAN PEMBERKATAN RUMAH BETANG DAYAK KABUPATEN SINTANG TAHUN 2022