Home / Berita

Kamis, 30 April 2026 - 15:16 WIB

Keselamatan Nyawa Warga Terabaikan: Pemkab Samosir Pilih Bangun Gedung MBG Polres Dibanding Perbaiki Jembatan Maut Lontung

Viewer: 135
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

SAMOSIR Jejak Nasional – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, di tengah jeritan warga Lontung Kecamatan Simanindo terkait infrastruktur yang mengancam nyawa, Pemkab Samosir justru mengalokasikan anggaran untuk bantuan pembangunan gedung MBG di Polres Samosir.

Fokus utama kekecewaan publik tertuju pada Jembatan Lontung. Jembatan sepanjang kurang lebih 10 meter ini merupakan urat nadi transportasi yang dilalui oleh ratusan hingga ribuan orang setiap harinya. Namun, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan dan seolah dibiarkan “sekarat” selama bertahun-tahun.

Kondisi yang Mengancam Nyawa Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang mengerikan. Jembatan tersebut hanya beralaskan dua jalur besi seadanya agar kendaraan roda empat dapat melintas. Di bagian tengah, jembatan tampak menganga lebar, menciptakan celah maut bagi pengendara roda dua.

Baca Juga  Sukses Promosikan Arowana Cup 2022 Di Ibu Kota

“Sudah banyak korban jatuh di sini. Kendaraan roda dua sering meleset karena celah di tengah itu. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal nyawa,” ujar salah seorang warga yang melintas dengan nada geram.

Melanggar Skala Prioritas APBD? Berdasarkan PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, penggunaan APBD seharusnya mengutamakan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan kepentingan masyarakat luas.

Keputusan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Samosir untuk mendahulukan hibah pembangunan fasilitas instansi vertikal (Polres) dibandingkan memperbaiki jembatan yang rusak parah dinilai banyak pihak sebagai langkah yang tidak etis dan tidak peka terhadap skala prioritas.

Baca Juga  Kejari Dan Pemko Psp Sosialisasi Hal Pertimbangan Dan Bantuan Huki

Pertanyaan Besar Bagi Pemerintah Masyarakat kini mempertanyakan komitmen Pemkab Samosir dalam melindungi warga negaranya. Mengapa anggaran untuk bantuan fisik instansi lain bisa cair, sementara anggaran untuk jembatan yang telah memakan banyak korban justru “menguap” atau tidak dianggarkan selama bertahun-tahun?

“Apakah nyawa warga Lontung tidak lebih berharga dari sebuah gedung baru?” tanya warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak agar Pemkab Samosir segera mengambil langkah darurat sebelum Jembatan Lontung kembali menelan korban jiwa. Jika tidak ada tindakan nyata, gelombang protes dari masyarakat Lontung pada khususnya diprediksi akan semakin menguat.

Reporter  Jhon M Situmorang

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jokowi Berhentikan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, Begini Tanggapan Novel Baswedan dan Abraham Samad

Berita

Wagub Kalbar Menghadiri Rakor Percepatan Vasinasi Covid-19 di Mempawah

Berita

Tata Kelola Diri Untuk Keselamatan Semua

Arsip

Malaysia Janji Tampung Rohingya yang Datang ke Negaranya

Berita

Menyambut Hari Bhayangkara ke-76 Polres Ketapang Bersama Jajaran Berikan Bansos Kepada Warga

Berita

Abdul Basyid Dalimunthe Diambil Sumpah dan Janjinya Menjadi Ketua DPRD Tapsel

Berita

Sat Narkoba Polres Siantar Berhasil Menciduk Maidin Warga Tomuan Bersama BB 7,95 Gram Shabu

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Gelar Baksos Bagikan Sembako Untuk Masyarakat di Wilayah Perbatasan RI-MLY