Home / Berita

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:24 WIB

Diduga Selewengkan Dana Desa, Proyek Jalan di Desa Pardomuan Disinyalir Fiktif dan Tumpang Tindih

Viewer: 247
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

SAMOSIR Jejak Nasional – Pelaksanaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 di Desa Pardomuan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, kini tengah menjadi sorotan tajam. Kepala Desa setempat diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait proyek pengerasan jalan yang dinilai sarat kejanggalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penyimpangan ini mencuat pada pekerjaan pengerasan jalan sepanjang 220 meter. Proyek yang dilaporkan dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana Desa tahun 2023 tersebut disinyalir merupakan proyek “tumpang tindih” atau fiktif secara administratif.

Kronologi Dugaan Tumpang Tindih

Kejanggalan bermula saat warga dan pemerhati kebijakan mencium adanya ketidakberesan pada lokasi fisik pekerjaan. Diketahui bahwa ruas jalan sepanjang 220 meter tersebut sebenarnya telah dikerjakan dan tuntas pada tahun 2022 melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).

Baca Juga  BUKA PELTI HW CUP 2020, BUPATI AJAK ATLET TINGKATKAN PRESTASI.

Namun, pada laporan realisasi anggaran tahun 2023, muncul kembali item pekerjaan yang sama dengan sumber dana dari Dana Desa. Hal ini memicu dugaan bahwa oknum Pemerintah Desa sengaja melakukan klaim ganda untuk mencairkan anggaran demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

“Ini jelas mencederai kepercayaan masyarakat. Bagaimana mungkin pekerjaan yang sudah selesai melalui program kementerian di tahun sebelumnya, kembali dianggarkan menggunakan dana desa di tahun berikutnya? Kami menduga ada upaya laporan fiktif di sini,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Desakan kepada Inspektorat Samosir

Menanggapi aroma korupsi tersebut, elemen masyarakat meminta pihak berwenang tidak tinggal diam. Inspektorat Kabupaten Samosir didesak untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audit investigasi dan pemeriksaan yang nyata (on the spot).

Baca Juga  Prabowo Cerita RI Kini Sangat Dihormati, Banyak Negara Minta Bantuan

Pemeriksaan ini dianggap krusial untuk:

  • Verifikasi Lapangan: Mencocokkan titik koordinat pembangunan program KOTAKU 2022 dengan laporan Dana Desa 2023.
  • Audit Finansial: Memeriksa aliran dana dan keabsahan kuitansi dalam SPJ desa.
  • Efek Jera: Memastikan bahwa uang negara yang seharusnya untuk kesejahteraan warga tidak disalahgunakan.

Masyarakat berharap agar pengawasan terhadap dana desa di Kabupaten Samosir semakin diperketat, mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunan dari pinggiran. Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak Kepala Desa Pardomuan terkait tudingan tersebut.(JJN/01)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemprov Kalbar bongkar Bangunan di Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak

Berita

Kapolres Sekadau dan Bupati Tinjau Pemungutan Suara di Sejumlah TPS

Berita

Yasonna Jelaskan Penahanan Ferdy Sambo: 5 Hari di Lapas Salemba, Kemudian Dipindah ke Cibinong

Berita

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns Responsif Obati Warga Perbatasan Yang terluka.

Berita

Bupati Muda Ajak Madrasah Bangun Mental Wirausaha

Berita

Ketua PMI Sumut DR H Rahmat Shah Lantik PMI Kota Padangsidimpuan Periode 2021-2026

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Gelar Acara Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2021.*

Berita

Teka-teki yang Belum Terungkap dari Pembunuhan Wanita Dalam Koper di Cikarang