Home / Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 15:19 WIB

Harap-harap Cemas Ortu Santri Ponpes Al Khoziny Gemetar Tunggu Kabar Anaknya

Proses Evakuasi Korban Bangunan Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Jawa Timur

Proses Evakuasi Korban Bangunan Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Jawa Timur

Viewer: 409
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Jakarta, JejakNasional – Arifin, wali santri asal Surabaya, cemas karena tak kunjung mendapat kabar tentang kondisi anaknya setelah peristiwa bangunan ambruk di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia bahkan mengaku sampai gemetar karena tidak bisa menelan makanan maupun minuman.

“Belum ada kabar, di rumah sakit juga tidak ada semua. Sejak hari pertama itu, kami cek seluruh rumah sakit di Sidoarjo, nggak ada, mungkin di sini. Mengharapkan sekali keajaiban Allah. Karena sudah tiga hari (kami) nggak makan, nggak minum. Saya sendiri seharian gemetar, gemetar karena tidak makan,” kata Arifin, Rabu (1/10/2025).

Anak Arifin itu bernama Faumul (15), santri kelas 3 SMP. Saat ini Arifin ditemani saudaranya bergantian berjaga di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga  Polda,KPU Dan Bawaslu,Siap Amankan Pemilu 2020,Ikuti vicon Wakapolri

“Sudah tiga hari di sini. Langsung meluncur semua itu saudara semua. Gantian yang jaga, karena takut ada info-info gitu. Harapannya, cepat ketemu, sehat walafiat, tapi yang penting ketemu dulu. Tapi, kalau memang sudah takdir, ya takdir anak saya, ya kami rida, takdir Allah,” harapnya dengan suara bergetar.

Arifin dan sejumlah wali santri pun menyoroti penanganan evakuasi yang dinilai lambat. Menurut mereka, banyak petugas di lapangan, tetapi tidak terlibat langsung dalam pencarian korban.

“Penanganannya kurang cepat. Banyak petugas hanya pakai seragam tapi tidak bekerja. Yang bekerja hanya segelintir orang, yang lain lebih banyak rapat atau foto-foto. Padahal masyarakat di sini banyak yang ahli bangunan, bisa dilibatkan untuk percepat evakuasi,” katanya.

Baca Juga  Ridwan Kamil Nyatakan Siap Lanjut Putaran Kedua Pilkada Jakarta 2024

Karena merasa tidak mendapat kejelasan dari pihak berwenang, para wali santri bersama masyarakat sekitar sempat mengadakan rapat internal. Mereka memutuskan turun tangan membantu mengangkat puing-puing agar proses pencarian korban bisa segera dituntaskan.

“Kami di sini sudah tiga hari belum ada kepastian. Makanya mulai turun tangan sendiri. Tadi rundingan sama semua wali santri yang terdampak di sini, sepakat kami bantu Basarnas dengan cara diteteli (dibongkar manual) titik yang aman, jadi prosesnya bisa lebih cepat,” tambahnya.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wawako Bahasan Tinjau Persiapan Sambut Menteri Sandiaga

Berita

Turunkan Angka Kejahatan, Polri Gencarkan Pola Sinergi

Berita

Polairud Polda Kalbar Telah Berhasil Gagalkan Penyelundupan 100 Ton Rotan ke Malaysia

Berita

Dukung Ketahanan Pangan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Panen Padi Bersama Masyarakat Perbatasan.

Berita

Ramah Tamah Bupati Samosir dengan Danrem 023 Kawal Samudera Apresiasi Keindahan Wisata Pulau Samosir

Berita

Membawa Nama Harum Daerah, Qori Nasional Asal Sidempuan Menjadi Dewan Hakim MTQ di Papua Barat

Berita

Pelajar Asal Pontianak Wakili Kalbar Menjadi Calon Paskibraka Tingkat Nasional

Berita

Satgas Pamtas Yonif 642 Amankan Puluhan Kayu Olahan*