Home / Berita

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:00 WIB

100 Hektar Kawasan Perbukitan Samosir Terbakar, Pemadam Siaga di Permukiman

Viewer: 301
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

JEJAK NASIONAL, SAMOSIR – Diperkirakan 100 hektar kawasan perbukitan di Samosir terbakar, menimbulkan kekhawatiran dan memerlukan tindakan cepat dari berbagai pihak. Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Dishut Provsu) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XIII Doloksanggul segera berkoordinasi dengan Polres Samosir untuk mengungkap penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas ini.

UPT KPH XIII Doloksanggul, Toga Sinurat, menjelaskan bahwa ada dua kecamatan yang terdampak karhutla ini, yakni Kecamatan Sianjur Mulamula dan Harian. Hingga saat ini, pihaknya masih siaga di sejumlah titik yang berdekatan dengan kawasan pemukiman warga.

“Kami masih siaga memantau titik-titik yang bisa dijangkau pemadamannya. Secara umum, titik api masih menyebar di bagian puncak yang sulit dijangkau,” ujar Toga Sinurat Selasa (16/7/2024).

Baca Juga  Kepala BNNK Tapsel Dan Rombongan Kunjungi Walikota Psp

Fokus utama saat ini adalah memadamkan api di kawasan yang bisa mengancam keselamatan warga. “Kami fokus pada pemadaman api di daerah yang bisa mengancam keselamatan warga. Kami sedang mengejar titik-titik tersebut,” tambahnya.

Toga juga menjelaskan bahwa Desa Boho di Kecamatan Harian menjadi titik konsentrasi api saat ini. “Secara umum, kemarin api bermula dari Kecamatan Sianjur Mulamula dan menyebar ke Kecamatan Harian. Desa yang terdampak adalah Desa Sipitu Dai, Turpuk Limbong, dan Boho,” jelasnya.

Kawasan perbukitan yang mayoritas ditumbuhi semak belukar menyebabkan api cepat menyebar. “Ini perkiraan kami, belum secara detail. Kami perkirakan sekitar 100 hektar yang terbakar, dan sebagian besar yang terbakar adalah semak belukar,” tambah Toga.

Baca Juga  Berdalih K3, Pungli CPNS Kemenag di Halsel Menggurita

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Samosir juga turut siaga di area pemukiman warga untuk mencegah api merambat ke pemukiman sekitar. Mereka telah mendirikan posko di daerah pemukiman dan fasilitas umum sebagai langkah antisipasi.

“Yang pertama, untuk daerah yang tidak terjangkau, kami melakukan pengawasan dan pemantauan saja. Untuk daerah yang berisiko terkena ke pemukiman, kami menggunakan damkar dari Pemkab Samosir,” jelas Toga.

Semua pihak berkontribusi dalam upaya pemadaman ini. “Kami berupaya sekuat tenaga untuk mengamankan fasilitas umum dan kawasan permukiman. Kami membuat posko di daerah pemukiman dan fasilitas umum,” tutup Toga.

Reporter: Candro Situmorang

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Terkait Limbah RPH Kepala DLH Kota Pematang Siantar Angkat Bicara.

Berita

Ketua DPC MAPAN RI Tapsel Ajak Anggota Beri Kontribusi Nyata

Berita

Wabup Kapuas Hulu Ajak Warga Tanam Pohon

Berita

Kejari Tanjungbalai Kalah Prapid Perkara RMN, Hakim Anggap Penyidikan Tidak Sah dan Tidak Berkekuatan Hukum

Arsip

Terkait Penggerebekan ‘Golden Game’ Polisi Dihadang Massa Bayaran

Berita

RSUD Kota Psp Kini Miliki Mesin Penguji Sampel Swab

Berita

Rp30 Miliar untuk Gaji PNS Itu Berserakan Bersamaan Tenggelamnya KM Lestari Maju

Berita

Pengabdian dan Prestasi Martua Sitanggang di Birokrasi dan Organisasi