Home / Berita

Sabtu, 22 Juli 2023 - 12:51 WIB

Sindikat Jual Beli Ginjal Internasional Jaring Korbannya Lewat Facebook

Viewer: 265
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 50 Detik

Jakarta, jejaknasional.com – Broker dari sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang baru saja diungkap kepolisian, baru-baru ini, menjaring para korban yang berniat menjual ginjalnya secara sukarela melalui beberapa grup media sosial Facebook.

Hal itu diungkapkan Hanim, salah satu tersangka kasus sindikat jual beli ginjal internasional. Setahu saya, broker saya itu cari lewat grup Facebook, kata Hanim kepada wartawan, Jumat (21/7/2023).

Hanim mengatakan, grup Facebook itu memang sengaja dibuat khusus oleh broker tersebut. “Dia membuat beberapa grup Facebook, di antaranya Forum Donor Ginjal Indonesia, kemudian Donor Ginjal Luar Negeri juga,” ucap dia.

Melalui grup tersebut, sang broker kemudian mengunggah konten ‘Dibutuhkan donor ginjal” dengan berbagai syarat untuk menjaring para penderma. Setelah itu, para perderma secara sadar mengirimkan pesan atas ketertarikannya untuk mendonorkan ginjalnya melalui broker tersebut.

Baca Juga  Rasa Empati dan Wujud Peduli, Satgas Pamtas Rl-Malaysia Yonif 645/Gty Bantu Proses Pemakaman Warga

Untuk diketahui, Hanim merupakan salah satu tersangka dari 12 orang yang ditangkap polisi karena sindikat jual beli ginjal Internasional. Dalam perannya, Hanim merupakan koordinator atau pengendali semua kegiatan jual beli ginjal dari Indonesia di Kamboja. Hanim juga mengatur pembiayaan akomodasi dan operasional calon penderma ginjal.

Ia diketahui menerima uang hasil penjualan ginjal korban dari rumah sakit dan memberikan kompensasi kepada korban. Polisi sendiri telah menangkap total 12 orang tersangka penjualan ginjal dengan sindikat internasional.

“Dari 12 tersangka ini, 10 merupakan bagian daripada sindikat di mana dari 10 orang, 9 adalah mantan pendonor. Kemudian ini ada koordinator secara keseluruhan, atas nama tersangka H, ini menghubungkan Indonesia dan Kamboja,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Kamis (20/7/2023).

Baca Juga  Serahkan 40 SK CPNS Formasi Umum dan 366 SK PPPK Jabatan Guru Tahap 1 Tahun 2021 di Lingkungan Kabupaten Tapanuli Utara

“Kemudian koordinator Indonesia atas nama Septian. Kemudian khusus yang melayani, menghubungkan Kamboja dengan rumah sakit, menjemput calon pendonor, ini sudah ditangkap juga. Ini sudah kami kejar ke Kamboja. Kami tangkap atas nama Lukman,” kata Hengki.

Ia menambahkan, pelaku yang berperan mengurus paspor dan segala macam akomodasinya juga telah ditangkap. Dari 12 orang tersebut, ada satu orang anggota Polri berinisial Aipda M dan satu oknum petugas imigrasi.

Terkhusus Aipda M, kata Hengki, yang bersangkutan memiliki peran agar para sindikat tidak terlacak.

“Dia ini anggota yang berusaha mencegah, merintangi, baik langsung atau tidak langsung proses penyidikan yang dilakukan tim gabungan yaitu dengan cara menyuruh membuang hp, berpindah-pindah tempat, pada intinya adalah menghindari pengejaran dari pihak kepolisian,” jelas Hengki.

(YA/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tingkatkan semangat Bela Negara, Babinsa Sukaraja, Kodim 1203/ktp Beri Penyuluhan dan Latihkan PBB Kepada Pak Hansip.

Berita

Wawako Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT RI Ke 76

Berita

Wakil Bupati Samosir Pimpin Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Ke-61

Berita

Lolos KSN-K 2021, 6 Siswa SMA Negeri 4 Pematangsiantar Siap Bertarung di Tingkat Provinsi

Berita

Atasi Kesulitan Rakyat, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Karya Bhakti Bersihkan Penampungan Air Di Perbatasan.

Berita

Mulai 1 Agustus, Bantargebang Hentikan Open Dumping, Apa Dampaknya bagi Warga Jakarta?

Berita

Pasca Dilantik, Pengurus Baru GMKI Komisariat Toba Fokus Perlebar Sayap Oganisasi

Berita

Bupati Taput Turun ke Dusun Sibadak, Sisir Potensi Dusun, Bedah Rumah, Air Bersih dan Sarana lainnya