
Jakarta, jejaknasional.com – Deputi Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyatakan pihaknya merasakan ada anggota Koalisi Perubahan dan Persatuan yang menahan diri agar mereka tidak tancap gas menyambut Pemilu 2024. Salah satu bentuk menahan langkah tersebut, kata Kamhar, seperti tak kunjung diumumkannya calon wakil presiden atau cawapres untuk Anies Baswedan.
Padahal, kata Kamhar, partainya sudah berkali-kali menyampaikan agar cawapres Anies segera dideklarasikan. Menurut dia, hal itu penting agar waktu 7 bulan yang tersisa dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempromosikan Anies dan pasangannya serta visi misi yang akan mereka usung.
“Demokrat berpandangan deklarasi paket komplit itu sebaiknya dilakukan sesegera mungkin agar tersedia cukup waktu mengkonsolidasikan dan mengoptimalkan seluruh sumberdaya pemenangan,” kata Kamhar.
Kamhar menyatakan dinamika dalam Koalisi Perubahan sangat kompleks dan dinamis. Dia berharap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem yang juga merupakan bagian dari Koalisi Perubahan satu suara untuk segera mengumumkan nama pendamping Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Demokrat Ingin cawapres Anies segera diumumkan
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berharap agar cawapres untuk Anies Baswedan segera diumumkan. Ia menyebut Koalisi Perubahan tidak sedang menunggu capres dari koalisi lain mengumumkan cawapresnya terlebih dahulu.
“Kami enggak melihat harus si A dulu mengumumkan, setelah itu kami ikutin, tidak. Semangat kami justru semakin cepat, semakin bagus. Artinya karena kami ingin segera bekerja, segera untuk mengkonsolidasikan,” kata AHY.
Saat ditanya apakah dirinya siap menjadi cawapres Anies Baswedan hingga memasang baliho tersebut, AHY tak menjawab gamblang. Ia hanya menyebut selalu siap jika dibutuhkan dalam tugas apapun.
“Saya selalu ingin berprasangka baik, saya ingin selalu mempersiapkan diri dalam apapun tugas dan harapan rakyat. Itulah mengapa saya akhirnya mengakhiri pengabdian di TNI dan masuk dalam dunia politik,” kata AHY.
Putra sulung Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga menyatakan tidak ingin berandai-andai dalam Pilpres 2024. Tetapi, dia menyebut akan selalu optimistis untuk mendapatkan hasil terbaik di pesta demokrasi lima tahunan itu.
Demokrat, NasDem dan PKS sebelumnya telah menandatangani piagam deklarasi Koalisi Perubahan pada Maret lalu. Dalam poin kedua piagam itu, ketiganya sepakat untuk mengusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Poin selanjutnya menyatakan bahwa ketiga partai memberikan Anies kewenangan untuk memilih calon wakil presiden yang akan mendampinginya.
(YA/Dtk)





