Home / Berita / Internasional / Kesehatan

Senin, 28 November 2022 - 10:35 WIB

Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker

Viewer: 4336
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 53 Detik

Jakarta, Jejaknasional.com — Stasiun televisi China menyensor tayangan penonton Piala Dunia yang terlihat tak memakai masker, Minggu (27/11), ketika demonstrasi menolak lockdown Covid meluas ke berbagai penjuru Negeri Tirai Bambu.
South China Morning Post melaporkan bahwa stasiun televisi pemerintah, CCTV Sports, melakukan proses sensor itu ketika laga antara Jepang dan Costa Rica sedang berlangsung.

Dalam tayangannya, CCTV Sports meniadakan rekaman yang menunjukkan para penonton dari jarak dekat. Sementara itu, stasiun TV dunia memperlihatkan penonton di tribun, yang memang sudah tak diwajibkan memakai masker.

CCTV Sports mengganti gambar tersebut dengan tayangan gerak-gerik para pemain dan ofisial di stadion Qatar.

Sensor serupa terjadi kala pertandingan antara Australia dan Tunisia di Piala Dunia berlangsung. Para warganet pun dengan sigap menangkap momen tersebut, termasuk seorang jurnalis olahraga, Mark Dreyer.

Baca Juga  PKK Taput Ajak Perempuan Taput menjadi Kartini Masa Kini dengan Menerapkan “Hu Haholongi Do Ho”

“Ini menakjubkan. Akibat protes dari penggemar China karena melihat penonton tak bermasker di Qatar, TV China sekarang mengganti tayangan langsung penonton selama pertandingan dengan sorotan dekat pemain dan pelatih,” tulisnya di Twitter.

Tayangan Piala Dunia ini memang menjadi senjata warga China untuk memprotes pemerintah yang dianggap menerapkan lockdown Covid-19 terlampau ketat.

Dalam sepucuk surat terbuka pada pekan lalu, warganet Negeri Tirai Bambu mempertanyakan “Apakah China berada di planet yang sama” dengan Qatar.

Surat itu tersebar luas di aplikasi percakapan China, WeChat, pada Selasa pekan lalu. Namun, tak lama setelah itu, China menyensor surat tersebut.

Tayangan Piala Dunia ini memang menjadi senjata warga China untuk memprotes pemerintah yang dianggap menerapkan lockdown Covid-19 terlampau ketat.

Dalam sepucuk surat terbuka pada pekan lalu, warganet Negeri Tirai Bambu mempertanyakan “Apakah China berada di planet yang sama” dengan Qatar.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Saat Puncak Musim Hujan di Jatim

Surat itu tersebar luas di aplikasi percakapan China, WeChat, pada Selasa pekan lalu. Namun, tak lama setelah itu, China menyensor surat tersebut.

Beberapa hari kemudian, amarah warga kian membara setelah 10 orang dilaporkan tewas dalam kebakaran di Urumqi, Xinjiang, pada Kamis pekan lalu.

Sebagaimana diberitakan Reuters, warga menganggap korban berjatuhan karena petugas pemadam kebakaran terlambat akibat aturan lockdown Covid-19 yang terlalu ketat.

Demo pertama kali merebak di Urumqi, tapi kemudian meluas hingga berbagai kota besar, seperti Beijing dan Shanghai.

Dalam aksi pada Minggu (27/11), demonstran membawa kertas putih kosong. Menurut mereka, aksi ini merupakan simbol frustrasi karena tak dapat menyuarakan protes dengan leluasa di tengah sensor yang begitu ketat.

(Hen/CNN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polda Kalbar Sumbang 1.044 Kantung Darah, Sambut Hari Bhayangkara ke-76

Berita

GKPI SINAR TOBA RAYAKAN JUMAT AGUNG DENGAN JALAN SALIB YESUS

Berita

Kendarai Motor Danrem 121/Abw Tinjau Serbuan Vaksinasi Covid-19 Untuk Anak-Anak.

Berita

Anggota Polsek Putussibau Selatan Siaga Banjir Dengan Cek Debit Air Sungai

Berita

Guru-Guru SDN Pematangsiantar Group “Padaoholso” Gelar Perayaan Natal Bersama

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Perkenalkan Tugas TNI Kepada Tk Islamic Center Al Hazza di Perbatasan 

Berita

Kabur ke AS, Ilmuwan Tiongkok Ungkap Negaranya Sengaja Tutupi Corona

Berita

Walikota Siantar Apresiasi UPT PPD Samsat Capai Target PAD