Home / Berita / Daerah / Headline News / Internasional / Kriminal / Nasional

Kamis, 3 November 2022 - 09:58 WIB

Pura-pura Jadi Nelayan, Penyelundup PMI Ilegal di Batam Ditangkap

FotoDua penyelundup

FotoDua penyelundup

Viewer: 716
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Jakarta, Jejaknasional.com – Polisi menggagalkan aksi penyelundupan calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Pulau Putri, Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Para pelaku saat diamankan mengaku sebagai nelayan yang sedang memancing.
“Mereka diamankan di perairan Pulau Putri berdekatan dengan perbatasan Batam-Singapura pada Senin (31/10/2022) malam. Ada enam orang korban dan dua pelaku yang diamankan. Saat diamankan mereka mengaku sebagai nelayan,” Kata Dirpolarud Polda Kepri, Kombes Pol Boy Herlambang, Rabu (2/11/2022).

Untuk meyakinkan petugas, enam orang korban dan pengemudi speed boat tidak membawa barang berlebihan. Mereka hanya menggunakan baju dan celana yang melekat di badan. Para korban juga dibekali dengan alat pancing.

Baca Juga  Danau Lindung Empangau Kecamatan Bunut Hilir Akan Rencanakan Panen Raya Sebelum Idul Adha

“Dua orang pelaku yang diamankan ini MT sebagai pengemudi speed boat dan TA sebagai penampung. Pelaku TA ini yang memiliki ide mengelabui petugas dengan berpura-pura sebagai nelayan. Ketahuan sebagai PMI ilegal karena ada salah satu korban yang mengaku akan ke Malaysia kepada petugas,” ujarnya.

Enam orang korban itu diketahui berjenis kelamin laki-laki. Para korban juga diketahui berasal dari daerah yang sama yakni Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Selain dua pelaku yang diamankan. Polisi juga tengah memburu dua orang yang melakukan penjemputan dan mengkoordinir kedua pelaku pelaku.

Baca Juga  Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq Pangdam Jaya : Kalau Perlu Bubarkan FPI

“Ada dua orang pelaku lagi. Saat ini masih kami dalami. Kedua pelaku upah berbeda, MT yang mengemudikan kapal dapat upah Rp100.000 per orangnya. Sedangkan TA yang menjadi penampung, mendapatkan upah Rp200.000 per orangnya. Sepertinya mereka dijanjikan upah tambahan oleh pelaku yang masih kita kejar, setelah berhasil akan ditambah,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, keduanya terancam dikenakan Pasal 81 Jo 69 atau pasal 83 Jo 68 UU No 18 Tahun 2017 Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar. (Hendra/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto rekaman CCTV yang merekam R membawa mayat fitri dalam bungkusan karung

Berita

Kakek Berusia 72 Diduga Lecehkan Korban Sebelum Membunuh

Berita

Pemkot Pontianak Hapus Denda PBB-P2 Tahun Pajak 2008-2021

Berita

Polda Kalbar Salurkan Beras Sebanyak 7 Ton Kepada Pekerja Dan Buruh Di Provinsi Kalbar

Berita

IPW Beberkan Markas Judi Online yang Lagi Marak, Dekat Mabes Polri, di Sana Banyak Kok Oknum Jenderal Purnawirawan

Berita

Edukasi Tentang Penyakit Mulut dan Kuku oleh Satgas Ops II Aman Nusa Polda Kalbar

Berita

ICW Dorong KPK Jerat Bupati Bekasi dengan Pencucian Uang

Berita

Polisi Menetapkan Mekanik Perusahaan Otobus Jadi Tersangka Kecelakaan Tanjakan Emen

Berita

Polda Kalbar Gelar Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap ll Itwasum Polri