Home / Berita

Minggu, 11 September 2022 - 13:43 WIB

Rawat Budaya Lewat Pagelaran Wayang Kulit di Taman Sepeda Untan

Viewer: 393
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 7 Detik

Wako Edi Kamtono : Jadikan Pontianak Kota Pusat Budaya

PONTIANAK – KOMPAS NASIONAL.Com- Lakon Bimo Suci begitu apik dipentaskan Ki Dalang Warseno Slank membuat para penonton larut dalam kisah pewayangan pada Pagelaran Budaya Wayang Kulit di Taman Sepeda Untan, Sabtu (10/9/2022) malam. Ki Warseno Slank merupakan dalang ternama asal Surakarta.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut menikmati pementasan wayang kulit bersama para penggemar cerita wayang. Pagelaran wayang kulit ini menurutnya sudah sekian lama tidak digelar lantaran pandemi Covid-19. Namun setelah pandemi mulai mereda, pementasan wayang kulit mulai banyak digelar masyarakat untuk mengobati kerinduan menyaksikan pagelaran budaya ini. Ia berharap warga masyarakat bisa menikmati pagelaran wayang kulit ini dengan memetik intisari dari kisah yang ditampilkan malam ini.

“Pagelaran wayang kulit ini pula sebagai upaya kita untuk memulihkan perekonomian khususnya Kota Pontianak, dengan membangun ruang-ruang publik sebagai wadah masyarakat saling berinteraksi,” ujarnya.

Baca Juga  Pertamina Keluarkan Kartu Kendali Solusi Cegah Penimbunan Solar Bersubsidi

Edi menuturkan, Pontianak sebagai kota yang heterogen, dengan beragam suku bangsa yang datang dari berbagai penjuru nusantara, harus guyub menjaga kebersamaan dan rukun satu sama lain. Sehingga Pontianak menjadi kota hunian yang nyaman bagi siapapun yang mendiaminya.

“Kita akan jadikan Pontianak sebagai kota pusat budaya karena di kota ini berbagai ragam suku bangsa ada di sini. Siapapun boleh beraktivitas, baik secara identitas maupun berkolaborasi demi membangun negeri ini,” ungkapnya.

Dia juga berharap Pontianak menjadi kota yang semakin maju, rakyatnya semakin makmur dan sejahtera serta Indeks Kebahagiaan masyarakatnya meningkat. Hal ini selaras dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pontianak yang terus meningkat dengan nilai 79,93. Indeks Kemiskinan menurun di angka 4,3 dari sebelumnya 4,7 persen. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat, dari sebelumnya sempat -3,9, sekarang sudah menembus angka 4,6 persen.

“Kondisi ekonomi global yang memberi dampak pada perekonomian di daerah seperti terjadinya inflasi, mudah-mudahan kita bisa menekan angka inflasi di Kota Pontianak dengan kerja keras seluruh pihak,” kata Edi.

Baca Juga  Rapberjuang Idola Masyarakat Samosir

Ketua Panitia Pagelaran Wayang Kulit, Muhammad Faiz mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak atas dukungannya pada pagelaran budaya wayang kulit ini. Ia juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Ki Warseno Slank dari Surakarta. Pagelaran wayang kulit ini merupakan wujud kolaborasi antara Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kalbar dengan Pemkot Pontianak.

“Untuk merawat budaya, perlu peran serta pemerintah. Pemerintah dalam hal ini perlu mengayomi supaya budaya kita terus lestari dan tak lekang oleh waktu,” ucapnya.

Dirinya juga berharap peran swasta dalam pelestarian budaya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk disalurkan pada kegiatan-kegiatan budaya.

“Peran aktif masyarakat dalam menjaga budaya juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Hasnan Sutanto/Rodes

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Samosir Bagikan Kartu BPJS dan Pupuk Gratis pada saat Perayaan Hari Jadi ke-18 Kabupaten Samosir

Berita

Pemerintah Arab Saudi Buka Kembali Ibadah Umroh. Bagaimana dengan Jamaah dari Kota Pematangsiantar?

Berita

Gunakan Tandu, Satgas Pamtas 643 Evakuasi Ibu Hamil

Berita

Waka Polda Kalbar Cek Kesiapan 5 Pos Pengamanan,Pastikan Persiapan Personel

Berita

Gedung RSUD Ahmad Diponegoro Kapuas Hulu Tidak mengantongi IMB/PBG

Berita

Edi Kamtono Sampaikan Tausiyah Singkat di Masjid Al Khalifah Kantor Wali Kota

Berita

Kasdam XII/Tpr Tutup Latsarmil Komponen Cadangan

Berita

Pertemuan Penyelesaian Sengketa Antara Perusahaan dan Masyarakat Diwarnai Penganiayaan