Home / Berita

Kamis, 19 Mei 2022 - 19:13 WIB

Sekda Tapsel : DWP Harus Miliki Tanggung Jawab Moral Dalam Mendukung Program Pemerintah

Viewer: 303
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 0 Detik

TAPSEL(kompas nasional)- Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu, SPt, MM yang di wakili Sekretaris Daerah (Sekda), Parulian Nasution, menyampaikan bahwa, Dharma Wanita Persatuan (DWP) harus punya tanggung jawab moral guna mendukung program pemerintah, khususnya di Tapsel. Supaya, terjadi percepatan menuju Tapsel yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.

“Sebagaimana yang harus diingat bahwa, dasar didirikannya DWP itu untuk membantu pelaksanaan pemerintahan, pembangunan serta pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Sekda disela acara seminar parenting dan Halal Bihalal DWP Kabupaten Tapsel, di aula Sarasi, Lantai III, Kantor Bupati setempat, Kamis (19/5).

Sekda juga berpesan ke segenap pengurus DWP, agar kiranya menjaga kekompakan, baik di dalam ataupun di luar organisasi. Sekda menyebut, ada tiga program utama DWP yakni, pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi.

“Di mana, makna dari program itu adalah DWP sebagai pembangunan pendidikan, ekonomi, serta sosial budaya keluarga,” kata Sekda dalam seminar yang bertema, “Spirit Idul Fitri dalam Membangun Komunikasi Orangtua dan Anak.”

Sekda berharap, ke depan muncul rasa guyub atau rukun dan saling mengingatkan guna kemajuan organisasi ke arah yang lebih baik lagi. Di sisi lain, DWP sebagai ibu rumah tangga di rumah, juga bertanggung jawab dalam mengantarkan anak-anaknya meraih kesuksesan.

“Perencanaan masa depan itu merupakan sebuah kepastian yang bermodalkan kemauan, kecerdasan, dan juga kemampuan. Saya berharap jayalah Dharma Wanita Persatuan, jaya PKK Tapsel, dan jaya Pemerintah Kabupaten Tapsel,” tegas Sekda.

Baca Juga  Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengapresiasi pencetakan kartu identitas anak (KIA) Mencapai Target Nasional

Sementara itu, Penasehat DWP Kabupaten Tapsel, Ny Rosalina Dolly Pasaribu, dalam kesempatan itu, mengatakan, komunikasi di dalam keluarga merupakan hal penting dan kompleks bagi semua pihak. Menurut Rosalina, keterbukaan komunikasi antara orangtua dan anak, sangat penting untuk menciptakan hubungan yang baik antara anggota keluarga.

“Apabila komunikasi yang efektif sudah terjalin antara orangtua dan anak, maka anak akan memahami harapan orangtua,” sebutnya.

Rosalina menambahkan, sebagaimana yang pernah disampaikan Psikolog anak, Nirmala Lia, bahwa orangtua di Indonesia mengalami kendala ketika membangun komunikasi dengan anak. Kebanyakan saat lakukan komunikasi cenderung berbasa-basi, bukan langsung ke inti masalahnya.

“Seperti salah satu riset di DKI Jakarta mengungkapkan bahwa banyak orangtua tidak sesuai dengan harapan anak,” tuturnya.

Kesibukan orangtua, lanjut Rosalina, juga membuat kurangnya perhatian terhadap anak. Dia mengajak, melalui seminar itu, agar menggali ilmu pengetahuan sehingga saat berkomunikasi dengan anak, orangtua bisa menyesuaikan sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan pribadi anak.

Sedangkan, Ketua DWP Kabupaten Tapsel, Ny Parulian Nasution, menyatakan bahwa, prinsip pengasuhan merupakan tanggung jawab dari orang tua dan keluarga. Dirinya menyebut, perlu komitmen tinggi serta kesabaran dalam menghadapi segala kondisi pertumbuhan anak dan keluaraga.

Adapun bentuk tanggung jawab selain kebutuhan pakan, sandang, dan pangan, dibutuhkan juga kasih sayang dari orang tua, yang merupakan bagian integral dari keluarga. Kemudian, orangtua juga perlu memberi pelajaran seperti fungsi agama, sosial, budaya, pendidikan serta ekonomi.

Baca Juga  Wanita Muda Berambut Pirang Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kamar

Peran ini, menurutnya, sangat mulia yang menjadi investasi untuk masa depan anak. Dia berpesan, agar kebiasan yang baik dalam memperhatikan anak itu jangan hanya diterapkan sehari saja, tetapi berilah perhatian dan komunikasi setiap hari.

Sementara, Dr. Lisyulianti Syafrida Siregar, Spsi, MA yang menjadi narasumber dari IAIN Padangsidimpuan, memaparkan bahwa, keluarga memiliki tanggung jawab akan proses tumbuh kembang anak. Sebab, keluarga merupakan titik awal anak untuk tumbuh dan berkembang.

Wanita yang menjabat sebagai Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Lembaga di IAIN Padangsidimpuan itu juga menyebut bahwa, keluarga adalah tempat anak untuk senang dan susah. Keluarga harus menjadi sarana untuk menerima anak, dalam keadaan apapun.

“Parenting merupakan pengasuhan anak dan interaksi terkait bagaimana hubungan orangtua dan anak. Apa yang dilakukan orangtua itu berguna untuk tumbuh kembang anak. Sebagai orangtua juga harus paham dengan psikologis anak yang akan mempengaruhi usia selanjutnya,” pungkasnya.

Turut hadir, Staf Ahli Bupati, Sekretaris PP dan PA, Kabag Humas dan Protokol, Pengurus beserta Anggota DWP Kabupaten Tapsel. (Ikhfan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Ternyata! Smart City di Halsel Merupakan Konsep Pertama Diwujudkan di Maluku Utara

Berita

Ramadan Momentum Meningkatkan Kepekaan Sosial di Tengah Pandemi

Berita

Polsek Putusibau Utara Dukung Pemerintah Untuk Menyadarkan Masyarakat Tidak Membakar Hutan Dan Lahan

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 31 Agustus 2021, Tambah 10 Kasus, Sembuh 19 Kasus, Kasus Aktif 105

Berita

Bupati tapsel melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap enam pejabat administrator di Ruang Lobi Kantor Bupati Tapsel

Berita

Dalang Perusakan Ditangkap, Aktivitas Pasar Pagi Polonia Kembali Normal

Berita

Terungkap Kejanggalan Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang Banjarnegara saat Kubur ke-12 Korbannya

Berita

Bupati Melawi Pimpin Pengambilan Sumpah Janji 166 PNS di lingkungan Pemkab Melawi