Home / Berita

Selasa, 10 Mei 2022 - 18:33 WIB

Ketua MABM Sintang ,ingatkan Pemkab Sintang untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada Djoebair Irawan sebagai Raja Sintang pertama ,ketika belum memeluk Islam.

Viewer: 497
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 54 Detik

Sintang, Kompasnasional.com.Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. memimpin rombongan melakukan ziarah ke makam pendiri Kota Sintang yakni Djoebair Irawan I yang terletak di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kabupaten Sintang dan berada di sekitar Keraton Al Mukaramah Sintang. Ziarah ini merupakan rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Sintang yang ke 660 Tahun 2022 pada Selasa, 10 Mei 2022.

Tiba di Makam Djoebair Irawan I, Bupati Sintang bersama Anggota Forkopimda tampak menaburkan bunga secara bergiliran diatas makam. Makam Djoebair Irawan I berdekatan dengan makam Sultan Agung. Makam ini sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Djoebair Irawan I wafat diperikarakan pada abad ke-7 atau abad ke-8. Makam Djoebair Irawan memiliki panjangnya mencapai 8 meter.

Terkait Makam Djoebair Irawan I ini, Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang H. Ade Kartawijaya mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada Djoebair Irawan sebagai Raja Sintang pertama ketika belum memeluk Islam atau disebut Kerajaan Sintang Hindu. “perhatian itu, bisa dalam bentuk membuat prasasti di makam Djoebair Irawan. Di prasasti itu, saya usulkan bertuliskan seperti ini “Disini Dimakamkan Pendiri Kota Sintang Djoebair Irawan. Hari Jadi Kota Sintang, 10 Mei 1362 Masehi” terang H. Ade Kartawijaya

Baca Juga  Patroli Malam Anggota Polsek Meliau Sambangi Obyek Vital

“di bagian atas tulisan itu. Bisa dibuat gambar lambang makam Hindu karena saat itu Djoebair Irawan merupakan pemeluk Hindu. Lalu ada gambar saka tiga untuk menujukan lokasi Kerajaan Sintang yakni di pertigaan dua sungai yakni Sungai Kapuas dan Sungai Melawi” tambah H. Ade Kartawijaya

seperti di Kota Pontianak itu, di makam pendiri kerajaan Pontianak dibuat prasasti seperti itu. Sehingga nantinya, makam Djoebair Irawan bisa dijadikan tempat wisata sejarah bagi masyarakat. Dan orang yang berkunjung ke makam Djoebair Irawan akan langsung tahu dengan membaca tulisan yang ada di prasasti bahwa pendiri Kota Sintang adalah Djoebair Irawan” terang H. Ade Kartawijaya

Baca Juga  Amankan Ibadah Paskah, Polres Samosir Tempatkan 81 Personel Di Setiap Gereja

“selain pembuatan prasasti, saya juga menyarankan kepada Pemkab Sintang untuk membangun atap yang tinggi di makam Djoebair Irawan. Supaya makamnya terjaga dan teduh saat ada masyarakat yang mengunjungi atau berwisata kesana. Hanya saja, atap yang dibangun harus terpisah dengan atap untuk makam Sultan Agung yang merupakan Raja Sintang Islam pertama. Disitu hanya ada dua makam, yakni makam Djoebair Irawan dan makam Sultan Agung” tandas H. Ade Kartawijaya

Y. Totom

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Peduli Karhutla Polresta Pontianak Kota Terjunkan 150 Personil Bangun Kanal Embung Air

Asahan

DPD Pospera Sumut Mengecam Aksi di Kantor Bupati Asahan dan meminta APH Menindak Oknum Yang Mengatasnamakan Pospera

Berita

Forkofimda Se- Tabagsel Peringati HUT TNI Ke 76 Secara Virtual

Berita

Pemkot Pontianak Alokasikan Rp53 miliar Tangani Covid-19

Berita

Pangdam XII/Tpr Ikuti Pembukaan Piala Kasad Liga Santri PSSI Tahun 2022 Secara Virtual

Berita

Kapolres Kapuas Hulu Baksos 20 Tahun Bakti Untuk Negeri AKABRI 2001

Berita

Buka POPDAKAB 2022, Sekda : Gelorakan Era Kebangkitan Olahraga di Tapsel

Berita

Menteri PUPR Basuki Kunjungan Kerja Ke Kapuas Hulu