Radar Online l PEMATANGSIANTAR-Guna membina sikap mental, kemandirian dan kebersamaan, sebanyak 301 orang peserta siswa-siswi kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta RK Budi Mulia, Pematangsiantar, Jalan Malanthon Siregar, Kota Pematangsiantar gelar aksi long march dengan berjalan kaki kurang lebih 48 KM dengan Rute Kota Pematangsiantar – Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sabtu 30 April 2022, dengan start awal dari lokasi sekolah sekitar Pukul 16.30 WIB yang diawali dengan doa bersama.
Kepala SMA Swasta RK Budi Mulia Pematangsiantar, Jupen Silvester Simamora melalui penanggung jawab kegiatan, Manuntun Simarsoit mengatakan, bahwa kegiatan tersebut rutin dilakukan sebelum pandemi Covid-19.
“Setelah kondisi relatif aman atau longgar hari ini kita dapat melaksanakan long march dengan rute siantar sampai tigaras , hal ini juga sudah kita konfirmasikan pada pihak kepolisian, dinas kesehatan juga pemerintah setempat yang ada di tigaras”,kata Manuntun. Sabtu,(30/4/22).
Adapun tujuan dari kegiatan ini menurut Manuntun, adalah sesuai dengan motto pendidikan di Budi Mulia yakni kebersamaan, keunggulan dan kemandirian.
“Lewat kegiatan ini, setiap anak mulai akan terbina kemandiriannya sekaligus terbina kebersamaan maupun mental mereka. Dengan demikian ada semacam karakter yang bisa diunggulkan dari anak-anak. Karena tidak segampang itu untuk mencapainya tapi semua harus melalui proses”.sebutnya.
Karena kata Manuntun, pendidikan bukan hanya masalah pendidikan Kognitif tapi juga Psikologi motoripnya harus semua secara komplit. Maka pendidikan bukan hanya masalah pengetahuan tapi secara menyeluruh supaya anak-anak menjadi manusia yang utuh.
Juga diharapkan lewat kegiatan ini anak-anak dibina menjadi orang yang bersifat mandiri, terutama saat masa sekarang, masa pandemi nilai-nilai daya juang anak-anak sangat rendah. Jadi dalam long march ini anak-anak akan capek dan bagaimana mereka akan mencapai target agar sampai ke tujuan dengan rasa yang lelah, kesakitan, menahan ngantuk karena dalam kegiatan ini daya juang mereka akan dipertaruhkan.
Lanjutnya, untuk menjamin kegiatan long march tersebut agar aman dan lancar pihaknya membagi tim dalam 8 kelompok sesuai dengan kelas masing-masing dan setiap tim ada 2 orang pendamping ditambah wali kelas dan juga satu mobil pick up, satu sepeda motor ditambah satu mobil ambulance dari dinas kesehatan. Bahkan untuk menghindari gangguan yang tidak diinginkan pihak sekolah juga sudah bersinergi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolsek Sidamanik dan Kapolsek Dolok Pardamean yang ada di Sipittu Angin.
“Kegiatan ini juga sangat didukung orang tua siswa salah satu dukungan yang paling nyata dari orang tua siswa kita, Bapak Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga karena anaknya juga ada disini. Beliau sangat mendukung kegiatan ini, bahkan dalam semacam dorongan beliau memberi sumbangan roti untuk sneck anak-anak di perjalanan. Atas perhatian itu kami dari pihak sekolah sangat terbantu”.tutupnya.
Toni Tambunan.





