Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Selama kondisi pandemi Covid-19 serta kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan modal daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidaklah menyurutkan semangat SMK Negeri 2 Pematangsiantar, jalan Asahan, Kota Pematangsiantar, hal ini dibuktikan yang biasanya ujian akhir sekolah (UAS) menggunakan kertas atau manual kini sekolah tersebut melaksanakan UAS berbasis computer based test (CBT) maupun android.
“Jika biasanya ujian menggunakan kertas, maka kali tahun pelajaran 2021-2022 seluruh siswa SMK Negeri 2 Pematangsiantar Kelas XII yang mengikuti ujian akhir sekolah memakai komputer dan smartphone berbasis android milik masing-masing siswa”kata Kepala SMK Negeri 2 Pematangsiantar, Bintang Tumanggor S.Pd. Selasa,(19/4/22).
Karena menurut Bintang, Ujian sekolah berbasis android sangat penting saat ini, karena di era revolusi teknologi 4.0 dimana perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga kita harus sudah meninggalkan pola-pola konvensional yang tidak efisien.
Hal ini tersebut menurutnya, sesuai perintah kepala bidang SMK provinsi dan sebelum melaksanakan kegiatan tersebut pihaknya terlebih dahulu melakukan perivikasi data bersama pengawas ujian sekolah.
“Jadi seluruh siswa dapat menggunakan android untuk melakukan ujian, dan hasilnya dapat dilihat dari scor. Dalam kerjanya para guru tudak melakukan atau mengkoreksi hasil ujian siswa seperti manual menggunakan kertas”.ujarnya.
Bintang juga berharap kedepan dengan menggunakan teknologi ini semoga bisa mempercepat dan mempermudah kinerja guru di era 4.0 juga nantinya pada saat ujian semester maupun pertengahan semester kita akan menggunakan teknologi CBT, sehingga pemanfaatan android oleh siswa bisa terukur.
Sementara wakasek bidang kurikulum, Horas Judian Manurung dalam penjelasannya mengatakan, adapun mekanisme pembuatan soal dibuat di Geogle From, soal-soal ujian disusun oleh guru dalam musyawara guru mata pelajaran (MGMP). Setelah disusun soalnya dikumpulkan kepada panitia, juga dalam pelaksanaanya dibuat tata tertib pengawas, tata tertib peserta ujian, dan tata tertib acara.
“Jadi yang mengirim soal kepada peserta ujian admin UAS yang sudah ditentukan, admin mengirim ke kepala program keahlian (KPK) seterusnya KPKlah yang bertanggung jawab dikirim melalui WA group kelas Jadi siswa yang tidak punya android pihak sekolah mempasilitasi untuk mensukseskan ujian”.kata Horas.
Adapun jumlah peserta siswa kelas XII yang mengikuti ujian sebanyak 517 peserta yang dibagi dalam 26 ruangan. Total jumlah peserta dalam satu ruangan 20 peserta.
“Disamping hemat, tidak lagi butuh kertas, pensil, juga lebih efisien memudahkan para guru mengoreksi lembar jawaban siswa. Sistem komputer akan otomatis menunjukkan nilai siswa tersebut”.tukasnya.
Sejauh ini menurut Horas, kendala yang di hadapi belum ada, hanya yang kuatirkan adalah jaringan dimana lewat batas waktu yang kita buat jawaban tidak bisa kita kirim lagi ke admin (panitia ujian). Karena begitu peserta ujian mengirimkan jawaban dengan batas yang ditentukan hasilnya langsung keluar.
“Kedepan untuk mensukseskan ujian baik itu ujian semester, kita akan memfasilitasi peserta didik. Karena ini perdana ujian CBT berbasis android peserta ada yang menggunakan paket data, dan ada juga menggunakan wifi, untuk saat ini kita gunakanlah yang ada, muda-mudahan ujian ini sukses tidak ada kendala dan kami harapkan semua siswa lulus 100 persen”.tutupnya.
Toni Tambunan.







