Kompas Nasional l SIANTAR – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pematangsiantar, jalan Parsoburan, Kota Pematangsiantar Simulasikan Pembelajaran Tatap Muka (SPTM), simulasi yang digelar selama 1 minggu terhitung dari tanggal 26 April sampai 30 April 2021.
Dalam simulasi yang digelar, siswa-siswa SMA Negeri 1 Pematangsiantar sangat antusias dan merasa senang mengikuti simulasi Pembelajaran Tatap Muka dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pematangsiantar, Bona Sihombing MPd Dalam keterangannya Ketika dikonfirmasi langsung melalui Wakasek Ramli Simanjuntak SPd, Jumat,(30/4/21) mengatakan, Bahwa kegiatan simulasi disekolah SMAN 1 berlangsung selama satu minggu hingga saat ini berjalan baik.
Adapun tujuan dari digelarnya simulasi tersebut adalah untuk memastikan bahwa penerapan prokes bisa diterapkan jelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru 2021/2022. Sebut Ramli.
Ramli juga menjelaskan, bahwa simulasi PTM yang digelar sebagai bentuk persiapan menyambut pembelajaran tatap muka dengan menggambarkan aktifitas di sekolah secara detail di era New Normal, sehingga baik guru pengajar dan wali murid, terutama para siswa tidak kaget ketika memasuki halaman sekolah dengan diharuskan mengikuti prokes secara ketat.
Karena setiap siswa-siswi yang masuk kedalam sekolah, digerbang dilakukan pengecekan suhu tubuh siswa, mencuci tangan dengan nenggunakan hand sanitizer atau sabun; wajib pake masker dan jika nantinya apabila siswa ada terdapat suhu diatas normal atau 37°C keatas kita langsung melakukan tindakan langsung diperiksa di UKS. Kata Wakasek.
Saat ditanya seperti apa mekanisme simulasi yang digelar di SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Ramli menerangkan, bahwa Kegiatan simulasi PTM disekolah dilakukan dua shift per hari, yakni shift pertama untuk pagi dilaksanakan mulai jam 08.00 wib sampai jam 11.30 wib, kemudian berlqnjut shift kedua kita mulai jam 13.00 wib sampai jam 16.30 wib.
Masih kata Ramli, adapun alasan Kenapa di SMAN 1 melakukan dua kali sehari pertemuannya supaya anak-anak bisa sama-sama mengikuti simulasi setiap harinya, jadi dalam satu kelas yang masuk hanya 50% untuk shift pagi dan 50% lagi untuk shift siang juga hal ini sudah mendapat persetujuan dari pihak tim gugus Covid-19 atau dari pihak yang berwenang, karena sebelumnya sudah dirapatkan.
“Setiap selesai melakukan simulasi yang masuk pagi, begitu pulang kita melakukan penyemprotan disetiap ruang kelas supaya siswa yang masuk shift kedua tetap terjaga dengan virus Covid -19”. Terangnya.
Juga dalam kegiatan simulasi ini kita tidak memaksa siswa untuk mengikutinya, bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan simulasi tetap dilakukan pembelajaran jarak jauh melalui daring.
Selama kegiatan simulasi berlangsung tidak ada istirahat, kita juga menganjurkan kepada siswa-siswi membawa makanan dan minumannya masing-masing dari rumah karena kantin tidak ada yang buka disekolah.
Dalam pembelajaran selama kegiatan simulasi semua mata pelajaran kita laksanakan tetapi jam pertemuannya tidak seperti biasanya, satu mata pelajaran durasi waktu kita lakukan hanya 30 menit per bidang study.
Jadi hari ini hari terakhir simulasi disekolah SMAN 1 Pematangsiantar sampai saat ini berjalan dengan baik tidak ada kendala, namun biarpun berjalan dengan baik kegiatan ini akan kita evaluasi nantinya. Tutupnya.
Toni Tambunan








