Kompasnasional.com.Toba | Warga Kabupaten Toba yang mengatasnamakan kelompok simpatian dan pengagum Jend.Purn.TNI Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja.
Warga Toba menyesalkan statemen Masinton Pasaribu selaku anggota DPR-RI politisi PDIP sebagai Partai Politik penguasa dalam Kabinet Kerja, agar mundur dari semua jabatan pemerintahan,dan meminta pertanggungjawaban atas aksi demo mahadsiswa 11 April 2022 yang lalu.
Rabu,13/4/2022, warga masyarakat yang mengatasnamakan simpatisan Jenderal TNI Purn.Luhut B.Panjaitan berkumpul di Depan Balai Adat Balige menyayangkan bahwa sebagai tokoh politik penguasa harusnya tidak membuat statemen sebagaimana ditayangkan di salah satu TV Swasta, kami sangat menyesalkan pernyataan saudara Masinton Pasaribu,SH, ujar Sahala Pardede.
Ini kan bulan suci Ramadhan, janganlah membuat pernyataan yang membuat kegaduhan.
Pergantian seorang menteri yang duduk dalam kabinet pemerintah Jokowi saat ini, semua kan ada mekanisme penghunjukan dan pemberhentian seorang menteri, bukan asal bongkar pasang,ujar Sahala.
Kita kan sebagai warga masyarakat memahami apa yang disebut dengan hak Progratif Presiden, progratif ini kan bahagian dari konstitusi yang diatur dalam UUD ke-Tata Negaraan, sambung Sahala Pardede.
Kekesalan kami ini ungkap Sahala juga menyampaikan, bahwa Masinton ini sebagai orang Batak, kenapa tidak melihat apa yang dilakukan LBP di Negara ini secara khusus di Bona pasogit Kabupaten Toba,ujar Sahala.
Kami melihat pernyataan ini sebagai bentuk sentimen politik yang tidak mengedukasi masyarakat dalam komunikasi politik, ujar Sahala Pardede mengahiri di depan Balai Adat Balige didampingi beberapa warga. ( LamS )








