Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Progres pengerjaan bangunan Ruang PraktIk Siswa (RPS) peruntukan Jurusan Perhotelan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Pematangsiantar, Jalan Raya Medan-P.Siantar, Kelurahan Tambun Nabolon, kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar tuntas dikerjakan.
Bangunan bantuan pendidikan sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan (SMK-PK) Sektor Hospitality yang bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020. berdiri cukup megah hal ini guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal.
Selain pengerjaannya dilakukan dengan swakelola, pelaksanaan pengerjaan bangunan RPS ini mengedepankan mutu dan kualitas bangunan sesuai pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga tetap dalam pengawasan pihak konsultan dari pusat.
Demikian diungkapkan Kepala SMK Negeri 3 Pematangsiantar Nurmaulita SPd.MSi saat di jumpai diruang kerjanya Kamis,(27/01/22).
Diakui Nurmaulita, sejak ia menjabat kepala sekolah SMKN 3 Pematangsiantar, ia beserta tim guru selalu berusaha agar prasarana infrastruktur sekolah mendapatkan bangunan tambahan.
“Berkat kerja sama semua tim, tahun 2020 sekolah SMK ini mendapatkan tambahan bangunan dari APBN untuk ruang RPS , Tahun 2020 Sekolah ini dapat ABPN 1,288 Milyar untuk ruang RPS jurusan perhotelan beserta perabotnya ini bantuan dari SMK-PK Sektor Hospitality”.ucap Nurmaulita.
Nurmaulita juga menjelaskan, bahwa pembangunan gedung RPS tersebut sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya juga pihaknya sudah menggandeng dan mendatangkan perencana yang memiliki surat keterangan ahli konstruksi.
“Gedung ruang praktik siswa ini dulu sebelum dibangun cuman satu tingkat artinya yang di bawah rehap dan diatas dibangun baru dan kita juga mendatangkan ahli perancana sesuai aturan dari Jakarta jadi saya tidak asal-asal mengerjakan”. ujar Nurmaulita.
Juga kata Nurmaulita bahwa pihaknya ingin berbuat sedemikian rupa supaya gedung RPS tersebut bagus.”karena ini hotel untuk pariwisata dipinggir jalan raya artinya disamping gedung praktik, ini juga bisa untuk umum, mana tau nanti ada yang mau singgah pada saat liburan atau jalan-jalan ya silakan saja, kalaupun ada pekerjaan yang kurang bagus, seperti pada pekerjaan slasar bahwa itu tidak ada pada RAB, jadi saya kepingin ruang praktik ini cantik dan bagus apalagi ini di pinggir jalan, jadi kalau pekerjaan slasar itu tidak ada dalam RAB, gak mungkinlah kami kerjakan, tapi itu juga tetap saya pikirkan”.katanya.
Saat disinggung terkait masa kerja sesuai yang tertera pada plang bangunan RPS seharusnya sudah 100 persen rampung, Nurmaulita mengatakan, Bahwa hal itu memang benar, kalaupun ada yang dikerjakan itu hanya finishing artinya gedung semua sudah selesai dan ini sudah bisa digunakan anak didik untuk praktik dan juga nanti kita menunggu pihak inspektorat dan BPK untuk turun memeriksa.
Toni Tambunan.







