Home / Berita

Jumat, 21 Januari 2022 - 17:40 WIB

Kalbar Penghasil Sawit Terbesar, Wako Heran Harga Minyak Goreng Melonjak Melambung Tinggi

Viewer: 530
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 50 Detik

Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL.Com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono merasa heran terhadap kenaikan harga minyak goreng yang sempat melonjak. Pasalnya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan penghasil sawit bahkan pabrik pengolahan sawit ada yang berada di Kalbar.

“Saya tidak mengetahui persis apa penyebab kenaikan harga minyak goreng ini, apakah konsumsi meningkat atau produksi yang berkurang,” ucapnya, Jumat (21/1/2022).

Untuk itu pihaknya mengupayakan agar para supplier atau produsen meningkatkan produksinya sehingga tidak terjadi lonjakan harga.

Secara logika, lanjut Edi, Kalbar sebagai daerah penghasil tanaman sawit dan memproduksi minyak goreng berbahan baku kelapa maupun sawit, semestinya tidak terjadi lonjakan harga seperti yang terjadi sekarang ini.

“Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak sedang menelusuri penyebab kenaikan harga minyak goreng ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Tutup Dikmata Gel. II TA 2021, Pangdam XII/Tpr : Jadilah Prajurit Tangguh dan Militan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketersediaan stok minyak goreng berkurang, sementara konsumsi justru meningkat. Semestinya, Edi bilang dengan meningkatnya kebutuhan terhadap minyak goreng, harga bahan pokok tersebut seharusnya tidak melambung tinggi karena produksi meningkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

“Tetapi malah harga minyak goreng jadi melonjak naik,” sebutnya.

Sebelumnya masyarakat mengeluhkan harga minyak goreng yang melambung tinggi. Misalnya minyak goreng dalam kemasan dari seharga Rp17 ribu per liter, naik hingga Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per liter.

Kemudian pemerintah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng yakni Rp14 ribu per liter.

Beberapa pasar swalayan dan minimarket mulai menerapkan kebijakan satu harga tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Junaidi menerangkan, pihaknya sudah melakukan penelusuran di lapangan bahwa penyebab melonjaknya harga minyak goreng dikarenakan harga Crude Palm Oil (CPO) mengalami kenaikan. Untuk itu, pemerintah pusat mengambil langkah melalui program enam bulan ke depan sebanyak 1,2 miliar liter minyak goreng dengan kebijakan satu harga yakni Rp14 ribu per liter di tingkat distribusi atau di toko-toko modern.

Baca Juga  Wakil Bupati Kapuas Hulu buka Kompetisi Sepak Bola Markadung Cup Di Kecamatan Selimbau

“Namun sayangnya tidak semua merek minyak goreng yang menerapkan kebijakan satu harga tersebut, masih ada beberapa merek yang harganya di atas Rp14 ribu per liter,” katanya.

Ia menyebut beberapa merek minyak goreng sudah menerapkan kebijakan satu harga dari pemerintah pusat diantaranya merek Fortune, Sovia dan Sania.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya terus memantau ketersediaan stok minyak goreng di pasaran.

“Kita ingatkan jangan sampai ada spekulan yang coba-coba mengambil kesempatan di tengah kondisi ini,” tegasnya.

(Hasnan Sutanto).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolda Kalbar Hadiri Percepatan Vaksinasi Lanjutan Booster Massal

Arsip

Artis Ini Ngaku Ditipu Anggota DPR Rp 450 Juta

Berita

Kapolda Kalbar Tegaskan : Masih Ada Yang Bandel, Kita Lakukan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Berita

Wabup Kapuas Hulu Gelar Rapat Persiapan Mengikuti MTQ Tingkat Prov. Kalbar

Berita

Hakim di Putusan Sela Johnny Plate: Perintah Presiden Tak Boleh Disimpangi

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Pimpin Diskusi Transformasi Literasi Berbasis Inklusi Sosial Dari Perpustakaan Nasional

Berita

Tim Gabungan Operasi Yustisi Prokes Pemkab Dengan Polres Tapsel Berlangsung Lancar Dan Aman

Berita

Koramil 1204-08 Mensosialisa Pembukaan Pendaptaran Prajurit TNI-AD