JAKARTA KOMPAS NASIONAL- Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, MM, MH didampingi Plt. Kepala BKKBN Prov. Kalbar melakukan kunjungan ke Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat di Jakarta Timur, pada hari Selasa (18/01/2021).
Kunjungan yang diterima langsung oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, SP. OG (K) Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting.
“Di Kalimantan masalah stunting cukup tinggi dibandingkan dengan data nasional, dimana jumlah penduduknya sekitar 5,4 juta jiwa. Tujuan kami ingin melakukan kerjasama dan belajar dari BKKBN cara mengatasi masalah stunting dan akan diterapkan di Kalimantan Barat”, ucap Ria Norsan.
Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Prevalen Balita Stunted (Tinggi Badan Menurut Umur) Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 sebesar 29,8 persen, hal ini masih lebih tinggi dari prevalensi berdasarkan nasional yang mencapai 24,4 persen.
Kepala BKKBN dr. Hasto menyambut baik maksud dan tujuan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, “Dalam rangka mendampingi keluarga dan mengawal keluarga agar tidak ada new stunting, mungkin kita bisa melakukan bersama-sama dengan Bapak Wagub Kalbar”, ucap dr. Hasto.
Selanjutnya dr. Hasto juga menyampaikan,” Kita tidak membatasi kelahiran, akan tetapi kita dapat mengatur jarak kelahiran, jaraknya 3 tahun kelahiran untuk menghindari stunting.
Cara itu yang nantinya kita gerakkan di setiap program stunting, salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan sederhana Calon Pengantin (catin).
Untuk 3 bulan pranikah diwajibkan periksa lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan dan HB.
Saat ini BKKBN telah mengembangkan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) yang dirancang khusus menyasar catin, ibu hamil dan yang sudah melahirkan sebagai alat pemantau kesehatan dan edukasi seputar kesiapan nikah dan program hamil”, tambahnya.
“Saat ini, BKKBN juga telah membina Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang jumlahnya ada 200 ribu TPK atau 600ribu personil yang sifatnya mikro by name by address, lengkap menyeluruh di seluruh wilayah dan diperbaiki dari waktu ke waktu”, ucap dr. Hasto.
(Hasnan Sutanto).






