Home / Berita

Sabtu, 13 November 2021 - 07:46 WIB

Keluhkan pupuk bersubsidi, petani samosir minta keterbukaan dalam penyalurannya

Viewer: 368
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 51 Detik

Samosir, Kompasnasional.com – Saat di temui wartawan petani di desa cinta dame kecamatan simanindo, kabupaten samosir, Kamis (11/11/2021) terkait adanya keluhan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di kabupaten samosir. Sementara itu, kebutuhan pupuk tersebut terus meningkat bagi para petani.

“Hanya sebagian kelompok tani yang mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi. Sedangkan kelompok tani lainnya sangat sulit untuk mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi termasuk kelompok tani saya,” kata Sekretaris kelompok tani mitra cinta dame Sando Malau di desa cinta dame kecamatan simanindo.

Dia mengeluhkan, ditambah lagi saat ini banyak persyaratan untuk mendapatkan pupuk termasuk yang langsung di tunjuk ppl (Penyuluh pertanian lapangan) kepada kelompok mereka seperti harus belanja pupuk ke kios Cv. Saurdonauli sementara menurut pengakuannya kios tersebut tidak bisa memenuhi permintaan pupuk mereka di karenakan kios menagih secara kolektif kepada kelompok dalam arti mereka harus mengumpulkan uang terlebih dahulu  baru bisa mendapatkan pupuk.

“Kalau dulu pupuk bersubsidi murah kami dapat dari cu. Marsiurupan yang beralamat di simanindo tidak sulit seperti sekarang harus ke kios cv. Saurdonauli ,”Kata Sando Malau.

Menurutnya, keberadaan pupuk bersubsidi seolah olah langka karena tidak adanya keterbukaan dalam penyaluran. Untuk itu dia berharap pemerintah kabupaten samosir dan distributor betul betul terbuka kepada petani soal penyaluran pupuk tersebut.

Baca Juga  DPC IMO Melawi Siap Berkontribusi Dalam Pelaksanaan Pekan Gawai Dayak Ke-XIV

“Setidaknya terkait arahan kepada kios pupuk Cv. Saurdonauli itu, ppl dari dinas terkait mesti mensosialisasikan dan ada pemberitahuan resmi pada para petani agar mereka tidak kebingungan apalagi saat ini pupuk sangat perlu sekali disebabkan musim tanam sudah berjalan satu bulan,” ujar sando malau

Dia juga menjelaskan terkait keluhan petani soal kelangkaan pupuk ini, sudah sering disampaikan namun tetap tidak ditemukan solusinya dan pupuk masih langka, berdasarkan informasi yang kami dapat pupuk bersubsidi yang dari provinsi sumut tidak pernah berkurang, tetapi kenapa para petani tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan maksimal.” ucapnya.

Selain itu, dia mengatakan luas lahan di kecamatan simanindo terus mengalami peningkatan karena banyak lahan pertanian di dolok (bukit) yang sudah di fungsikan masyarakat untuk lahan pertanian termasuk untuk lahan penanaman jagung,”tuturnya.

Sando Malau serta petani lainnya mengaku kesulitan dalam merawat tanaman mereka karna harga pupuk terus naik. Seperti harga pupuk nonsubsidi bisa mencapai Rp. 500 ribu/sak. Sementara pupuk bersubsidi urea yang sampai ketangan petani ditambah biaya transportnya bisa mencapai Rp.135 ribu/sak phonska Rp.145/sak

“Padahal semenjak pandemi covid -19 ini para petani juga terdampak, hasil panen yang kami jual murah semua. Kami masyarakat samosir khususnya desa cinta dame berharap pemerintah betul betul serius memperhatikan nasib kami sebagai petani, ujar dia

Baca Juga  Hadiri Penyerahan Alat Tangkap Ikan Untuk Warga, Babinsa Tempurukan Sampaikan Ini.

Menanggapi hal itu, PLT kepala dinas pertanian pemkab samosir jhunelis sinaga di kantornya, jumat (12/11/2021) mengatakan “Sebenarnya bukan hanya baru baru ini aja keluhan petani itu, tahun sebelumnya juga sudah ada keluhannya dan bukan hanya kabupaten samosir, kabupaten tetangga juga mengeluhkan pupuk bersubsidi ini. tapi mungkin karena adanya refocusing dari pusat yang mengalihkan dana untuk penanggulangan pandemi covid – 19.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait pupuk bersubsidi untuk tahun 2021 kami mengusulkan pupuk jenis urea sekitar 7712 ton tapi yang datang hanya 4055 ton, Npk kami usulkan sekitar 11.000 ton yang datang hanya 3782 ton, phonska kami usulkan sekitar 1000 ton yang datang cuma 100 ton, sementara kelompok tani samosir sampai saat ini yang ter update sebanyak 1167 kelompok, dan mereka sudah terdaftar di aplikasi   juga memiliki kartu tani, yang mana fungsinya untuk menebus pupuk mereka, jadi sampai saat ini tidak bisa ada kelompok siluman dan tidak bisa main main,” Sebut jhunelis sinaga.

(Max Donald/ CS)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KPK Bicara Pengejaran Harun Masiku Usai Buron Kasus e-KTP Ditangkap

Berita

MTQ Ke – 29 Kapuas Hulu, Bupati Berharap Adanya Pembinaan SDM Yang Religius

Berita

Bidhumas Polda Kalbar Bersama Awak Media Mencanangkan Pembangunan Zona Integritas Dan Penandatanganan Pakta Integritas

Berita

Wawako Bersama Dandim 0212/TS Resmikan Kampung Pancasila di P.Sidempuan

Berita

Pangdam XII/Tpr Beri Penghargaan Satgas Pamtas Yonif 645/Gty

Berita

Peringati HUT Kodam ke-64, Pangdam XII/Tpr Pimpin Ziarah ke TMP Dharma Patria Jaya

Berita

Kadisdik Tinjau Langsung Kegiatan PTM Sekolah di P.Sidimpuan

Berita

Bersama Masyarakat, Satgas Pamtas Yonif 407 Karya Bhakti Perbaiki Jalan*