Home / Berita

Minggu, 26 September 2021 - 06:22 WIB

Program Lima Akar Penyangga UMKM Ketapang di Luncurkan Gubernur Kalbar

Viewer: 561
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL – Program Lima Akar Penyangga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Ketapang melalui Politeknik Ketapang dan diluncurkan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., secara daring di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (25/9/2021).

Hadir secara virtual dalam kegiatan ini Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Endang Kusmana,SE, MM, Ak, CA serta Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si.

Dalam paparannya Gubernur mengungkapkan UMKM menjadi tulang punggung perekonomia atau pertumbuhan perekonomian di Indonesia, khususnya di Kalbar.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr dan Gubernur Kalbar Launching Pembangunan Percepatan Desa Mandiri

“Usaha mikro di Kalbar sebanyak 167.743, usaha kecil berjumlah 14.533, serta usaha menengah sebanyak 1.486. Ini merupakan hal yang cukup besar dan menjadi potensi yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, sepanjang 5 pilar penyangga berfungsi dengan baik,” kata H. Sutarmidji.

Pada masa pandemi, UMKM merupakan sektor yang dapat bertahan, sedangkan usaha besar banyak yang tidak dapat berkembang, bahkan di sektor industri malah cenderung menurun.

“Kalbar terbantu dengan adanya pertambangan dan perkebunan.

Oleh karenanya, pemerintah daerah harus selalu melihat data statistik setiap bulan untuk mengetahui perkembangan perekonomian Kalbar,” jelas Gubernur.

Baca Juga  Cerdaskan Warga, Koramil Merakai Operasionalkan Perpustakaan Apung Sampai Keperbatasan

Pengembangan UMKM memerlukan kolaborasi untuk membangun akses UMKM di era digitalisasi ekonomi. Para pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif Kalbar harus mendapatkan pendampingan dan kolaborasi.

“Kolaborasi sangat diperlukan dalam semua lini.

UMKM selain menjadi sektor usaha yang paling besar juga berkontribusi dalam menciptakan peluang kerja.

Sehingga dapat membantu upaya mengurangi angka pengangguran.

Harus ada program studi yang melahirkan UMKM atau pun produknya bisa mendunia.

Tantangan yang paling besar dari sisi digitalisasi yaitu bisa menjual produk secara digital,” tutup Gubernur.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Puskesmas Bunut Hulu Sudah Representatif Tapi Ada Beberapa Hal Yang Menjadi Keluhan Pasien

Berita

Djarot Saiful Hidayat Serap Aspirasi Masyarakat Samosir Terkait Pokok-Pokok Haluan Negara

Berita

253 WBP Lapas kelas IIA Pematang Siantar Kanwil Kemenkumham Sumut Mendapat Remisi Khusus Natal

Berita

Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab Bengkayang Peringati Hari Kartini

Berita

Idrus Marham Mengaku Tak Pernah Diajak Ngobrol Soal Menteri

Berita

Gegara Ungkit Kasus Panci, Roy Suryo Minta Eko Ditangkap, Polisi: Mediasi Dulu Lah

Berita

PERSONEL SATGAS PAMTAS RI-MLY YONIF 645/GTY IKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DAN BALITA

Berita

Kabid Humas Polda Kalbar : Pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2021 Berlangsung Aman dan Lancar